Tuesday, January 31, 2012

ANATOMI FISIOLOGI TRAKTUS URINARIA



1.Pengertian
            Sistem perkemihan atau biasa juga disebut Urinary System adalah suatu sistem kerjasama tubuh yang memiliki tujuan utama mempertahankan keseimbangan internal atau Homeostatis,selain itu dalam sistem ini terjadi proses penyaringan darah sehingga darah bebas dan bersih dari zat-zat yang tidak digunakan oleh tubuh dan menyerap zat-zat yang masih dipergunakan oleh tubuh.
2.Susunan Sistem Urinaria
-        Ginjal
Gambar Anatomi traktus urinarius normal
Susunan Sistem Urinaria melibatkan berbagai organ yaitu diantaranya ginjal,ureter,vesika urinaria,dan uretra.
           Ginjal pada tubuh manusia terdiri dari 2 buah (kiri dan kanan),yang terletak pada dinding posterior abdomen,di luar rongga peritoneum,berat ginjal pada orang dewasa kira-kira 150 gram (seukuran kepalan tangan).
Adapun fungsi dari ginjal adalah:
         1.            Memegang peranan penting dalam pengeluaran zat-zat toksis/racun
         2.            Mempertahankan suasana keseimbangan cairan
         3.            Mempertahankan keseimbangan kadar asam dan basa dari cairan tubuh
         4.            Mempertahankan keseimbangan garam-garam dan zat-zat lain dalam tubuh
         5.            Mengeluarkan sisa-sisa metabolisme hasil akhir dari protein ureum,kreatinin dan amoniak
Struktur ginjal: Ginjal terbungkus oleh kapsula renalis yang terdiri dari jaringan fibrus berwarna ungu tua, lapisan luar terdapat lapisan korteks, dan lapisan sebelah dalam bagian medulal berbentuk kerucut yang disebut renal piramid, yang terdiri dari lubang-lubang kecil disebut papila renalis. Garis-garis yang terlihat pada piramid disebut tubulus
Nefron yang terdiri dari; Glomerulus, Tubulus proksimal, Gelung handle,Tubulus distal dan Tubulus urinarius.Bagian Ginjal:
1.Jaringan Ikat Pembungkus
a. Fasta Renal : Pembungkus terluar.
b. Lemak Perirenal : Jaringan adipose yang terbungkus Fasia Ginjal.
c. Kapsul Fibrosa : Membran halus transparan yang langsung         membungkus Ginjal.
2.Hilus adalah tingkat kecekungan tepi medial Ginjal.
3.Kaliks adalah Organ atau rongga berbentuk mangkok.
4.Papilla renalis adalah Ujung pyramid ginjal yang tumpul.
5.Sinus Ginjal adalah rongga berisi lemak yang membuka pada hilus.
6.Pelvis Ginjal adalah perluasan ujung proksimal ureter.
7.Parenkim Ginjal adalah jaringan ginjal yang menyelubungi struktur sinus ginjal,
           a. Medula terdiri dari piramida ginjal dan papila.
           b. Korteks tersusun dari tubulus dan pembuluh darah Nefron.
8.Lobus Ginjal terdiri dari satu piramipa ginjal.
9.Ureter adalah fibromuskuler yang mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih.



Suplai darah ginjal
           Darah yang mengalir ke kedua ginjal normalnya merupakan 21% dari curah jantung,atau sekitar 1200/menit.
- Arteri Renalis : Percabangan Aorta Abdomen yang mensuplai masing-masing     ginjal dan masuk ke Hilus melalui cabang Anterior dan Posterior.
- Cabang Anterior dan Posterior Arteri Renalis membentuk Arteri-arteri    Interiobaris yang mengalir diantara Piramida Ginjal.
- Arteri Arkuarta : Berasal dari Arteri Interlobaris pada area pertemuan antara       Korteks dan Medula.
- Arteri Interlobaris : Merupakan percabangan arteri arkuarta di sudut kanan dan   melewati Korteks.
- Arteriol Aferen : Berasal dari Arteri Interlobaris yang membentuk Glomerulus.
- Kapiler Peritubular : Yang mengelilingi Tubulus Proksimal dan Distal untuk        memberi Nutrien pada Tubulus.
- Kapiler Peritubuler mengalir kedalam Vena Korteks yang kemudian        membentuk Vena Interlobaris
Nefron sebagai unit fungsional ginjal

