Senin, 30 Januari 2012

KLASIFIKASI OBAT UNTUK IBU HAMIL GOLONGAN C

Edit Posted by with No comments
BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada umumnya para ibu hamil akan memberitahu dokter saat berobat bahwa dirinya hamil sekian bulan. Demikian pula jika berobat saat menyusui (ASI bayinya. Informasi tersebut diberikan si ibu dengan harapan dokter akan memberikan obat yang aman bagi janin yang dikandungnya. Itupun tak jarang si ibu masih mananyakan kepada dokter apakah obat yang digunakan benar-benar aman. Hal ini sangat wajar dan kita patut menghargainya.
Di sisi lain, ketika seorang ibu hamil sakit adakalanya enggan ke dokter lantaran takut menggunakan obat. Alhasil keluhannya makin bertambah dan akhirnya datang juga ke dokter untuk berobat.
Seorang dokter tentu sangat paham bahwa saat memberikan(meresepkan) obat bagi wanita hamil akan dipilihkan obat yang aman, baik dalam hal jenis obat (berdasarkan indeks keamanan obat), dosis maupun lamanya penggunaan. Selain itu akan dipertimbangkan pula aspek-aspek lain berdasarkan penyakitnya, misalnya: resiko penularan kepada anggota keluarga lain, dan pertimbangan lain terkait kondisi janin maupun si ibu sendiri.
Pun manakala seorang dokter dihadapkan pada 2 pilihan sulit yang menyangkut life saving, aspek manfaat akan dikedepankan dibanding resiko yang bakal dihadapi baik bagi janin maupun ibunya.
Sebagai contoh, seorang ibu hamil yang kebetulan menderita asma, justru seyogyanya segera berobat agar tidak mengalami sesak berkepanjangan yang justru tidak baik bagi janin karena beresiko terjadinya hipoksia (kekurangan oksigen) yang akan mempengaruhi pasokan oksigen bagi janin.

Adapun batasan keamanan obat bagi ibu hamil disusun  dalam 5 kategori yaitu  golongan ( A, B, C, D dan X ).
.


1.2  Tujuan
·         Untuk mengetahui jenis-jenis obat untuk ibu hamil yang golongan C
·         Untuk mengetahui  indikasi obat golongan C untuk ibu hamil
·         Untuk mengetahui  kontraindikasi obat golongan C untuk ibu hamil
·         Untuk mengetahui  dosis obat golongan C untuk ibu hamil
·         Untuk mengetahui  efek samping obat golongan C untuk ibu hamil
·         Untuk mengetahui  interaksi obat golongan C untuk ibu hamil

  


BAB II
PEMBAHASAN

1.      Nama generik              : Allopurinol
Nama dagang              : Tylonic, Allonat, Llanol, Reucid, Uroquad, Zyloric
Sediaan                       : Tablet
Kelompok obat           : Antipirai (Gout)
Mekanisme kerja        : Menghambat xantin oksidase sehingga
  menyebabkan menurunnya produksi asam urat
Indikasi                       : Pirai atritis atau tofaseus kronis, pirai sekunder
  karena tumor, batu ginjal urat.
Kontraindikasi             : Penyakit hati, supresi sumsum tulang, wanita
  hamil dan menyusui.
Efek samping              : Mual, muntah, diare, nyeri perut, sakit kepala,
                                      pusing.
Interaksi obat              :Memperngaruhi efek antikoagulan. Diuretik
  menurunkan efeknya. Penggunaan yang lama tidak
  diperkenankan.
Dosis                           : Dewasa: 200-500 mg/hari
 Anak  < 6 tahun: 150 mg/hari
Anak > 6 tahun: 300 mg/hari

