RSS

Cara Alami Yang Praktis Serta Ampuh Untuk Mengatasi Mengobati Mencegah dan Membasmi Jerawat


Wajah tanpa jerawat adalah bagaikan langit tanpa bintang  nah, itulah salah satu ungkapan yang keliru. Langit sih kalau ada bintang indah, nah ini kalau diibaratkan ke wajah yang menjadi langit dan jerawat menjadi bintang yang ada kan sama sekali kesannya  pemaksaan. Hehe itu adalah istilah yang menjadi trendy topicnya para sobat yang memang memiliki sahabat yang mungil ini nih alias para sobat yang emang di wajahnya banyak bintangnya yang lebih tenar disebut  jerawat.
Pada kenyataannya, wajah tanpa jerawat itu menjadi idaman bagi sebagian besar orang. Karena wajah adalah salah satu aset utama yang dimiliki oleh setiap insan. 

Nah....
Berikut ini ada beberapa tips untuk mengusir jerawat,
·         Mencuci wajah 2 kali sehari
Mencuci wajah 2 kali sehari merupakan salah satu cara menghilangkan jerawat secara Cepat, alami dan mudah. Keringkan wajah kita dengan handuk yang bersih setelah mencuci muka karena bakteri juga  sangat menyukai tempat yang lembab dan hangat. Selalu pastikan kulit anda bersih sebelum tidur dengan mencuci muka anda sebelum tidur agar kulit beregenerasi dengan baik.
·         Tidur yang cukup
Sobat pasti pernah mengalami jerawat yang muncul dikarenakan beberapa hari tidur larut malam. Ketika begadang maka regenerasi sel berjalan tidak optimal dan metabolisme tubuh menjadi kacau sehingga timbullah jerawat. Jerawat timbul karna pola hidup yang tidak bagus. Begadang merupakan salah satu pemicu timbulnya jerawat.  Maka dari itu tidur larut malam dapat menyebabkan jerawat. Ingat makanya sama lagu bang Rhoma. Begadang jangan begadang,kalau tiada artinya...hehehe
·         Hindari Stress
Masih ingat kondisi ketika  dibawah tekanan ? pada saat kerjaan menumpuk dan sedang ujian di kuliah/sekolah hampir semua orang akan mengalami stress. Apa yang terjadi ketika kamu stress ? jerawat muncul satu persatu. Hal ini hampir selalu terjadi. Jika kita tahu bahwa ternyata stress menyebabkan jerawat, maka mulailah rubah kondisi ini. Lebih banyak bersyukur dan santai dalam menghadapi apapun akan membantu mencegah jerawat muncul. Selain itu, bukankah ketika kita tenang semuanya menjadi lebih baik ?. Maka dari itu  marilah kita hindari stres. Ayo kita rileks!
·         Perbanyak minum air putih
Air putih sangat bagus dalam membuang sisa metabolisme tubuh. Ketika air putih tercukupi maka sistem pembuangan akan lancar sehingga sampah sampah metabolisme yang ada dalam tubuh dapat dibuang secara menyeluruh sehingga tubuh bebas dari sampah. Ketika banyak sampah dalam tubuh yang tersimpan maka jerawat akan timbul.
·         Perbanyak konsumsi serat dari buah buahan dan sayuran
Salah satu fungsi serat adalah membantu sistem pengeluaran bekerja optimal. Serat yang tercukupi ditambah dengan air putih yang cukup akan melancarkan sistem pencernaan sehingga kotoran terbuang dari tubuh. Sebaliknya, orang yang tidak cukup serat dan minum air putih buang air besar tidak lancar sehingga jerawat kembali muncul.
·         Kurangi Konsumsi Gula Berlebih
makanan seperti coklat, minuman soda, biskuit, permen merupakan sederet makanan yang banyak mengandung gula yang ternyata merupakan satu pemicu timbulnya jerawat. Howard Murad, professor dari UCLA school of medicine menyampaikan bahwa gula berlebih meningkatkan insulin dalam darah yang memicu hormon androgen penyebab kulit berminya. Kulit berminyak akan mudah sekali muncul jerawat. Mulai sekarang kurangilah konsumsi makanan yang terlalu manis untuk menghilangkan jerawat

Nah....itulah beberapa tips diantaranya untuk mengusir si bintang yang ada di wajah kita. Selamat mencoba ya sobat, semoga tips ini bermanfaat. Jangan patah semangat dan terus mencoba. Fighting !!!  selain tips-tips di atas juga , sobat harus memakai sabun pencuci muka yang sesuai dengan jenis kulit sobat ya. Dan harus rajin olahraga.

KOMUNIKASI, HAK PASIEN,DAN DUKUNGAN EMOSIONAL




Kehamilan merupakan saat yang menyenangkan dan dinanti-nantikan,akan tetapi juga dapat menjadi saat kegelisahan dan keprihatinan. Pembicaraan secara efektif kepada ibu dan keluarganya dapat membantu membangun kepercayaan kepada petugas kesehatan.

Soadara/sodari YTH.... setiap mengunjungi Blog ini Jangan Lupa ya nge-Klik Iklan nya.....


Terima kasih :)

KOMUNIKASI
Komunikasi yang baik akan sangat membantu terbinanya hubungan antarmanusia yang  serasi di antara pasien dengan penolong. Keserasian hubungan pasien-penolong, sangat diperlukan dalam memperoleh rasa saling percaya. Informasi yang diperoleh penting untuk membantu menentukan diagnosis, menjalankan proses, dan melakukan evaluasi hasil pengobatan.
Tingkat kesabaran yang tinggi dan teknik berkomunikasi yang efektif merupakan syarat yang harus dimiliki oleh penolong atau petugas kesehatan dalam menghadapi orang yang sedang sakit. Selain mengalami gangguan fisik, pasien juga akan mengalami gangguan psikis atau ketegangan jiwa sehingga sebagian besar  dari  mereka akan sulit melakukan komunikasi secara baik. Empati, perhatian, dan perilaku  positif penolong, dapat meringankan beban psikis pasien selama proses komunikasi berlangsung.
Komunikasi  juga  merupakan salah satu bentuk kewajiban penolong terhadap hak pasien untuk memperoleh informasi  objektif dan lengkap tentang apa yang sedang dialaminya. Upaya yang akan atau sedang dilakukan oleh penolong, dan hasil tindakan/pengobatan yang telah diberikan. Oleh sebab itu, komunikasi harus selalu dilangsungkan dalam berbagai tahap, yaitu:
-          - Sebelum pengobatan dilakukan
-         -   Selama prosedur klinik
-          - Setelah tindakan atau pengobatan.