Ginjal terdiri dari kurang lebih 1 juta nefron,yang masing-masing dapat membentuk urin.Setiap nefron mempunyai komponen utama yaitu:
         1.            Glomelurus (kapiler glomelurus) yang di lalui sejumlah besar cairan yang di filtrasi dari darah
         2.            Tubulus yang panjang dimana cairan yng difiltrasi diubah menjadi urin dalam perjalanannya menuju pelvis ginjal

-        Ureter
Ureter merupakan dua saluran dengan panjang sekitar 25=30 cm,terbentang dari ginjal sampai vesika urinaria (RogerWatson,2002)
Lapisan diding ureter terdiri dari:
a)      Dinding luar jaringan ikat
b)      Lapisan tengah lapisan otot polos
c)      Lapisan sebelah dalam lapisan mukosa
Lapisan dinding ureter menimbulkan gerakan-gerakan peristaltik tiap 5 menit sekali yang akan mendorong urin masuk ke dalam vesika urinaria.

-        Vesika urinaria (kandung kemih)
 Bentuk vesika urinaria sperti kerucut yang dikelilingi oleh otot yang kuat,terletak 3-4 cm di belakang simfisis pubis tulang kemaluan) dan berhubungan dengan ligamentum vesika umbilikalis,medius.

-        Uretra
Uretra adalah saluran kecil dan dapat mengembang dan berpangkal pada vesiaka urinaria sampai keluar tubuh.Pada wanita uretra pendek dan terletak di dekat vagina,sedangkan pada laki-laki mempunyai panjang 15-20 cm (Daniel S,Wibowo,2005)

Proses Pembentukan urin
   Urin yang berasal dari darah dibawa arteri renalis masuk ke dalam ginjal,darah ini terdiri dari bagian yang padat yaitu sel darah dan bagian plasma darah.


Ada 3 tahap pembentukan urin ,yaitu:
1.      Proses Filtrasi,terjadi di glomelurus,terjadi karena permukaan eferent,maka terjadi penyerapan darah,dan bagian yang tersaring adalah bagian cairan darah kecuali protein,cairan yang tersaring di tampung oleh simpai bowman yang terdiri dari glukosa,air,sodium,klorida,sulfat,bikarbonat,diteruskan ke ginjal.
2.      Proses Reabsorpsi,terjadi penyerapan kembali sebagian besar dari glukosa,sodium,klorida,fosfat,dan beberapa ion bikarbonat
3.      Proses Sekresi,sisanya penyerapan kembali yang terjadi pada tubulus dan diteruskan ke piala ginjal selanjutnya diteruskan ke luar.
Kecepatan esksresi berbagai zat dalam urin menunjukan jumlah ketiga proses ginjal dan dinyatakan secara matematis:

Kecepatan eksresi urin =laju filtrasi-laju reabsorpsi+laju sekresi

Pengambian Urin
Jumlah urin tiap-tiap orang berbeda satu sama lain,karena banyak faktor yang berpengaruh,jadi penting artinya untuk memilih contoh urin menurut tujuan pemeriksaan.
1)      Syarat-syarat penampung urin
Botol penmpung urin harus bersih dan kering,karena adanya air dan kotoran dalam wadah berarti adanya kuman-kuman yang akan berkembang biak dan mengubah susunan urin (Gandasoebrata.2006)
Wadah terbaik untuk urin adadlah yang bermulut lebar dapat disumbat rapat dan terbuat dari gelas.
2)     Macam-macam contoh urin
-        Urin sewaktu yaitu urin yang yang dikeluarkan pada satu waktu dan urin ini cukup baik untuk pemeriksaanrutin
-        Urin pagi yaitu urin yang pertama kali dikeluarkan pada pagi hari setelah bangun tidur,biasanya lebih pekat,dan baik untuk pemeriksaan sedimen,berat jenis dan protein,
-        Urin 24 jam yaitu urin yang dikeluarkan dan dikumpulkan selama 24 jam,diperlukan botol besar dan ditutup rapat ,bersih dan biasanya memerlukan pengawet.
-        Urin Postpandial yaitu urin yang pertama kali dikeluarkan 1,5-3 jam setelah makan,baik untuk pemeriksaan terhadap reduksi dan kelainan sedimen.
-        Urin 2 gelas dan 3 gelas pada laki-laki,penampungan ini dimaksudkan untuk mendapatkan gambaran tentang letaknya lesi atau radang lain yang mengakibatkan adanya nanah/darah dalam uri laki-laki.