2.      Nama generik              : Aminophylline
Nama dagang              : Bufasma, Euphyllin, Phyllocortin
Sediaan                       : Tablet, supositoria, injeksi
Kelompok obat           : Antiasma
Mekanisme kerja         : Bekerja pada otot polos jalan nafas dan pembuluh
  darah paru, sehingga terjadi dilatasi serta
  merangsang kontraksi diafragma.
Indikasi                       : Asma ringan-berat, sesak nafas karena bronkitis
  kronis, emfisema, mencegah kelahiran prematur.
Kontraindikasi                        : Hypersensitifitas, ulkus peptikum dan kejang.
  Hati-hati pada penderita gangguan fungsi hati,
  ginjal, jantung.
Efek samping              : Sakit kepala, pusing, gugup, insomnia, mual,
                                      muntah, nyeri epigastrum.
Interaksi obat              : Allopurinol, simetidin, kontrasepsi oral,
                                      fluorokuinolon menurunkan waktu paruhnya.
  Metil xantin mempengaruhi metabolisme obat ini
Dosis                           : Serangan asma akut, per oral
  Dewasa: Dosis awal: 5 mg/kgbb, diteruskan
  dengan dosis pemeliharaan  4 x 3-4mg/kgbb/hari

3.      Nama generik              : Amitriptylline
Nama dagang              : Trilin
Sediaan                       : Tablet
Kelompok obat           : Antidepresan trisiklik
Mekanisme kerja         : Tidak diketahui dengan jelas, diduga menghambat
reuptake norepinefrin dan serotonin pada saraf
terminal SSP.
Indikasi                       : Depresi, gangguan distimik, depresi atipikal, skizo
  prenia depresi.
Kontraindikasi                        : Koma atau depresi SSP, rusaknya area
  subarakhnoid, gangguan darah atau depresi
  sumsum tulang, MCI.
Efek samping              : Diaforesis, mulut kering, pandangan kabur
  takikardia, mengantuk, kontipasi, hipotensi. Hati
  hati pada penderita tua, kejang, gangguan jantung.
Interaksi obat              : Hipnotik dan antiansietas, analgesik apioid,
  antipsikotik, antidepresan lain, alkohol,
  antihistamin meningkatkan efek sedasi. Tidak
  boleh diberikan bersama MAO.
Dosis                           : Dosis awal : 100 mg/hari dalam beberapa dosis,
  dapat ditingkatkan sampai dengan 200 mg sesuai
  dengan kebutuhan.

4.      Nama generik              : Antazolin
Nama dagang              : Antistine, Delastine, Antrifine
Sediaan                       : Tablet, Sirup, obat tetes.
Kelompok obat           : Antihistamin atau anti alergi
Mekanisme kerja         : Menempati reseptor histamion pada sel secara
  reversibel dan Menghambat kerja histamin pada
  organ.
Indikasi                       : Penyakit alergi pada kulit, hidung, dan
  konjungtivitis alergika.
Kontraindikasi                        : wanita hamil dan menyusui, asma, bayi prematur
  dan neonatus.
Efek samping              : Iritasi lokal, meningkatnya tekanan bola mata.
Interaksi obat              : Antiansietas dan hipnotik, antidepresan, alkohol,
  analgesi apionid, antipsikotik meningkatkan efek
  sedasi antizolin.
 Dosis                          : 2x1 tablet/ hari

5.      Nama generik              : Asetazolamid
Nama dagang              : Diamox, Glaucon
Sediaan                       : Tablet
Kelompok obat           : diuretika
Mekanisme kerja         : mengurangi ion H dan bikarbonat dalam sel epitel
  tubuli
Indikasi                       : glaucoma sudut terbuka, epilepsi, acute mountain
  sickness
Kontraindikasi                        : sirosis hepatis, batu ginjal, wanita hamil
Efek samping              : demam, reaksi kulit, disorientasi, parestesia
Interaksi obat              : menimbulkan reaksi alergi berat bila
  diberikanbersama sulfanomid. Efek tachypnea
  akan bertambah bila diberikan bersama aspirin
  dalam dosis besar
Dosis                           : dewasa : 250-500 mg/ hari

6.      Nama generik              : Bacitracin
Nama dagang              : basitrane, cicatrin, dactrol, nebacetin, neocitrin,
                                      netracin, dsb
Sediaan                       : krim atau salep, obat tetes
Kelompok obat           : antibiotika topikal
Mekanisme kerja         : menghambat sintesa dinding sel bakteri
Indikasi                       : infeksi kulit dan mata yang disebabkan
                                      streptococus, E colli, H influenza, Neisseria sp,
  termasuk infeksi oftalmia neonaturum
Kontraindikasi                        : infeksi mikrobakterium dan jamur dimat,
  hipersensitivitas, pada penyakit glaukoma
Efek samping              : iritasi lokal, infeksi sekunder
Interaksi obat              : -
Dosis                           : 2-3X / hari