       DAFTAR PUSTAKA

     Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, 2002.
 



Obat - Obatan Dalam Praktik Kebidanan

Obat-obatan dalam Praktik Kebidanan





Menurut Permenkes No 900 tahun 2002 tentang praktik kebidanan, jenis obat-obatan yang digunakan dalam praktik kebidanan adalah:
A. Roborantia
B. Vaksin
C. Syock Anafilaktik:
D. Adrenalin 1 : 1000
E. Antihistamin
F. Hidrokortison
G. Aminophilin 240 mg/10 ml
H. Dopamin
I.   Sedativa
J.   Antibiotika
K.  Uterotonika
L.   Antipiretika
M.   Koagulantia
N.    Anti Kejang
O.    Glyserin
P.      Cairan infus
Q.    Obat luka
R.     Cairan disenfektan (termasuk Chlorine)
S.      Obat penanganan asphiksia pada bayi baru lahir

OBAT-OBAT DALAM PRAKTIK KEBIDANAN
A.  Obat Anti Infektikum
1.  AMOXICILLIN
a. Nama dagang : Amoxsan (Sanbe Farma), Kalmoxillin (Kalbe Farma), Topcillin (Dankos), Robamox (Compifarma), Moxigra (Graha Farma), dll
b. Komposisi :
Tiap sendok teh (5 ml) suspensi mengandung amoksilina anhidrat 125 mg
Tiap kapsul mengandung akmosilina anhidrat 250 mg dan 500 mg
c. Cara kerja obat
1) Amoksilina merupakan senyawa penisilin semi sintetik dengan aktivitas antibakteri spectrum luas yang bersifat bakterisid. Aktivitasnya mirip dengan ampisilina, efektif terhadap sebagian besar bakteri gram-positif dan beberapa gram-negatif yang bersifat pathogen.
2) Bakteri pathogen yang sensitive terhadap amoksilina adalah Staphylococci, Streptococci, Enterococci, S. Pneumoniae, N. Gonorrhoeae, H.influenzae, E. Coli, dan P. Mirabilis.
d.Indikasi
Amoksilina efektif terhadap penyakit:
1)    Infeksi saluran pernapasan kronik dan akut : pneumonia, faringitis, bronchitis, laringitis
2)    Infeksi saluran cerna : disentri basiler
3)    Infeksi saluran kemih : gonore tidak terkomplikasi, uretritis, sistitis, pielonefritis
4)    Infeksi lain : septikemia, endokarditis
e.    Dosis
1)   Anak dengan berat badan kurang dari 20 kg : 20-40 mg/kg berat badan sehari, terbagi dalam 3 dosis
2)   Dewasa atau anak dengan berat badan lebih dari 20 kg : 250-500 mg sehari, sebelum makan
3)  Gonere yang tidak terkomplikasi : amoksilina 3 gram dengan probenesid 1 gram sebagai dosis tunggal.
f.   Peringatan dan perhatian
Pasien yang alergi terhadap sefalosporin mengakibatkat terjadinya :Cross allergenicity” (alergi silang)
Penggunaan dosis tinggi atau jangka lama  dapat menimbulkan superinfeksi terutama pada saluran gastrointestina;.
Hati-hati pemberian pada wanita hamil dan menyusui dapat menyebabkan sensivitas pada bayi.
g. Efek samping
Pada pasien yang hipersensitif dapat terjadi reaksi alergi seperti urtikaria, ruam kulit, pruritis, angiodema dan gangguan saluran cerna seperti diare, mual, muntah, glositis dan stomasitis.
h. Kontra indikasi
Pasien dengan reaksi alergi terhadap penisilina.
i. Cara penyimpanan
Simpan dalam wadah tertutup rapat, di tempat sejuk dan kering.
2. AMPICILLIN
a. Nama dagang : Ampi (Interbat), Dancillin (Dankos)
b. Komposisi:
Tiap 5 ml (satu sendok teh) suspensi mengandung ampisilina trihidrat setara dengan Ampisilina Anhidrat 125 mg.
c.    Indikasi
Ampisilina digunakan untuk pengobatan:
1)    Infeksi saluran pernafasan seperti pneumonia, faringitis, bronkitis, laringitis.
2)    Infeksi saluran pencernaan seperti : shigellosis, salmonellosis.
3)    Infeksi saluran kemih dan kelamin seperti gonore, uretritis, sistitis, pielonefritis
4)    Infeksi kulit dan jaringan kulit
5)    Septikemia, meningitis.
d.    Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap penisilin
e.  Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering
3.  CIPROFLOXACIN
a.  Nama dagang : Ciprex (Sanbe), Floxigra (Graham Farma)
b. Komposisi
Tiap tablet salut selaput mengandung Siprofloksasin hidroklorida monohidrat setara dengan siprofloksasin 250 mg.
Tiap tablet salut selaput mengandung Siprofloksasin hidroklorida monohidrat setara dengan siprofloksasin 500 mg.
c. Cara kerja obat
Siprofloksasin merupakan anti infeksi sintetik golongan kinolon yang menghambat DNA-girase. Tidak menunjukkan resistensi paralel terhadap antibiotika lain yang tidak termasuk dalam golongan karboksilat. Efektif terhadap bakteri yang resisten terhadap antibiotika lain misalnya aminoglikosida, penisilin, sefalosporin, dan tetrasiklin. Siprofloksasin efektif terhadap bakteri gram-negatif dan gram-positif.
d. Indikasi
Untuk pengobatan:
1)   Infeksi yang disebabkan oleh kuman pathogen yang peka terhadap siprofloksasin pada saluran kemih kecuali prostatistis, uretritis dan servitis gonore.
2)   Infeksi saluran pernapasan kecuali pneumonia oleh streptokokus
3)   Infeksi kulit dan jaringan lunak
4)   Infeksi tulang sendi
5)   Infeksi saluran pencernaan termasuk demam tifoid dan paratifoid.
e. Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap siprofloksasin atau dengan derivate kinolon yang lain. Wanita hamil atau menyusi, anak-anak dan remaja yang , masih dalam pertumbuhan.
f. Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering
4. METRONIDAZOL
a. Nama dagang : Flagyl (Novartis), Grafazol (Graha Farma)
b. Komposisi
Metronidazol 250 mg, tiap tablet mengandung metronidazol 250 mg
Metronidazol 500 mg, tiap tablet mengandung metronidazol 500 mg
c. Indikasi
Metronidazol terutama digunakan untuk amoebiasis intestinal dan extra intestinal dan juga trichomoniasis, giardiasis, lambliasis. Juga untuk pencegahan dan pengobatan infeksi bakteri anaerobik.
d. Cara kerja obat
Metronidazol mempunyai daya trikomonisaid langsung. Pada biakan trikomonas vaginalis dengan konsentrasi Metronidaol 2,5 mcg/ml dapat menghancurkan 99% parasit dalam waktu 24 jam dan mempunyai daya amobisid langsung.
Pada biakan E.histolytica dengan konsentrasi 1-2 mcg/ml, maka dalam waktu 24 jam semua parasit telah musnah.
e. Kontra indikasi
Pasien yang hipersensitif terhadap metronidazole, wanita hamil yang menderita trichomoniasis pada trimester pertama
Pasien yang mempunyai penyakit susunan syaraf pusat yang aktif dan riwayat penyakit “Blood Dyscrasia”.
f. Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya langsung.
5. ACYCLOVIR
a. Nama dagang : Clinovir (Pharos), Danovir (Dankos)
b. Komposisi
Tiap tablet mengandung acyclovir 200 mg
Tiap tablet mengandung acyclovir 400 mg
c. Indikasi
Pengobatan infeksi virus herpes simplex pada kulit dan selaput lendir, termasuk herpes genitalis inisial dan rekuren.
Pengobatan infeksi herpes zoster dan varicella.
d. Cara kerja obat
Acyclovir adalah analog nukleosida purin asiklik yang aktif terhadap virus herpes simplex, varicella, zoster, Epsten-Barr dan cytomegalovirus. Di dalam sel acyclovir mengalami fosforilasi menjadi bentuk aktif acyclovir trifosfat yang bekerja menghambat virus herpes simplex DNA polymerase dan replikasi DNA virus, sehingga mencegah sintesa DNA virus tanpa mempengaruhi proses sel yang normal.
e. Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap acyclovir.
f. Cara penyimpanan
Simpan ditempat yang sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya
6.COTRIMOXASOL
a. Nama dagang : Primadex (Dexa Medika), Bactrim (Roche), Sanprima (Sanbe)
b. Komposisi
Sirup
Tiap sendok teh (5 ml) mengandung:
Sulfametoksazol 200 mg
Trimetropim 40 mg
Tablet
Sulfametoksazol 400 mg
Trimetropim 80 mg
c. Indikasi
1)   Infeksi saluran kemih seperti pielonefritisdan pielitis oleh kuman yang sensitif seperti Escherichia coli, Klebsiella, Enterobacter dan Proteus.
2)   Infeksi saluran pencernaan terutama oleh kuman Salmonella dan Shigella, seperti tifoid, paratifoid dan disentri basiler.
3)   Infeksi saluran pernapasan seperti bronkitis akut dan kronis oleh kuman H. Influenzae atau S.pneumonea.
4)   Infeksi lain seperti toxoplamasis dan infeksi lainnya dimana obat terpilih tidak dapat diberikan.
d. Kontra indikasi
Obat ini jangan diberikan pada pasien yang peka terhadap sulfonamide dan trimetroprim, wanita hamil atau menyusui, anak-anak dibawah 2 bulan, penderita anemia megalobastik karena kekurangan asam folat.
e. Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering, pada suhu dibawah 30o C, terlindungi dari cahaya.
7. SPIRAMYCIN
a. Nama dagang : Inamycin (indofarma), Osmycin (Pharos)
b. Komposisi
Tiap tablet salut mengandung 500 mg spiramisina
Tiap 5 ml mengandung 125 mg spiramisina
c. Indikasi
1)   Inamycin digunakan untuk infeksi saluran nafas, seperti tonsilitis, faringitis, bronchitis, pneumonia, sinusitis dan otitis media
2)   Infeksi pada kulit
3)   Infeksi pada telinga
4)   Infeksi-infeksi lain yang disebabkan oleh bakteri yang sensitif terhadap spiramisina.
d.    Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap spiramisina atau antibiotik makrolida lainnya.
e. Cara penyimpanan
Simpan ditempat yang sejuk dan kering serta terlindung dari cahaya.
8. NYSTATIN
a. Nama dagang : Nystin drop (Lapi), Candistin drop (Pharos)
b.Komposisi
Tiap ml mengandung Nystin 100.000 unit
c. Indikasi
Pengobatan kandidiasis pada rongga mulut dan kondidiasis intestestinal
d.Kontra indikasi
Penderita dengan riwayat hipersensitif terhadap nystatin.
e.Cara penyimpanan
Simpan di tempat sejuk (15-25oC) dan kering.
9.VALACICLOVIR
a.Nama dagang : Valvir (Soho)
b.Komposisi
Tiap kaplet selaput mengandung:
Valaciclovir HCL setara dengan Valaciclovir 500 mg
c.Indikasi
Herpes zoster
Herpes simplex (pada kulit dan membran mukosa, termasuk herpes genital awal dan kambuhan)
d.Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap valaciclovir, acyclovir atau komponen lain dari obat ini
e.Cara penyimpanan
Simpan dibawah suhu 30oC, terlindung dari cahaya
10.METRONIDAZOL, NYSTATIN
a.Nama dagang : Neo Gynoza Ovula (Kalbe Farma), Vagistin Ovula (Combipharma)
b.Komposisi
Tiap ovula mengandung:
Metronidazole 500 mg
Nystatin 100.000 SI
c. Indikasi
Neo gynoxa ovula diindikasikan untuk pengobatan infeksi campuran vagina yang disebabkan oleh Tricomonas vaginalis dan C. albicans
d.Kontra indikasi
1)  Hipersensitif terhadap salah satu komponen
2)  Terapi kombinasi sengan metronidazole oral sebaiknya dihindari pada kasus gangguan saraf aktif, riwayat diskrasia darah, hipotiroid atau hipoadrenal kecuali jika menurut dokter keuntungan yang didapat melebihi potensi bahaya yang muncul pada pasien