Macam-macam Pengawet urin
a)      Toluen,dipakai sebanyak 2-5 ml untuk pengawet urin 24 jam,pengawet ini baik untuk mengawetkan glukosa,aseton dan asetat.
b)      Formaldehid,dipakai sebanyak 1-2 ml larutan formalidehid 40% untuk urin 24 jam,pemakaian terlalu besar akan mengdakan reduksi terhadap tes reduksi.
c)      Thymol,dipakai sebanyak 0,1 gram thymol untuk 100 ml urin dipakai,baik untuk semua jenis pengawet dan menyebabkan false positif untuk pemeriksaan protein
d)     Asam Sulfat pekat,dipakai untuk penetapan kuntitatif kalsium nitrogen dan zat organik lain.Jumlah pemakaian pengawet ini diberikan sampai pH urin tetap rendah dari 4,5

Infeksi Traktus Urinarius
- Definisi
Infeksi adalah masuknya kuman atau bibit penyakit ke dalam tubuh.Infeksi traktus urinarius adalah infeksi diman pada urin yang diperiksa ditemukan mikroorganisme dalam jumlah >normal
- Epidemiologi
Infeksi traktus urinarius akut sangat sering terjadi minimal melibatkan 15 % dari semua wanita pada suatu waktu dalm hidupnya.
- Etiologi
Eschericia coli menyebabkan  90% infeksi akut,selain itu Proteus.Klebsiella,Enterobacter,Serratia dan Pseudomonas bertanggung jawab atas sebagian kecil infeksi tanpa komplikasi.Penyebab lain adlah terlalu lam menahan kencing,kurang minum,penggunaan toilet umum yang tidak bersih,kebiasaan cebok yang salah dan katerisasi.
- Patogenesis
Mikroorganisme  masuk kedalam saluran kemih melalui:
1.      Ascending,yaitu kolonisasi kuman disekitar uretra
2.      Hematogen,yaitu masuknya kuman melalui uretra ke buli-buli
3.      Limfogen,yaitu penempelan kuman dinding buli-buli
4.      Langsung dari organ sekitarnya yang sebelumnya telah terinfeksi.

Macam-macam infeksi traktus urinarius
1.      Glomerulonefritis Akut adalah peradangan secara mendadak,akibat peradangan komplek antigen dan antibodi di kapiler glomerulus.
2.      Glomerulonefritis kronik adalah peradangan yang lama dari sel-sel glomerulus
3.      Pielonefritis Akut adalah infeksi pada ginjal yang biasanya terjadi akibat infeksi kandung kemih,gejalanya demam yang sering 103 derajat atau lebih,menggigil kedinginan,nyeri pinggang dan disuria.
4.      Pienolefritis klinik,gejala umumnya demam,menggigil,nyeri pinggang,dan bahkan bisa menimbulkan hipertensi dan gagal ginjal
5.      Sistitis,adalah infeksi kandung kemih,gejalanya perasaan ingin berkemih,adanya sel darah putih dalam usus.
6.      Gagal ginjal,terjadinya penurunan fungsi ginjal,hingga tidak mampu lagi bekerja sama sekali ginjal itu.


Pemeriksaan makroskopis urin
            Pemeriksaan Makroskopis adalah pemeriksaan langsung tanpa penambahan reagen atau zat kimia tertentu.Untuk pemeriksaan pH dan berat jenis dilakukan dengan cara tes cepat multistick.
            Pemeriksaan meliputi volume urin, kekeruhan, bau urin, pH, berat jenis.
Yang dapat ditemukan pada pemeriksaan mikroskopis adalah: Eritrosit,Leukosit,Torak,Silinder,Sel Epitel,dan kristal





 DAFTAR PUSTAKA

Asmadi.2008.Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien.Jakarta.Salemba          Medika
Syaifuddin,Drs,B.Ac.1994.Anatomi Fisiologi untuk siswa perawat.Jakarta.Penerbit Buku Kedokteran:EGC
Sherwood,Lauralee.2001.Fisiologi Manusia dari sel ke Sistem.Edisi           2.Jakarta.Penerbit Buku Kedokteran.EGC
Guyton&Hill.1997.Fisiologi Kedokteran.Edisi 9.Jakarta.Penerbit Buku     Kedokteran :EGC






1 comment: