PEMERIKSAAN FISIK EKSTREMITAS KULIT DAN GENITALIA PADA BAYI DAN BALITA


1.      Genital (wanita)
Soadara/sodari YTH.... setiap mengunjungi Blog ini Jangan Lupa ya nge-Klik Iklan nya.....
Terima kasih :)
Untuk memeriksa genitalia neonatus perempuan maka neonates harus diposisikan telentang dengan pinggul abduksi kurang lebih 45o dari garis horisontal. Abduksi yang berlebihan dapat menyebabkan labia minora dan klitoris tampak lebih menonjol sedangkan aduksi menyebabkankeduanya tertutupi oleh labia majora9.
Pada neonatus extremely premature labia datar dan klitoris sangat menonjol dan menyerupai penis. Sejalan dengan berkembangnya maturitas fisik, klitoris menjadi tidak begitu menonjol dan labia minora menjadi lebih menonjol. Mendekati usia kehamilan matur labia minora dan klitoris menyusut dan cenderung tertutupi oleh labia majora yang membesar (Gambar II.13).
Labia majora tersusun atas lemak dan ketebalannya bergantung pada nutrisi intrauterin. Nutrisi yang berlebihan dapat menyebabkan labia majora menjadi besar pada awal gestasi. Sebaliknya nutrisi yang kurang menyebabkan labia majora cenderung kecil meskipun pada usia 39 kehamilan matur atau posmatur dan labia minora serta klitoris cenderung lebih menonjol.
          Gambar II.13. Penilaian Genitalia Neonatus Wanita

Interpretasi Hasil 3
Masing-masing hasil penilaian baik maturitas neuromuskular maupun fisik disesuaikan dengan skor di dalam tabel (Tabel II.2) dan dijumlahkan hasilnya. Interpretasi hasil dapat dilihat pada tabel skor 40






Ø   Cara pemeriksaan genitalia:
1.      Lakukan inspeksi pada genitalia wanita, seperti keadaan labia minora, labia  mayora, lubang uretra dan lubang vagina
2.      Lakukan inspeksi pada genitalia laki-laki seperti keadaan penis, ada tidaknya hiospadia (defek dibagian ujung penis atau defek sepanjang penis) dan epispadia (defek pada dorsum penis). Pada bayi laki-laki panjang penis 3-4 cm dan lebar 1-1,3 cm.Periksa posisi lubang uretra. Prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis. Skrortum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis.

Ø  Peralatan dan perlengkapan :
1. kapas
2. senter
3. termometer
4. stetoskop
5. selimut bayi
6. bengkok
7. timbangan bayi
8. pita ukur/metlin
9. pengukur panjang badan

Ø   Prosedur :
1. Jelaskan pada ibu dan keluarga maksud dan tujuan dilakukan pemeriksaan
2. Lakukan anamnesa riwayat dari ibu meliputi faktor genetik, faktor lingkungan,
sosial,faktor ibu (maternal),faktor perinatal, intranatal, dan neonatal
3. Susunalat secara ergonomis
4. Cuci tangan menggunakan sabun dibawah air mengalir, keringkan dengan
    handuk bersih
5. Memakai sarung tangan
6. Letakkan bayi pada tempat yang rata

§  Pemeriksaan genetalia pada balita

1.      Genital laki-laki
      Prosedur :
1.      Cuci tangan
2.      Jelaskan prosedur yang akan dilakukan
3.      Lakukan pemeriksaan alat kelamin laki-laki dengan langkah langkah berikut :
·         Inspeksi ukuran penis
·         Inspeksi tanda pembengkakan,lesi kulit,dan inflamasi pada glans penis
·         Inspeksi meatus uretra.
·         Inspeksi skrotum terdapat suatu pembesaran atau unilateral, adanya suatu hidrokel atau hernia jika skrotum tampak membesar.lakukan transsiluminasi dan auskultasi pada setiap masa scrotum.
·         Palpasi testis, testis sering mengalami retraksi kedalam kanalis ingunalis .jika salah satu atau kedua testis tidak teraba didalam skrotum,perintahkan anak duduk diatas kursi dengan kaki diatas kursi.perintahkan anak memeluk lutut nya .ulangi palpasi ini tekanan perut ini dapat  memaksa masuk nya testis yang bereteraksi atau tidak turun kedalam scrotum. Sering terdapan perbedaan jika melakukan hal ini dengan tangan hangat dan suatu ruang yang hangat. Manuver lain yang berguna untuk mengatasi refleks kremaster aktif adalah menyuruh anak berbaring dan melakukan fleksi tungkai pada lutut,meletakan kaki pada tungkai berlawanan.”posisi tungkai jahit” ini akan membawa tendo muskulus sartorius diatas kanalis inguinalis dan mencegah refleks aktif retraksi testis.
·         Palpasi hernia inguinalis biasa nya dapat dilakukan pada anak berumur 4 tahun atau lebih besar.prosedurnya sama seperti pada orang dewasa dan harus dilakukan dengan anak berdiri.

2.            Genital wanita
Pada wanita lakukan infeksi daerah vagina.apa ditemukan suatu ruam. Ruam pada daerah ini dapat berhubungan dengan bula akibat air mandi yang panas. Apa ditemukan sekret, adanya sekret pada umur 2-6 tahun seringkali berhubungan dengan benda asing dalam vagina, sering digunakan spekulum hidung untuk menginfeksi vagina untuk penyebab sekret . Periksa keutuhan himen dan muara vagina yang licin. Suspek  adanya pemaksaan seksual tanda yang paling penting  dari pemaksaan ini termasuk kesukaran untuk berjalan, infeksi vagina atau dubur, iritasi atau pembengkakan genital,celana dalam yang robek atau ternoda, perdarahan vagina atau anus serta lebam






BAB III
PENUTUP

A.          Kesimpulan
Pemeriksaan fisik merupakan salah satu cara untik mengetahui gejala atau masalah kesehatan yang dialami oleh bayi dan balita. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengumpulkan data tentang kesehatan bayi dan balita, menambah informasi, menyangkal dat yang diperoleh dari riwayat bayi dan  balita, mengidentifikasi masalah bayi dan balita, menilai perubahan status bayi dan balita dan mengevaluasi pelaksanaan tindakan yang telah diberikan.
Pemeriksaan fisik pada ekstremitas dan genetalia dilakukan dengan cara Inspeksi dan Palpasi.











DAFTAR PUSTAKA


Uliyah, Musrifatul., A Azis Alimul. (2006) Keterlampilan Dasar Praktik Klinik Kebidanan, Jakarta: Salemba Medika.
Behrgman, Kliegman, Arvin. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Vol 3, Ed 15. Jakarta : EGC. 2000.

 Kosim, M. Sholeh.Buku Ajar Neonatologi. Edisi 1.Jakarta : IDAI. 2010.

Panduan Pelayanan Medis Departemen Kesehatan Anak RSCM. Jakarta : RSUP Nasional dr. Cipto Mangunkusumo.2007.

 Staf Pengajar IKA FKUI, 1985, Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak Jilid 3, Jakarta


Comments

Popular posts from this blog

CONTOH SOAP ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN

PROSEDUR KLINIK : PEMERIKSAAN URINE IBU HAMIL ( GLUKOSA URINE & PROTEIN URINE )

PERENCANAAN KESEHATAN (HEALTH PLANNING)