7.      Nama generik              : Beclometasone
Nama dagang              : Beconace, Becotide
Sediaan                       : Tablet, Spray (inhaler), semprot
Kelompok obat           : kortikosteroid topical
Mekanisme kerja         : Tidak diketahui secara jelas, tetapi diduga karena
  efek vasokonstriksinya, dan menurunkan
  sensitivitas reseptor terhadap iritan
Indikasi                       : Rinitis alergika, asma kronis, bronkitis non
  asmatikus
Kontraindikasi                        : Serangan asma akut atau status assmatikus,
  luberkolosis, infeksi jamur atau virus, wanita hamil
  terutama pada penggunaan yang lama,
  hipersensitivitas
Efek samping              : Rasa terbakar, gatal, keringnya mukosa, sakit
  kepala,  perdarahan dari hidung
Interaksi obat              : Peningkatan eksaserbasi bila diberikan bersama
  kortikosteroid lain terutama pada penderita asma
Dosis                           : 2-4X sedotan / hari

8.      Nama generik              : Dextromethorphan
Nama dagang              : Benmar, bufamet, decadryl, anadex, decold,
  methor, abtugon,dsb
Sediaan                       : Tablet, Kapsul, Suspensi, Sirup
Kelompok obat           : Antitusif
Mekanisme kerja         : Meningkatkan ambang rangsang batuk secara
  central
Indikasi                       : Batuk kronis atau akut
Kontraindikasi                        : Hipertensi berat, penyakit arteri koroner, wanita
  hamil, hipersensitivitas
Efek samping              : Mual, pusing, depresi pernafasan
Interaksi obat              : Tidak boleh diberikan bersamaan MAO karena
  menimbulkan depresi pernafasan berat
            Dosis                           : dewasa : 4X30mg/hari
                                                Anak : 1mg / kg BB /hari dibagi 3 – 4 dosis

9.      Nama generik              : Desonida
Nama dagang              : Apolar, Apolar-N
Sediaan                       : Salep atau krim
Kelompok obat           : Kortikosteroid topical
Mekanisme kerja         : Tidak diketahui dengan jelas, diduga karena efek
  vasokonstriksinya dan mempercepat sintesa
  protein.
Indikasi                       : Dermatosis yang disertai peradangan atau pruritus
Kontraindikasi                        : Hipersensitivitas, wanita hamil terutama pada
  penggunaan yang lama
Efek samping              : Rasa terbakar, gatal, iritasi, kulit kering, folikulitis,
  miliaria
Interaksi obat              : -
Dosis                           : 2-4 X pemberian / hari

10.  Nama generik              : Diltiazem
Nama dagang              : Farmabes, herbeser, diltikor
Sediaan                       : Tablet, Kapsul
Kelompok obat           : Anti hipertensi (kalsium antagonis).
Mekanisme kerja         : Menghambat asupan, pelepasan atau kerja kalsium
  melalui slow channel calcium
Indikasi                       : Hipertensi, angina pektoris, MCI, penyakit
  vaskuler perifer
Kontraindikasi                        : Wanita hamil dan menyusui, dan gagal jantung
Efek samping              : Bradycardia, pusing, lelah, edema kaki, gangguan
  saluran cerna
Interaksi obat              : Menurunkan denyut jantung bila diberikan
  bersama beta bloker, efek terhadap konduksi  
  jantung dipengaruhi bila diberikan bersama
 amiodaron dan digoxin. Simitidin meningkatkan
  efeknya
Dosis                           : Hipertensi : 3X30 mg / hari sebelum makan
  Angina : 3x30 – 60 mg / hari sebelum makan
11.  Nama generik              : Fluocinolone
Nama dagang              : Synalar, bravoderm, cinolon, fasolon,fluocort,
  kalcinol, neosinol dsb
Sediaan                       : Salep atau krim
Kelompok obat           : Kortikosteroid topical
Mekanisme kerja         : Tidak diketahui secara jelas diduga karena efek
  vasokonstriksinya
Indikasi                       : Peradangan atau pruritus pada dermatosis,
  dermatosis karena infeksi sekunder
Kontraindikasi                        : Hipersensitivitas tidak digunakan untuk daerah
  telinga, wanita hamil pada penggunaan lama
Efek samping              : Rasa terbakar, gatal, kulit kering, folikulitis,
  miliaria
Interaksi obat              : -
Dosis                           : 2-4x pemberian / hari

12.  Nama generik              : Furosimide
Nama dagang              : Cetasix, farsix, furocetic, impugan, kutrix, lasix,
                                      salurix, uresix dsb
Sediaan                       : Tablet, Kapsul dan Injeksi
Kelompok obat           : Diuretika kuat
Mekanisme kerja         : Mengurangi reabsorpsi aktif  NaCl dalam lumen
              tubuli  ke dalam intersitium pada ascending limb
  of Henle
Indikasi                       : Edema paru akut, edema yang disebabkan penyakit
  jantung kongesti, sirosis hepatis, nefrotik
  syndrome, hipertensi
Kontraindikasi                        : Wanita hamil dan menyusui
Efek samping              : Pusing, lesu, kaku otot, hipotensi, mual, diare
Interaksi obat              : Indometacin menurunkan efek diuretiknya. Efek
  otoksik meningkat bila diberikan bersama
  aminoglikosid. Tidak boleh diberikan bersama
  asam etakrina. Toksisitas salisilat meningkat bila
  diberikan bersamaan. Mengantagonis tubokurarin
  dan meningkatkan efek suksinilcolin dan obat
  antihipertensi
Dosis                           : Dewasa : 40 mg / hari
  Anak : 2-6 mg / kg BB /hari

13.  Nama generik              : Gemfibrozil
Nama dagang              : Lifibron, Lipozil, Lipoid, Progenzal.
Sediaan                       : Tablet dan kapsul
Kelompok obat           : Antilipidemik
Mekanisme kerja         : Menurunkan inkorporasi asam lemak rantai
  panjang ke dalam trigliserid plasma, sehingga
  menurunkan produksi VLDL hati.
Indikasi                       : Hipertrigliserid berat ( tipe III, IV, V )
Kontraindikasi                        : Penyakit hati, ginjal, dan kantung empedu , wanita
  hamil dan menyusui.
Efek samping              : Mual, muntah, diare, erupsi kulit
Interaksi obat              : Kejadian rabdomiolisis meningkat bila diberikan
  bersama lovostatin. Pemberian bersama
  antikoagulan harus hati-hati
Dosis                           : 2X600 mg/ hari, 30 menit sebelum makan

14.  Nama generik              : Gentamicin
Nama dagang              : Colircusi gentamicin, danigen, garamycin,                                                     gentacyl, gentafilm, gentamerck, digenta.
Sediaan                       : Salep, injeksi, dan obat tetes
Kelompok obat           : Antibiotika ( aminoglikosid)
Mekanisme kerja         : Menghambat sintesa protein mikroba dengan                                                mengikat sub unit ribosom 30S
Indikasi                       : Infeksi serius pada saluran nafas bawah, intra
                                      abdominal, jaringan lunak, tulang, saluran kemih,
dan maningitis yang disebabkan basil garam negatif seperti E. Coli, Ps. Aeroginosa, staphilococcus, profilaksis endokarditis.
Kontraindikasi                        : Hipersensitivitas. Hati-hati pemberian pada wanita
                                      hamil dan penyakit gagal ginjal.
Efek samping              :Neurotoksik dan nefrotoksik, anemia, gatal-gatal,
  urtikaria, mual-muntah, diare
Interaksi obat              : Tidak boleh diberikan bersama aminoglikosid lain,
  sefaloridin, viomisin, polimiksin, kolistin,
  sisplatin, vankomisin, asam etakrinat, furosemid.
  Penisilin menurunkan efektivitas obat ini.
Dosis                           : Dewasa: 3 x 3-5 mg/kgbb/hari
                                      Anak: 6-7,5 mg/kgbb/hari dibagi 3 dosis

