MELAKUKAN PENJAHITAN LUKA EPISIOTOMI/LASERASI




A.    Pendekatan Edukatif Dalam Peran Serta Masyarakat.
   

Soadara/sodari YTH.... setiap mengunjungi Blog ini Jangan Lupa ya nge-Klik Iklan nya.....
Terima kasih :)

Pelayanan kebidanan komunitas dikembangkan berawal dari pola hidup masyarakat yang tidak lepas dari faktor lingkungan, adat istiadat, ekonomi, sosial budaya dll. Sebagian masalah komunitas merupakan hasil perilaku masyarakat sehingga perlu melibatkan masyarakat secara aktif. Keberadaan kader kesehatan dari masyarakat sangat penting untuk meningkatkan rasa percaya diri masyarakat terhadap kemampuan yang mereka miliki.
1.1 Definisi
1.1.1 Secara umum
Rangkaian kegiatan yang dilaksanakan secara sistematis, terencana dan terarah dengan partisipasi aktif individu, kelompok, masyarakat secara keseluruhan untuk memecahkan masalah yang dirasakan masyarakat dengan mempertimbangkan faktor sosial, ekonomi dan budaya setempat.

1.1.2 Secara khusus
Merupakan model dari pelaksanaan organisasi dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat dengan pendekatan pokok yaitu pemecahan masalah dan proses pemecahan masalah tersebut.
1.2 Tujuan pendekatan edukatif
1.   Memecahkan masalah yang dihadapi oleh masyarakat yang merupakan masalah kebidanan komunitas.
2.   Kembangkan kemampuan masyarakat, hal ini berbeda dengan memecahkan masalah yang dihadapi atas dasar swadaya sebatas kemampuan.

1.3 Strategi dasar pendekatan edukatif
1.3.1 Mengembangkan provider
Perlu adanya kesamaan persepsi dan sikap mental positif terhadap pendekatan yang ditempuh serta sepakat untuk mensukseskan.

Langkah-langkah pengembangan provider
1.   Pendekatan terhadap pemuka atau pejabat masyarakat.
Bertujuan untuk mendapat dukungan, sehingga dapat menentukan kebijakan nasional atau regional. Bentuknya pertemuan perorangan, dalam kelompok kecil, pernyataan beberapa pejabat yang berpengaruh.

2.   Pendekatan terhadap pelaksana dari sektor diberbagai tingkat administrasi sampai dengan tingkat desa.
Tujuan yang akan dicapai adalah adanya kesepahaman, memberi dukungan dan merumuskan kebijakan serta pola pelaksanaan secara makro. Berbentuk lokakarya, seminar, raker, musyawarah.

3.   Pengumpulan data oleh sektor kecamatan/desa
Merupakan pengenalan situasi dan masalah menurut pandangan petugas/provider. Macam data yang dikumpulkan meliputi data umum , data khusus dan data perilaku.

1.3.2 Pengembangan masyarakat
Pengembangan masyarakat adalah menghimpun tenaga masyarakat untuk mampu dan mau mengatasi masalahnya sendiri secara swadaya sebatas kemampuan. Dengan melibatkan partisipasi aktif masyarakat untuk menentukan masalah, merecanakan alternatif, melaksanakan dan menilai usaha pemecahan masalah yang dilaksanakan. Langkah– langkahnya meliputi pendekatan tingkat desa, survei mawas diri, perencanaan, pelaksanaan dan penilaian serta pemantapan dan pembinaan.

B.     Pelayanan Yang Berorientasi Pada Kebutuhan Masyarakat.
Proses dimana masyarakat dapat mengidentifikasi kebutuhan dan menentukan prioritas dari kebutuhan tersebut serta mengembangkan keyakinan masyarakat untuk berusaha memenuhi kebutuhan sesuai skala prioritas berdasarkan atas sumber – sumber yang ada di masyarakat sendiri maupun berasal dari luar secara gotong royong. Terdiri dari 3 aspek penting meliputi proses, masyarakat dan memfungsikan masyarakat.


2.1 Jenis-jenis pendekatan
1.      Specifict Content Approach
Yaitu pendekatan perorangan atau kelompok yang merasakan masalah melalui proposal program kepada instansi yang berwenang.
Contoh : pengasapan pada kasus DBD

2.      General Content objektive approach
Yaitu pendekatan dengan mengkoordinasikan berbagai upaya dalam bidang kesehatan dalam wadah tertentu.
Contoh : posyandu meliputi KIA, imunisasi, gizi, KIE dsb.

3.      Proses Objective approach
Yaitu pendekatan yang lebih menekankan pada proses yang dilaksanakan masyarakat sebagai pengambil prakarsa kemudian dikembangkan sendiri sesuai kemampuan.
Contoh : kader
2.2 Bidan Komunitas dalam masyarakat
2.2.1 Pendidikan
Pendidikan adalah upaya untuk memberikan pengetahuan kepada anggota masyarakat tentang kesehatan sehingga terjadi perubahan perilaku positif yang harus meningkat terhadap kesehatan untuk kepentingan diri, keluarga dan masyarakat. Pendidikan mencangkup pendidikan formal, pelatihan dan penyuluhan.
2.2.2 Pelatihan
Pelatihan adalah pendidikan singkat yang dilakukan kepada seseorang atau lebih guna meningkatkan ketrampilan tertentu. Tujuan pelatihan adalah dihasilkannya seseorang atau sejumlah orang yang mempunyai ketrampilan tertentu.
Untuk mendukung penerapan kurikulum tersebut, didalam rencana pelatihan ditentukan tenaga pelatih, sarana dan fasilitas serta pembiayaan pelatihan.

·         Perlatihan dukun
Tujuan pelatihan dukun adalah untuk meningkatkan keterampilan dukun dalam melayani ibu hamil, bersalin, nifas dan bayi yang dilahirkan sesuai dengan persyaratan kesehatan. Kurikulum dukun mencangkup sebagai berikut :
a)      Struktur dan fisiologis sistem reproduksi secara umum
b)      Pemeliharaan kesehatan ibu hamil
c)      Pertolongan persalinan
d)     Asuhan ibu nifas
e)      Asuhan pada bayi baru lahir
f)       Bekerja secara aseptic
g)      Penyuluhan
h)      Penyakit yang pada umumnya menggangu kesehatan ibu dan bayi
i)        Cara merujuk pasien dan
j)        Peralatan dukun

·         Pelatihan kader kesehatan desa
Kader kesehatan adalah tenaga sukarela yang melakukan kegiatan progam kesehatan desa.
a)    Tujuan pelatihan : Tujuan pelatihan kader adalah agar kader mampu memahami dan mampu berperan dalam pelaksanaan progam-progam kesehatan terutama progam KB kesehatan.
b)   Kriteria : Kriteria kader adalah diterima dan dipilih oleh masyarakat serta bersedia dan sanggup menjadi kader kesehatan.
c)    Penyelenggara pelatihan : Penyelenggara pelatihan adalah puskesmas dengan tim pelatih yang terdiri dari :
ü Pimpinan puskesmas
ü Staf puskesmas (antara lain bidan)
ü Petugas sector-sektor lain tingkat kecamatan yang berkaitan (BKKBN, Bangdes, pertanian, agama).


·         Kursus ibu
Upaya untuk meningkatkan pengetahuan ibu tentang kesehatan terutama berkaitan dengan kehamilan dan persalinan, dilakukan melalui kursus ibu.
Tujuan Untuk memberikan kursus ibu adalah untuk memberikan pemahaman kepada ibu tentang masalah kesehatan yang berkaitan dengan kehamilan dan persalinan. Secara khusus tujuan kursus ibu adalah memberi pengetahuan ibu tentang:
§  Hygiene progam menuju hidup sehat
§  Kesehatan ibu untuk kepentingan janin
§  Jalannya persalinan
§  Persiapan menyusui bayi kelak
§  Keluarga berencana

2.2.3        Penyuluhan
Penyuluhan kesehatan adalah kegiatan yang berlandaskan prinsip belajar, pemberianinformasi atau nasehat yang ditujukan kepada individu, kelompok atau masyarakat tentang bagaimana hidup sehat.
Tujuan penyuluhan kesehatan adalah tercapainya perubahan perilaku individu, keluarga dan masyarakat dalam membina, memelihara perilaku dan lingkungan sehat, serta berperan aktif dalam upaya mewujudkan derajat kesehatan yang optimal.
Metode dalam penyuluhan :
1.      Ceramah
2.      Dialog
Alat bantu penyuluhan:  
1.      Kartu (“Flash cart”)
2.      “FLIPCHART”

C.    Menggunakan Atau Memanfaatkan Fasilitas Dan Potensi Yang Ada Di Masyarakat.
Masalah kesehatan pada umumnya disebabkan rendahnya status sosial – ekonomi yang akibatkan ketidaktahuan dan ketidakmampuan memelihara diri sendiri (self care) sehingga apabila berlangsung terus akan berdampak pada status kesehatan keluarga dan masyarakat juga produktivitasnya. Hasil pengamatan, pengalaman lapangan sampai peningkatan cakupan program yang di kaji secara sistematik, semuanya membuktikan bahwa peran serta masyarakat amat menentukan terhadap keberhasilan, kemandirian dan keseimbangan pembangunan kesehatan. Besar dan beragamnya peran serta masyarakat dapat dilihat pada beberapa fakta berikut.
Dari kajian kunjungan lapangan di berbagai daerah, terungkapnya bahwa peran serta masyarakat di wujudkan dalam bentuk upaya kesehatan bersumber daya masyarakat (UKBM) yang jenisnya sangat banyak diantaranya:
a)      Posyandu (Pos pelayanan terpadu)
b)      Dana Sehat
c)      Pos UKK(pos upaya kesehatan kerja)
d)     Sbh (Satuan karya bakti Husada)
e)      Polindes (Pondok Bersalin Desa)
f)       Poskestren (pos kesehatan pesantren)
g)      LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat)
Penggunaan potensi yang ada di lingkungan masyarakat ; KADER DESA Kader Desa adalah : Tenaga sukarela yang terdidik dan terlatih dalam bidang tertentu, yang tumbuh ditengah - tengah masyarakat dan merasa berkewajiban untuk melaksanakan, meningkatkan, dan membina kesejahteraan masyarakat dengan rasa iklas tanpa pamrih dan didasari panggilan untuk melaksanakan tugas - tugas kemanusiaan. Bertitik tolak dari pengertian ini, maka kader desa adalah wakil dari masyarakat yang akan merumuskan segala hal yang menjadi kebutuhan dari masyarakat dan melakukan usaha - usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Kader desa akan menjadi “agent of change” yang akan membawa norma - norma baru yang sesuai dengan nilai tradisional mereka dan yang akan menggali segi - segi positif yang ada pada norma - norma tradisional masyarakat mereka. Pemberdayaan adalah bagian dari paradigma pembangunan yang memfokuskan perhatiannya kepada semua aspek yang prinsipil dari manusia dilingkungannya yakni mulai dari aspek intelektual (sumber daya manusia), yakni aspek material dan fisik, sampai kepada aspek manajerial. Pemberdayaan masyarakat terkait dengan pemberian akses bagi masyarakat, lembaga, dan organisasi masyarakat dalam memperoleh dan memanfaatkan hak masyarakat bagi peningkatan hidup social, ekonomi, politik dan kesehatan. Oleh sebab itu, pemberdayaan masyarakat amat penting untuk mengatasi ketidakmampuan masyarakat yang disebabkan oleh keterbatasan akses, kurangnya pengetahuan, dan keterampilan, adanya kondisi kemiskinan yg dialami sebagian masyarakat, dan adanya keengganan untuk membagi wewenang dan sumber daya yang berada pada pemerintah kepada masyarakat. Potensi masyarakat untuk mengembangkan kelembagaan keswadayaan ternyata telah meningkat akibat kemajuan sosila ekonomi masyarakat. Pada masa depan perlu dikembangkan lebih lanjut potensi keswadayaan masyrakat,terutama keterlibatan masyarakat pada berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan ketahanan social dan kepedulian masyarakat luas dalam memecahkan masalah kemasyrakatan.

3.1 Definisi
a.    Usaha membantu manusia mengubah sikapnya terhadap masyarakat, membantu menumbuhkan kemampuan orang, berkomunikasi dan menguasai lingkungan fisiknya.
b.    Pengembangna manusia yang tujuannya adalah untuk mengembangkan potensi dan kemampuan manusia mengontrol lingkungannya.

3.2 Langkah - langkah
a.    Ciptakan kondisi agar potensi setempat dapat dikembangkan dan dimanfaatkan
b.    Tingkatkan mutu potensi yang ada
c.    Usahakan kelangsungan kegiatan yang sudah ada.
d.   Tingkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan.

3.3 Prinsip - prinsip dalam mengembangkan masyarakat
a.    Program ditentukan oleh atau bersama masyarakat.
b.    Program disesuaikan dengan kemampuan masyarakat.
c.    Dalam pelaksanaan kegiatan harus ada bimbingan, pengarahan, dan dorongan agar dari satu kegiatan dapat dihasilkan kegiatan lainnya.
d.   Petugas harus bersedia mendampingi dengan mengambil fungsi sebagai katalisator untuk mempercepat proses.

3.4 Bentuk - bentuk program masyarakat
a.    Program intensif yaitu pengembangan masyarakat melalui koordinasi dengan dinas terkait/kerjasama lintas sektoral.
b.    Program adaptif yaitu pengembangan masyarakat hanya ditugaskan pada salah satu instansi/departemen yang bersangkutan saja secara khusus untuk melaksanakan kegiatan tersebut/kerjasama lintas program
c.    Program proyek yaitu pengembangan masyarakat dalam bentuk usaha – usaha terbatas di wilayah tertentu dan program disesuaikan dengan kebutuhan wilayah tersebut.

Fasilitas dan potensi yang ada di masyarakat, yaitu sumberdaya alam atau potensi desa, dan sumber daya manusia/kader kesehatan. Bidan dalam memberikan pelayanan kepada ibu dan anak di komunitas perlu memberikan pelayanan kepada ibu dan anak di komunitas dan memperhatikan factor lingkungan berikut.
1.    Lingkungan sosial.
Masyarakat yang berada di dalam komunitas memiliki ikatan sosial dan budaya. Dukun penolong persalinan sangat dekat dengan masyarakat, terutama di kalangan keluarga di desa karena mereka menggunakan pendekatan sosial-budaya sewaktu memberi pelayanan. Bidan dalam memberi pelayanan kepada ibu hamil dan bersalin diupayakan tidak bertentangan dengan kebiasaan, adat istiadat, kepercayaan dan agama di masyarakat. Oleh karena itu peran masyarakat penting dalam upaya peningkatan kesehatan ibu, anak, balita, keluarga, keluarga berencana. Peran serta masyarakat ini selalu digerakkan dan ditingkatkan melalui kegiatan penyuluhan kesehatan.
Kondisi tingkat pendidikan dan ekonomi menentukan tingkat partisipasinya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Semakin tinggi tingkat pendidikan masyarakat, semakin meningkat perhatian tersebut, menimbulkan peningkatan tuntutan masyarakat. Kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah bersama masyaraka menentukan arah upaya kesehatan masyarakat. Pelayanan kebidanan komunitas perlu mendapat dukungan politik dari organisasi swasta atau pemerintah terutama mendukung adanya undang-undang dan pelaksanaannya.

2.    Lingkungan flora dan fauna.
Kebutuhan gizi manusia bergantung pada keberadaan flora dan fauna. Masyarakat dianjurkan melakukan penghijauan. Pemanfaatan pekarangan dengan tanaman bergizi dan berkhasiat akan mendukung terwujudnya kesehatan keluarga. Peternakan juga mendukung gizi manusia. Bidan yang bekerja di komunitas memerhatikan pengaruh flora dan fauna ini. Pemanfaatan hewan dan tumbuh-tumbuuhan disampaikan melalui penyuluhan kesehaatan merupakan bantuan bidan kepada masyarakat terutama pada kaum ibu. Kerja sama dengan petugas gizi dan pertanian diperlukan di dalam peningkatan gizi masyarakat.








DAFTAR PUSTAKA

1.      Bidan Menyongsong Masa Depan, PP IBI. Jakarta.
2.      Behrman. Kliegman. Arvin. (2000). Ilmu Kesehatan Anak (Nelson Textbook of Pediatrics). EGC. Jakarta.
3.      Depkes. (2007). Kurikulum dan Modul Pelatihan Bidan Poskesdes dan Pengembangan Desa Siaga. Depkes. Jakarta.
4.      Diposkan oleh Rhina Abdullah di 01:30
5.      safrudin dan hamidah. . Kebidanan Komunitas. EGC: Jakarta.
diakses tanggal 7 september 2012 pukul 15.00


Comments

Popular posts from this blog

CONTOH SOAP ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU BERSALIN

PROSEDUR KLINIK : PEMERIKSAAN URINE IBU HAMIL ( GLUKOSA URINE & PROTEIN URINE )