3)  Kontra indikasi pada wanita hamil trimester pertama
e. Cara penyimpanan
Simpan dibawah suhu 25oC.
11.DOXYCYCLINE
a. Nama dagang : Interdoxyn (Interbat)
b. Komposisi
Doxycline hyclate setara dengan doxycline 50 mg
Doxycline hyclate setara dengan doxycline 100 mg
c.Indikasi
1)  Infeksi saluran pernafasan: infeksi saluran pernafasan bawah termasuk pneumonia yang disebabkan Haemophilus influenza, Klebsiella, S.Pneumonia
2)  Pneumonia yang disebabkan oleh mycoplasma pneumonia
3)  Pengobatan bronkitis dan sinusitis kronis
4)  Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Klebsiella, Enterobacter, S.faecalis, E.coli
5)  Infeksi kulit: acne vulgaris
6)  Penyakit karena hubungan seksual
7)  Sebagai alternatif untuk pengobatan gonore dan sifilis
8)  Infeksi mata yang disebabkan oleh Gonococci, Staphylococci dan H.influenza seperti trachoma dan konjungtivis
9)  Infeksi Ricketsia
d.  Kontra indikasi
1)  Penderita yang hipersensitif/alergi terhadap golongan tetrasiklin
2)  Wanita hamil, menyusui dan anak dibawah umur 8 tahun.
e.   Cara penyimpanan
Simpan dibawah suhu 30oC,dan terlindung dari cahaya.
B. ANTI EMETIKUM
1.      DOMPERIDONE
a.       Nama dagang : vometa (dexa medica), monel (novel), regit (landson)
b.      Komposisi
Tiap tablet mengandung domperidone 10 mg
c.       Indikasi
1)      Sindroma dyspepsia fungsional
2)      Mual dan muntah yang disebabkan oleh pemberian ledova dan bromokriptin lebih dari 12 minggu
3)      Mual dan muntah akut.
4)      Pemakaian pada anak-anak tidak dianjurkan kecuali untuk mual dan muntah pada kemoterapi kanker dan radioterapi.
d.      Kontra indikasi
1)      Penderita yang hipersensitif terhadap domperidone
2)      Penderita dengan prolaktinoma tumor hipofise yang mengeluarkan prolaktin
3)      Tidak boleh digunakan jika serangan mortalitas lambung dapat membahayakan seperti adanya pendarahan, obstruksi mekanik, atau perforasi gastrointestinal
e.       Cara penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25-30oC (kondisi penyimpanan normal), terlindung dari cahaya.
2.      METOCLOPRAMIDEHCL
a.       Nama dagang: primperan (SOHO), nilatika (Nicholas), clopramel (novel)
b.      Komposisi
Tiap tablet mengandung metoclopramide HCL 10 mg
c.       Indikasi
1)      Meringankan/mengurangi gastroparesis akut dan yang kambuh kembali
2)      Menghilangkan rasa panas sehubungan dengan reflux esophagitis
3)      Menanggulangi mual dan muntah metabolic karena obat atau sesudah operasi
d.      Kontra indikasi
Penderita epilepsy, keadaan perdarahan gastrointestinal obstuksi mekanik atau perforasi, pheochromacytomonas
e.       Cara penyimpanan
Simpan dan sejuk, kering, terlindung dari cahaya
3.      PROMETHAZINE
a.       Nama dagang: nufapreg (nufarindo)
b.      Komposisi
Setiap tablet mengandung Promethazine Theoclate 25 mg
c.       Indikasi
Mengurangi rasa mual dan mencegah muntah yang disebabkan oleh gastrointestinal, vertigo yang disebabkan oleh maniere sindrom dan labirintitis, mabuk perjalanan (“motion sickness”) dan mual setelah operasi
d.      Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap Promethazine, Fenotiazin dan turunannya, penderita asma.
e.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya
4.      PRATHIAZINETHEOCLATE, PYRIDOXINEHCL
a.       Nama dagang: MEDIAMERB6 (darya)
b.      Komposisi
Tiap tablet salut gula mengandung:
Pyrthiazine theoclate 40 mg
Pyridoxine HCL (vitamin B6) 37,5 mg
c.       Indikasi
Untuk mencegah muntah-muntah setelah operasi, muntah-muntah pada masa kehamilan dan muntah-muntah dalam perjalanan.
d.      Kontra indikasi
Terhadap penderita yang hipersensitif
e.       Cara penyimpanan
Simpan pada suhu 25-30oC
C.     ANTIPIRETIK ANALGETIK
1.      ASAM MEFENAMAT
a.       Nama dagang: mefinal (sanbe), mefentan (kalbe)
b.      Komposisi
Tiap kaptap salut selaput mengandung asam mefenamat 500 mg
c.       Indikasi
Meredakan rasa nyeri ringan sampai sedang sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, dismenore primer, termasuk nyeri karena trauma, nyeri otot dan rasa nyeri sesudah operasi.
d.      Kontra indikasi
1)      Pasien yang hipersensitif terhadap asam mefenamat
2)      Penderita yang dengan asetosal mengalami bronkospasme, alergi rhinitis dan urtikaria
3)      Penderita dengan tukak lambung dan usus
4)      Penderita dengan ganguan ginjalyang berat
e.       Simpan pada suhu kamar (25-30oC) dan tempat kering serta terlindung dari cahaya langsung.
2.      PARACETAMOL
a.       Nama dagang:
Sanmol (sanbe), pamol (interbat), panadol (glaxo)
b.      Komposisi
Tiap sendok the (5 ml) mengandung paracetamol 120 mg
Tiap ablet mengandung paracetamol 100 mg
c.       Indikasi
1)      Sebagai antipiretik/analgesic termasuk bagi pasien yang tidak tahan asetosal
2)      Sebagai analesik misalnya untuk mengurangi rasa nyeri pada sakit kepala, sakit gigi, sakit waktu haid dan sakit pada otot.
3)      Menurunkan demam pada influenza dan setelah vaksinasi
d.      Kontra indikasi
Hipersensitif tehadap parasetamol dan deisiensi glucose-6- fosfat dehidrogenase. Tidak boleh digunakan pada pendeita dengan gangguan fungsi hati.
e.       Cara penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya.
3.      LIDOCAIN HCL
a.       Nama dagang: lidodex (bernofarma)
b.      Komposisi
Lidocain HCL 1% injeksi tiap ml mengandung 10 mg lidocain HCL
Lidocain HCL 2% injeksi tiap ml mengandung 20 mg lidocain HCL
Lidocain HCL 4% injeksi tiap ml mengandung 40 mg lidocain HCL
c.       Indikasi
Local anesthica
d.      Kontra indikasi
Hypotensi
e.       Cara penyimpanan
Simpan pada suhu kamar (25-30oC) dan tempat kering. Hindarkan dari cahaya.
4.      ASAM ASETILSALISILAT (ACETOSAL)
a.       Nama dagang: aspilet (medifarma), Farmasal (fahrenhed)
b.      Komposisi
Tiap tablet mengandung asam asetilsalisilat 100 mg
c.       Indikasi
Untuk menurunkan demam, meringankan sakit kepala, sakit gigi, nyeri otot
d.      Kontra indikasi
1)      Penderita hipersensitif termasuk asma, penderita tukak lambung (maag), pernah atau sering mengalami perdarahan di bawah kulit (konsultasikan dengan dokter)
2)      Penderita hemophilia dan trombositopenia, karena dapat meningkatkan resiko terjadinya perdarahan.
3)      Penderita yang sedang diterapi dengan antikoagulan (dikonsultasikan ke dokter)
e.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat yang sejuk dan kering (15-25oC)
5.      NATRIUM DIKLOFENAK
a.       Nama dagang: voltadex (dexa medika), renadinac (fahrenhed)
b.      Komposisi
Tiap tablet salut enteric Natrium diklofenak 25 mg berisi natrium diklofenak 25 mg.
Tiap tablet salut enteric Natrium diklofenak 50 mg berisi natrium diklofenak 50 mg.
c.       Indikasi
Pengobatan jangka pendek untuk kondisi akut dan kronis pada gejala-gejala:
1)      Rheumatoid atritis
2)      Osteoarthritis
3)      Ankilosing spondilitis
d.      Kontra indikasi
1)      Tukak lambung dan perdarahan gastrointestinal
2)      Hiersensitif terhadap diclofenac
3)      Penderita asma, urtikaria dan rhinitis akut yang ditimbulkan oleh acetosal atau NASID lain yang mempunyai aktivitas menghambas prostaglandin sintetase
e.       Cara penyimpanan
Simpan pada suhu kamar (suhu dibawah 30oC), hindarkan dari cahaya dan kelembaban.
D.     ANTI PERDARAHAN
1.      METHYLEROMETRIN
a.       Nama dagang: bledsthop (Sanbe), methergin (novartis), pospargin (kalbe farma)
b.      Komposisi
Tiap tablet salut selaput:
Methylergometrin hydrogen maleat setara dengan  methylergometrin maleat 0,125 mg
c.       Indikasi
1)      Penanganan aktif pada tahap 3 kelahiran
2)      Perdarahan uterine yeng terjadi setelah persalinan plasenta, uterine atony.
3)      Subinvolusi dari puerperal uterus, lochimetra
4)      Perdarahan uterine karena aborsi
d.      Kontra indikasi
1)      Tahap pertama dan kedua kelahiran bayi sebelum munculnya kepala
2)      Inersia uterine primer dan sekunder, hipertensi, toksemia, penyakit pembuluh darah oklusif, sepsis dan hipersensitivitas, kerusakan fungsi hati dan ginjal
e.       Cara penyimpanan
Simpan pada suhu kamar (25-30oC) dan temat kering serta terhindar cahaya langsung.
2.      TRANEXAMIC ACID
a.       Nama dagang: KALNEX (kalbe), plasminex (sanbe), transamin (otto)
b.      Komposisi:
Tranexamic acid kapsul:
Setiap kapsul mengandung Tranexamic acid 250 mg
Tranexamic acid tablet:
Setiap tablet mengandung Tranexaic acid 500 mg
Tranexamic acid injeksi:
Setiap ml injeksi (10% w/v) mengandung Tranexamic acid 100 mg
Setiap ml injeksi (5% w/v) mengandung Tranexamic acid 50 mg
c.       Indikasi
1)      Untuk fibrinolisis local seperti: epistaksis, prostatektomi, konisasi serviks
2)      Edema angioneurotik
3)      Pedarahan abnormal sesudah operasi
4)      Perdarahan sesudah operasi gigi pada penderita hemophilia
d.      Cara penyimpanan
Simpan dibawah suhu 30oC.
E.     OBAT SISTEM ENDOKRIN
1.      LEVONOGESTREL, ETHINYLESTRADIOL
a.       Nama dagang: planotab (triyasa), microgynon (schering)
b.      Komposisi
Setiap blister tediri dari 28 tablet yang berisi:
21 tablet kecil mengandung 0,15 mg Levonogestrel dan 0,003 mg Ethinylestradiol
7 tablet inert yang lebih besar
c.       Indikasi
Kontasepsi oral
d.      Kontra indikasi
Kontrasepsi Oral Kombinasi (KOK) tidak boleh digunakan jika terdapat salah satu dari keadaan yang tercantum di bawah ini. Jika salah satu dari keadaan yang tercantum terjadi untuk pertama kali sewaktu pemakain KOK, pemakaiannya harus segera dihentikan.
1)      Adanya atau riwayat trombotik/tromboembolik vena atau arteri yang pernah terjadi (misalnya thrombosis vena dalam, embolisme paru-paru, infark, miokardial) atau serangan pada pembuluh darah otak.
2)      Adanya atau riwayat prodomi thrombosis (misalnya serangan iskemik sementara, angina pectoris)
3)      Riwayat migrant dengan gejala-gejala neurology fokal
4)      Diabetes mellitus yang berkaitan dengan pembuluh darah
5)      Adanya factor resiko yang hebat atau berganda pada thrombosis vena atau arteri mungkin pula merupakan salah satu kontra indikasi
6)      Pankreatis atau riwayat yang diasosiasikan dengan hipertrigliseridema yang parah
7)      Adanya atau riwayat tumor hati (jinak atau ganas)
8)      Adanya atau riwayat penyakit hati yang parah selama fungsi hati belum kembali normal
9)      Diketahui atau dicurigai adanya keganasan yang dipengaruhi oleh hormone seks (contohnya dari organ kelamin atau payudara)
10)  Perdarahan vagina yang tidak didiagnosa
11)  Adanya atau diperkirakan adanya kehamilan
12)  Hipersensitivitas terhadap zat aktif atau zat-zat tambahan
13)  Riwayat herpes gestationis
14)  Sicle-cell anemia
e.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk (15-25oC) dan kering.
2.      MEDROXYPROGESTERONE
a.       Nama dagang: depo progestin (harsen)
b.      Komposisi
Suspensi steril medroxy progesterone acetat  dalam air
Tiap 3 ml mengandung: medroxy progesterone acetat 150 mg
Tiap 1 ml mengandung medroxy progesterone acetat 150 mg
c.       Indikasi
Depo progestin digunakan untuk kontrasepsi bila dengan cara lain seperti pil oral/IUD tidak dapat dilakukan
d.      Kontra indikasi
1)      Penderita yang peka terhadap Meedroxy progesterone acetate
2)      Pendarahan di vagina yang tidak diketahui penyebabnya
3)      Kelainan patologis payudara yang tidak diketahui penyebabnya
4)      Pendarahan pada saluran kemih yang tidak diketahui penyebabnya
5)      Kehamilan
e.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat yang sejuk (15-25oC) dan kering.
3.      LYNESTRENOL
a.       Nama dagang: exluton 28 (organon)
b.      Komposisi
Tiap tablet mengandung hynestrenol (suatu progesterone) 0,5 mg
c.       Indikasi
Kontrasepsi oral
d.      Kontra indikasi
1)      Kehamilan
2)      Penyakit hati berat atau riwayat ini jika hasil test fungsi hati gagal untuk kembali normal, ikterus kolestatik riwayat ikterus kehamilan atau ikterus karena penggunaan steroid, sindroma Rotor dan sindroma Dubin-Johnson
3)      Perdarahan vagina yang tidak terdiagnosa
4)      Riwayat dari kehamilan yang tidak terdiagnosa
5)      Riwayat dari kehamilan tuba atau salpingistis
6)      Riwayat selama kehamilan atau sebelum menggunakan steroid dari pruritis berat atau herpes gestationis
e.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk (15-25oC) dan kering.
4.      PROGETERONE
a.    Nama dagang: cygest (Aventis)
b.    Komposisi
Cygest 200 mg: tiap pessary mengandung progesterone 200 mg
Cygest 400 mg: tiap pessary mengandung progesterone 400 mg
c.    Indikasi
1)        Pengobatan perdarahan uterus disfungsional (PUD) atau sebagai penyokong fase liteal pada konsepsi
2)        Pengobatan sindrom premenstrual
d.    Kontra indikasi
Perdarahan melalui vagina yang tidak diketahui penyebabnya
e.    Cara penyimpanan
Simpan di tempat yang sejuk dan kering, suhu di bawah 25oC.
5.      NORETISTERONE
a.       Nama dagang : Primolut N (Shering)
b.      Komposisi
1 tablet Primolut N mengandung Noretisteron 5 mg
c.       Indikasi
Perdarahan disfungsional, amenorea primer dan sekunder, sindroma pre-menstruasi, mastopati siklik, pengaturan waktu menstruasi, endometriosis.
d.      Kontra indikasi
Primolut N sebaiknya tidak digunakan jika terdapat kondisi seperti yang tersebut dibawah ini, hal ini berlaku juga untuk produk yang mengandung progesterone saja. Jika kondisi dibawah ini timbul selama penggunaan Primolut N, penggunaan harus dihentikan secepatnya, bila:
1)        Diketahui atau diduga hamil
2)        Menyusi
3)        Proses tromboeboli
4)        Diabetes melitus dengan keterlibatan vaskuler
5)        Riwayat atau menderita penyakit hati yang parah selama nilai fungsi hati belum kembali normal
6)        Riwayat atau menderita tumor hati (ringan aatau akut)
7)        Diketahui atau menderita keganasan yang tergantung pada hormon seks
8)        Hipersensitifitas terhadap zat aktif atau zat tambahan lain
e.       Cara penyimpanan
Simpan semua obat dengan baik dan jauhkan dari jangkauan anak-anak.
6.      CLOMIFENE CITRAT
a.       Nama dagang : Provula (Dexa Medika), Profertil (Kalbe Farma), Fertin (Interbat)
b.      Komposisi
Tiap tablet mengandung clomifine citrat 50 mg
c.       Indikasi
Infetrilitas pada wanita.
Menambah spermatogenesis pada penderita oligosperma.
d.      Kontra indikasi
1)        Penderita penyakit hati atau yang mempunyai latar belakang disfungsi hati, evaluasi klinik fungsi hati harus selalu dilakukan sebelumm terapi.
2)        Penderita yang mengalami pendarahan uterus abnormal dan tidak diketahui sumbernya.
3)        Endometrial carcinoma, ovarium cyst
4)        Uncontrolled thyroid atau adrenal dysfunction.
e.       Cara penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 25-30oC dan terlindung dari cahaya.
F.      OBAT SALURAN PENCERNAAN
1.      LOPERAMIDE
b.    Nama dagang : Lodia (Sanbe Farma), Imodium (Jahnson)
c.    Komposisi
Tiap tablet mengandung Loperamida Hidroksida 2 mg
d.    Indikasi
Lodia diindikasikan untuk diare non spesifik akut dan kronik.
e.    Kontra indikasi
1)        Pada anak-anak dibawah usia 12 tahun, wanita hamil dan menyusui
2)        Pada penderita colitis akut karena dapat menyebabkan toksik megakolon
3)        Pada keadaan dimana konstipasi harus dihindari dan pada penderita yang hipersensitif terhadap laporamida
f.     Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering
2.      CIMETIDIN
a.    Nama dagang : Corsamed (Corsa), Sanmetidin (Sanbe Farma), Ulsikur (Kalbe Farma)
b.    Komposisi
Tiap tablet mengandung simetidin 200 mg
c.    Indikasi
Simetidin digunakan untuk penderita tukang lambung dan duodenun, reflukesopagitis dan keadaan hipersekresi patologis, seperti sindroma Zollinger-Ellison.
d.    Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif.
e.    Cara penyimpanan
Simpan ditempat yang sejuk dan kering, terlindung dari cahaya
3.      BISACODYL
a.    Nama dagang : Dulcolax (Boehringer)
b.    Komposisi
1 supositoria dewasa mengandung 10 mg Bisacodyl
1 supositoria anak mengandung 5 mg Bisacodyl
Zat tambahan: Witepsol E76, Witesol W45
c.    Indikasi
Digunakan untuk pasien yang menderita konstipasi.
Untuk persiapan diagnostic, terapi sebelum dan sesudah operasi dan kondisi untuk mempercepat defekasi, Bisocadyl harus digunakan dengan pengawasan medis.
d.    Kontra indikasi
Dulcolax dikontra indikasikan pada pasien ileus, obstruksi usus, yang baru mengalami pembedahan dibagian perut seperti usus buntu, radang usus akut dan dehidrasi parah.
Dulcolax juga dikontra indikasikan pada pasien yang diketahui hipersensitif terhadap bisocadyl atau komponen lain dalam produk.
e.    Cara penyipanan
Simpan pada suhu 15-25oC, simpan ditempat yang aman, jauhkan dari jangkauan anak-anak.
4.      RANITIDINE
a.    Nama dagang : Acran (Sanbe Farma), Anitid (Bernofarma), Rantin (Kalbe Farma), Radin (Dexa Medika)
b.    Komposisi
Tiap tablet salut mengandung ranitidin hidrolkorida setara dengan ranitidine base 150 mg
Tiap ml injeksi mengandung ranitidin hidrolkorida setara dengan ranitidine base 25 mg
c.    Indikasi
Ranitidine digunakan untuk pengobatan tukak lambung dan duodenum akut, refluks esophagus, keadaan hipersekresi asam lambung patologis seperti pada sindroma Zollinger-Ellison, hipersekresi pasca bedah.
d.    Kontra indikasi
Hipersensitif terhadap ranitidin.
e.    Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.
5.      ALUMUNIUM HIDRIXIDE, MAGNESIUM CARBONAT, CALCIUM CARBONAT
a.       Nama dagang : Stomacain (Combifarma)
b.      Komposisi
Setiap tablet mengandung: alumunium hydroxide-magnesium carbonate-calcium carbonate co-precipate 244 mg.
c.       Indikasi
Mengurangi gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, tukak lambung, gastritis, tukak usus dua belas jari, dengan gejala-gejala mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, perasaan penuh pada lambung.
d.      Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitivitas terhadap komponen obat ini.
Pasien dengan hipo atau hipertiroidisme, pasien dalam dialisis (untuk pengobatan jangka panjang dapat menyebabkan enselopati atau penyakit tulang yang berhubungan dengan alumunium).
e.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk (15-25oC) dan kering.
G.    DERMATOLOGI
1.      HYDROCORTISONE
a.       Nama dagang : Hydrocortisone (Kalbe Farma)
b.      Komposisi
Tiap gram krim mengandung hidrokartisone asetat 28 mg setara dengan hidrokartisone 25 mg.
c.       Indikasi
Menekan reaksi radang pada kulit yang bukan disebabkan infeksi seperti eksim dan alergi kulit seperti dermatitis atropic, dermatitis kontak, dermatitis alergic, pruritis anogenital dan neuro dermatitis.
d.      Kontra indikasi
Penyakit kulit karena virus atau tuberculosis, akut rosasae, scabies, dermatitis perioral, tinae, pemakaian lama atau daerah yang luas pada kehamilan.
Penderita yang hipersensitif
Herpes simplex, vaccinia dan varicella, infeksi jamur.
e.       Cara penyimpanan
f.       Dalam wazdah tertutup rapat, ditempat sejuk.
2.      KETOCONAZOLE
a.       Nama dagang : Mycoral (Kalbe Farma), Zoloral (Ika Pharmindo)
b.      Komposisi
Tiap gram krim mengandung ketoconazole 20 mg.
c.       Indikasi
Ketoconazole krim diindikasikan untuk pengobatan topikal pada infeksi kulit seperti: tinea korporis, tinea kruris, tinea manus, tinea pedis.
Infeksi kulit di atas yang disebabkan oleh Trichopyton mentagraphytes, Microsparum canis dan Epidermophyton floccosum.
Juga untuk pengobatan kandidosis kutis dan tinea (Pitriasis) versikolor.
d.      Kontra indikasi
Pasien hipersensitif terhadap bahan-bahan dalam sediaan ini.
e.       Cara penyimpanan
Simpan pada suhu dibawah 30oC, terlindung dari cahaya.
H.    OBAT SALURAN PERNAPASAN
1.      DEXTROMETHORPHAN
a.       Nama dagang : Sanadryl DMP (Sanbe Farma)
b.      Komposisi
Tiap sendok teh (5 ml) mengandung dekstrometorfan hidrobromida 10 mg.
Tiap tablet salut selaput mengandung dekstrometorfan hidrobromida 15 mg.
c.       Indikasi
Dekstrometorfan sangat efektif untuk pengobatan batuk kering yang kronis dan batuk yang disebabkan iritasi tenggorokan dan bronkus.
d.      Kontra indikasi
Penderita yang mengalami kegagalan pernafasan , penyakit hati  (liver disease) dan penderita yang hipersensitif terhadap Dekstrometorfan.
e.       Cara penyimpanan
Dalam wadah tertutup rapat, terlindung dari cahaya. Simpan ditempat sejuk dan kering.
2.      SALBUTAMOL
a.       Nama dagang : Lasal (Lapi), Ventolin (Galxo Smith Klim)
b.      Komposisi
Tiap tablet mengandung salbutamol sulfat setara dengan salbutamol 2 mg
Tiap tablet mengandung salbutamol sulfat setara dengan salbutamol 4 mg
c.       Indikasi
Untuk meringankan gejala sesak nafas pada penderita asma bronkhial, bronkhitis kronis dan emfisema.
d.      Kontra indikasi
Penderita yang hipersensitif terhadap salbutamol.
e.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat yang sejuk dan kering.
3.      AMBROXOL
a.       Nama dagang : Epexol (Sanbe Farma)
b.      Komposisi
Tablet: tiap tablet mengandung 30 mg ambroxol hidroksida.
Sirup: tiap sendok teh (5 ml) mengandung 15 mg ambroxol hidriksida
c.        Indiksi
Diindikasikan penyakit saluran pernapasan akut dan kronis yang disertai dengan sekresi bronkial yang abnormal.,terutama pada serangan akut bronkitis kronis, asma bronkial, bronkitis asmatik, pengobatan sebelum dan sesudah operasi serta pada perawatan intensif untuk menghindari komplikasi paru-paru.
d.      Cara penyimpanan
Simpan ditempat yang sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.
I.       OBAT SALURAN UROGENITAL
1.      OXYTOCIN
a.    Nama dagang : Induxin (Kalbe Farma), Syntocinon (Novartis)
b.    Komposisi
Tiap ml injeksi mengandung oxytocin sintetik 10 IU.
c.    Indikasi
1)        Antepartum
Oxytocin akan meningkatkan kontraksi uterus, agar proses persalinan dapat berjalan lebih cepat untuk kepentingan ibu dan/atau fetus.
Dapat digunakan untuk:
·      Induksi persalinan
·      Stimulasi atau memperkuat kontraksi persalinan, seperti pada inersia uteri.
·      Terapi tambahan pada abortus inkomplit, ataupun abortus yang terjadi pada trimester II.
2)        Post partum
Oxytocin dapat membantu menghasilkan kontraksi uterus pada kala III persalinan, sehingga dapat mengontrol perdarahan postpartum.
d.    Kontra indikasi
1)      Disproporsi sefalopelvik
2)      Kelainan letak yang diperhatikan tidak dapat lahir spontan pervaginam, misalnya letak lintang.
3)      Pada kasus-kasus gawat, dimana lebih baik melakukan tindakan operasi secti secarea.
4)      Gawat janin
5)      Pemakaian terus menerus pada inersia uteri atau toksemia yang berat
6)      Kontraksi hipertonus
7)      Hipersensitif
8)      Induksi persalinan dimana persalinan secara spontan pervaginam merupakan kontraindikasi, seperti rupture tali pusat, plasenta previa totalis, vasa previa.
e.    Cara penyimpanan
Simpan dibawah suhu 25oC, jangan dibekukan.
J.      VITAMIN
1.      ASAM FOLAT
a.       Nama dagang : Folacom (Combiphar), Folavit (Sanbe), Vomilat (Kalbe)
b.      Komposisi
Tiap tablet mengandung asam folat 1 mg.
c.       Indikasi
Asam folat berperan dalam pertumbuhan janin yang normal, serta membantu memelihara kesehatan tubuh.
d.      Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.
2.      EXT. PLAENTAE, CYANOCOBALAMIN (TABLET SALUT GULA)
a.       Nama dagang : Moloco B12 (Darya)
b.      Komposisi
Tiap tablet salut gula mengandung:
Ext. Pkacentae 15 mg
Cyanocobalamin 20 mcg
c.       Dosis dan cara pemberian
3 tablet perhari, 1 tablet setelah setiap makan utama
d.      Cara penyimpanan
Simpan pada suhu 25-30oC.
3.      ZAT BESI
a.       Nama dagang : Maltofer (Combiphar), Ferrofort (Kalbe Farma)
b.      Komposisi
Setiap tablet kunyah mengandung 100 mg zat besi sebagai Kompleks Besi (III)-Hidroksida Polimaltosa (KBP), siklamat, zat pengaroma dan zat tambahan untuk pencetakan tablet.
c.       Indikasi
1)      Untuk pengobatan pada defisiensi zat besi laten dan anemia (gejala defisiensi zat besi)
2)      Terapi pencegahab defisiensi zat besi selama masa kehamilan
d.      Cara penyimpanan
Simpan didalam wadah aslinya pada suhu dibawah 25oC.
4.      CALCIUM LACTATE
a.       Nama dagang : Licocalk (Berlico), Elkana (Sanbe Farma), Lycalvit (Interbat)
b.      Komposisi
Calcium lactate 500 mg
c.       Indikasi
Membantu memenuhi kebutuhan kalsium
d.      Kontra indikasi
Penderuta dengan pengobatan glikosida jantung
e.       Cara kerja obat
Kalsium merupakan mineral yang dubutuhkan untuk metabolisme normal.
f.       Dosis dan cara pemberian
Dewasa: 3 kali sehari 1-2 tablet
Anak-anak: 2-3 kali sehari 1 tablet
g.       Cara penyimpanan
Simpan ditempat sejuk (15-25oC)
5.      DOCOSAHEXANOIC ACIS (DHA)
a.    Nama dagang : Inlacta DHA (Interbat), Osfit DHA (Kalbe Farma), Prolacta DHA (Novartis)
b.    Komposisi
Tiap softkapsul mengandung:
DHA 225 mg
EPA 45 mg
Vitamin E 5 mg
c.    Indiksi
Memelihara kesehatan wanita hamil, menyusui.
d.    Dosis dan cara pemberian
Sehari 1 kapsul lunak, diminum pagi hari.
Dikonsumsi pada usia kehamilan trimester III (usia kehamilan mulai 6 bulan) dimana terjadi pembentukan otak janin, sampai dengan masa menyusui.
e.    Cara penyimpanan
Simpan pada suhu 15025oC, terlindung dari cahaya.