15.  Nama generik              : Glibenclamide
Nama dagang              : Daonil, Euglucon
Sediaan                       : Tablet
Kelompok obat           : Antidiabetes (sulfonilurea)
Mekanisme kerja         : Bekerja dengan merangsang hormon insulin di
  pankreas
Indikasi                       : Diabetes Melitus
Kontraindikasi                        : Wanita diabetes yang sedang hamil, penderita
  glikosuria renal non-diabetes, hipersensitivitas.
Efek samping              : Mual, muntah, sakit perut, vertigo, bingung,
  ataksia, reaksi alergi
Interaksi obat              : Glukokortikoid, hormon tiroid, diuretika, estrogen
  menyebabkan peningkatan kadar glukosa dalam
  darah bila diberikan bersamaan. Dosis obat ini
  harus ditingkatkan bila diberikan bersama fenitoin,
  rifampin, klorpromazin. Meningkatkan resiko
  hipoglikemia bila diberikan bersama alkohol,
  fenformin, sulfonamid, kaptopril, simetidin,
  antikoagulan, kloramfenikol, penghambat MAO
  dan anabolik steroid, klofibrat serta fenfluramin,
  salisilat.
Dosis                           : 1-2 x 5-20 mg/hari

16.  Nama generik              : Glipizide
Nama dagang              : Minidiab
Sediaan                       : Tablet
Kelompok obat           : Antidiabetes (sulfonilurea)
Mekanisme kerja         : Bekerja dengan merangsang sekresi insulin di
  pankreas
Indikasi                       : Diabetes melitus
Kontraindikasi                        : Wanita diabetes yang sedang hamil, glikosuria
  renal non diabetes, diabetes berat (ketoasidosis),
  hipersensitivitas.
Efek samping              : Gangguan saluran cerna seperti mual, muntah,
  kulit kemerahan.
Interaksi obat              : Glukokortikoid, hormon tiroid, diuretik, estrogen
  meningkatkan kadar glukosa dalam darah.
  Rifampin. Fenitoin, fenobarbital, klorpromazin
  menyebabkan metabolisme obat ini meningkat
  sehingga perlu dosis yang besar bila diberi
  bersama. Resiko hipoglikemia meningkat bila
  diberikan bersama salisilat, alkohol, fenformin,
  fenilbutazon, kaptopril, simetidin, anti koagulan,
  kloramfenikol, penghambat MAO, anabolik steroid
  serta fenfluramin, dan klofibrat
Dosis                           : 5 mg, 30 menit sebelum makan

17.  Nama generik              : Hydrocortisone
Nama dagang              : Silacort, actinac, bufacort, brentan, bufaform,
  dermacort, cotimmycin, protocedyl
Sediaan                       : Salep atu krim, obat tetes, supositeria, injeksi
Kelompok obat           : kortikosteroid
Mekanisme kerja         :Mempengaruhi kecepatan sintesa protein dan
  karena efek vasokonstriksinya
Indikasi                       : Syok, radang pada kulit, mata dan telinga, asma
  bronchial, reumatoid artritis, pirai
Kontraindikasi                        : Infeksi jamur sisstemik, wanita hamil dan
  menyusui, hipersensitivitas.
Efek samping              : Demam, mual,artralgia, malaise, rasa terbakar,
   gatral, hipopigmentasi, miliaria.
Interaksi obat              : Fenitoin, fenobarbital, efedrin, rifampin
  meningkatkan bersihan hidrokortison.
  Hipokalemia timbul bila diberikan bersama
  diuretik hematkalium. Hati-hati bila diberikan
  bersama antikoagulan
Dosis                           : Rectal : 2x1, supositoria / hari (pagi dan malam),
  Salep / krim : 2x pemberian / hari
  *reumatoid artritis : sendi lutut : 25mg
  Biasanya 5-75 mg tergantung luas kerusakan.

18.  Nama generik              : Ketotifen fumarate
Nama dagang              : Intifen, nortifen, tehatifen, prevas, astiven,
  provilas, dsb
Sediaan                       : Tablet, sirup
Kelompok obat           : Antihistamin
Mekanisme kerja         : Menghambat reseptor histamin sehingga pelepasan
  histamin dan leukotrin dari sel mast terganggu.
Indikasi                       : Profilaksis asma, penyakit alergi lain
Kontraindikasi                        : Hipersensitivitas
Efek samping              : Sakit kepala, mengantuk, pusing, mual, muntah
Interaksi obat              : Pembertian bersama obat despresi SSP dan alkohol
  meningkatkan efek sedasinya
Dosis                           : Profilaksis asma : dewasa : 2x1,38-2,76 mg / hari
  selama 121 bulan

19.  Nama generik              : Methyl prednisolone
Nama dagang              : Lameson, urbason, dsb
Sediaan                       : Tablet, suspensi, injeksi, salep / krim
Kelompok obat           : Kortikosteroid
Mekanisme kerja         : Menyebabkan efek metabolik yang bervariasi dan
  merubah respon imun tubuh terhadap rangsangan.
Indikasi                       : Insufisiensi adrenal primer dan sekunder.
  Reumateroid artritis, pirai, bursitis, penyakit
  kolagen, penyakit kolagen seperti dermatitis
  eksfoliativa, kolitis ulsirativ, edema, konjungtivitis
  alergika
Kontraindikasi                        : Infeksi jamur sistemik, bayi prematur,
                                      hipersensitivitas, hati-hati pada penderita ulkus
                                      peptikum, herpes simpleks
Efek samping              : Retensi cairan, osteoporosis, gangguan saluran
  cerna, penyembuhan luka yang lambat, glaukoma.
Interaksi obat              : Tidak boleh diberikan bersama vaksin terutama
  vaksin smallpox. Kejang dapat terjadi bila
  diberikan bersama siklosporin. Hati-hati bila
  diberikan bersama aspirin.
Dosis                           : Adrenal insufiensi : 40 mg setiap 2 jam
  Reumatoid artritis 40 -120 mg / hari


20.  Nama generik              : Cisapride
Nama dagang              : Prepulsid
Sediaan                       :Tablet
Kelompok obat           :Prokinetik (antiemetik)
Mekanisme kerja         : Bekerja dengan membebaskan asetikolin dari
  fleksus mesenterikus sehingga meningkatkan
  aktivitas peristaltik dan tonus sfingter esofagus
  inferior ; memperbaiki kontraktilitas lambung dan
  duodenum ; memperbaiki motilitas usus halus dan
  kolon
Indikasi                       : Refluks esofagitis, dispepsia non –ulkus,
  gastrofaresis
Kontraindikasi                        : Wanita hamil terutama trimester 1 dan wanita
  menyususi
Efek samping              : Diare, kejang perut, borborigma
Interaksi obat              : Tidak diketahui dengan pasti, tetapi pada hati-hati
  pemberian bersama dengan penghambat MAO
Dosis                           : Refluks esofagitis : 3x5-10 mg / hari sebelum
  makan selama 2 minggu.




BAB III
 PENUTUP

1.1  Kesimpulan
Hingga kini kita di Indonesia masih menggunakan kriteria keamanan obat bagi ibu hamil yang dilansir oleh FDA (Food and Drug Administration) sebagai pedoman dalam memberikan obat pada ibu hamil.
Kategori-kategori tersebut dibuat berdasarkan ada tidaknya (besar kecilnya) resiko terhadap sistem reproduksi, efek samping dan manfaat yag diharapkan.
       
Obat Kategori C adalah golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan menunjukkan adanya efek samping bagi janin. Sedangkan pada wanita hamil belum ada study terkontrol. Obat golongan ini hanya dapat dipergunakan jika manfaatnya lebih besar ketimbang resiko yang mungkin terjadi pada janin






DAFTAR PUSTAKA
Theodorus.1996.Penuntun Praktis Peresepan Obat.Jakarta:EGC
http://www.anggiaryadi.co.cc/2010/04/golongan-obat-yang-aman-bagi-ibu-hamil.html
Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar