RSS

Aspek Psikologi Masa Hamil

Aspek Psikologi Masa Hamil

Respon psikologis masa hamil berubah setiap saat sesuai dengan trimesternya, yang diawali dengan suatu ketidakpastian (ambivalent) pada kehamilannya dan berfokus hanya pada diri sendiri lalu lambat laun fokus tersebut mulai bergeser ke arah bagaimana ia dapat melindungi janin yang dikandungnya.

RESPON PSIKOLOGI TRIMESTER 1
Reaksi psikologis dan emosi yang biasanya timbul pada wanita terhadap kehamilan :
  • Kecemasan
  • Kegusaran
  • Ketakutan
  • Perasaan panik
Dalam pikiran wanita, kehamilan merupakan ancaman, kegawatan, ketakutan dan bahaya bagi dirinya. Sehingga tak jarang terdapat beberapa wanita yang pada awal kehamilannya tidak hanya bersikap menolak kehamilan, tapi juga berusaha untuk menggugurkan kandungannya, bahkan ada yang mencoba untuk bunuh diri.
Gambaran respon terhadap rasa tidak pasti
Selama beberapa minggu kehamilan seorang wanita ragu, apakah ia benar-benar hamil/tidak. Sehingga wanita tersebut berusaha untuk membuktikan kehamilannya, dengan cara mengamati perubahan tubuh dengan seksama, mencari tanda-tanda kehamilan, membahas ketidakpastian dengan keluarga, teman tentang kemungkinan hamil dan untuk memastikannya wanita melakukan tes kehamilan (periksa ke bidan, tes urin, USG dan lain-lain)
Reaksi terhadap ketidakpastian hamil
Respon terhadap ketidakpastian hamil bersifat sangat individual hal ini bergantung dari masing-masing wanita, ada yang menjadi sangat bergembira dengan berita kehamilannya karena memang sangat dinanti-nantikan dan sudah direncanakan sebelumnya, ada pula yang merasakan takut terhadap adanya kemungkinan kehamilan dan mengharapkan bukan petunjuk adanya kehamilan saat ini. Biasanya wanita tersebut mencari kepastian dari dokter atau pun bidan dalam waktu 12 minggu pertama tidak haid dan mengharap bukan petunjuk adanya kehamilan saat ini.
Gambaran ambivalensi
  • Kebanyakan wanita menunjukan ambivalen terhadap kehamilannya
  • Ada yang merasa saat ini bukan waktu yang tepat untuk hamil
  • Sekalipun kehamilan diharapkan/direncanakan sering kali wanita mengatakan tidak berfikir akan hamil secepat itu
  • Wanita merasa belum siap dengan kehamilannya
  • Wanita sering ingin tidak hamil sampai tercapai suatu tujuan tertentu/bila rencananya sudah matang
Beberapa hal yang belum diketahui wanita sebagai calon ibu
  • Apa arti kehamilan, dalam pengertian terjadinya perubahan dalam kehidupan
  • Apa yang dapat wanita tersebut berikan sebagai hasil dari kehamilan
  • Pada kehamilan yang pertama, seorang wanita mungkin saja khawatir tentang bertambahnya tanggung jawab
  • Wanita tersebut tidak yakin terhadap kemampuannya sebagai orang tua yang baik
  • Beberapa wanita yang sudah mempunyai anak akan mencemaskan kehamilannya akan mempengaruhi hubungannya dengan anak-anaknya yang lain yang juga sebagai calon kakak dari janin yang dikandungnya
  • Wanita juga mencemaskan kehamilannya akan mempengaruhi hubungannya dengan suami
Diri sebagai fokus utama
  • Pada awal kehamilan fokus utama wanita hanya pada dirinya sendiri dan bukan pada janinnya
  • Respon fisik, seperti mual dan letih, sebenarnya isyarat sesuatu telah terjadi pada dirinya, walaupun kepastian tentang janin belum menentu dan tidak nyata
  • Berat badan ibu belum bertambah
  • Wanita lebih sering mengatakan “Saya hamil” daripada “Saya akan mempunyai anak”
  • Perubahan fisik dan meningkatnya derajat hormonal dapat menyebabkan emosi menjadi labil
  • Mood berubah dengan cepat, dari gembira menjadi mudah tersinggung
  • Ibu yang optimis menjadi lebih ingin tidur
  • Menunda pekerjaan
  • Keadaan perubahan itu membingungkan pasangan yang ingin ikut mempertahankan kestabilan hubungan
  • Peran bidan membantu menerangkan pada pasangan bahwa perubahan mood merupakan hal yang normal 



1. PERUBAHAN SISTEM REPRODUKSI
uterus
terjadi pertambahan ukuran sel-sel otot uterus
terjadi lightening pada akhir-akhir kehamilan
pengaruh hormon estrogen dan progesteron :
  • Hipertrofi dan dilatasi otot
  • Penumpukan jaringan fibrosa dan elastik untuk menambah kekuatan dinding uterus
  • Penambahan jumlah dan ukuran pembuluh darah vena
  • Dinding uterus semakin lama semakin menipis
  • Uterus kehilangan kekakuan dan menjadi lunak dan tipis bersamaan dengan bertambahnya umur kehamilan
serviks
  • terjadi perlunakan
  • mengeluarkan sekret mukus endoserviks karena pengaruh progesteron untuk perlindungan terhadap infeksi
  • estrogen meningkatkan vaskularitas sehingga timbul tanda chadwick
  • prostaglandin dilepaskan dari jaringan untuk perlunakan serviks
  • effacement atau pemendekan terjadi pada primigravida pada 2 minggu terakhir
vagina
  • jaringan otot mengalami hypertrofi
  • terjadi peningkatan vaskularisasi
  • peningkatan pengeluaran pervaginam
vulva
  • vaskularisasi meningkat
  • warna menjadi lebih gelap
ovarium dan tuba falopii
  • ovulasi berhenti selama kehamilan
  • pematangan folikel baru ditangguhkan dan hanya satu korpus luteum yang ditemukan dalam ovarium
  • tuba fallopii mengalami hipertrofi
  • epitel mukosa menjadi gepeng
2. PAYUDARA
  • Pada 3-4 minggu ada sensasi rasa nyeri, duktus dan alveoli membesar
  • Pada 6 minggu ukuran payudara bertambah besar
  • Pada 8 minggu mulai tampak 12-13 nodul kecil disekitar areola, merupakan kelenjar sebasea yang terdapat pada nipple (puting susu) yang mengalami perubahan, serta menghasilkan sebum (kelenjar keringat yang ada di puting) yang menjaga agar mammae tetap lembut dan kenyal
  • Pada 12 minggu puting susu membesar dan melunak, areola meluas, terjadi pigmentasi (berwarna lebih gelap) dengan diameter awal 4 cm, diameter maksimal 7 cm
  • Pada 16 minggu terdapat pengeluaran kolostrum
Perubahan mammae selama kehamilan
Umur kehamilan (minggu)
Perubahan
3-4 minggu
6 minggu
8 minggu
8 minggu
12 minggu
16 minggu
Rasa penuh pada payudara
Terjadi pembesaran dan sedikit nyeri
Pelebaran pembuluh darah vena disekitar mammae
Kelenjar montgomery mulai tampak
Penggelapan disekitar areola dan putting
Colostrum sudah mulai dikeluarkan
3. PERUBAHAN SISTEM ENDOKRIN/HORMON
  • Adenohypophysis (membesar sebesar 50% dan produksi hormon pertumbuhan meningkat)
  • Neurohypophysis (oksitosin)
  • Hormon ovarium (estrogen, progesteron dan relaksin)
  • Hormon-hormon sel trofoblast (HCG untuk mencegah degenerasi corpus luteum)
  • Hormon plasenta
  • HCG
  • Estrogen (menstimulasi pertumbuhan otot-otot uterus dan membuat sensitif terhadap oksitosin, menstimulasi pertumbuhan duktus-duktus payudara, pertumbuhan puting susu, hiperpigmentasi)
  • Progesteron (mempengaruhi jaringan-jaringan yang dipengaruhi estrogen, proliferasi dan meningkatkan vaskularisasi desidua, relaksasi miometrium)
  • Human placental lactogen/HPL (meningkatkan metabolisme untuk nutrisi fetus terutama metabolisme glukosa dan lemak
  • Pengaruh umum estrogen adalah menyebabkan pertumbuhan baik ukuran maupun jumlah sel. Sedangkan pengaruh khususnya :
    • Menyebabkan penebalan dari nedometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berimplantasi
    • Menyebabkan hipertrofi (pelebaran pada otot) dari dinding uterus dan hiperplasia (peningkatan ukuran pembuluh darah) serta lymphatic yang meningkatkan vaskularisasi, kongesti (penimbunan jumlah darah atau lendir yang berlebih dalam organ tubuh) dan edema (pembengkakan). Perubahan-perubahan ini mengakibatkan : tanda chadwick (perubahan warna serviks menjadi biru lipid, tanda goodel (vagina melunak), tanda hegar (istmus tidak teraba).
    • Hipertrofi dan hiperplasia otot-otot uterus
    • Hipertrofi dan hiperplasia jaringan payudara termasuk sistem pembuluh darah
    • leucorrhea, mimisan, hidung tersumbat, ginggivitis, mual pada awal kehamilan
  • Pengaruh progesteron secara umum adalah peningkatan sekresi dan mengendurkan otot-otot polos. Sedangkan pengaruh khusus diantaranya adalah :
    • Menyebabkan penebalan dari endometrium sehingga ovum yang sudah dibuahi dapat berinflantasi
    • Mengendurkan otot-otot halus yang berakibat : meningkatnya waktu pengosongan lambung dan peristaltik, meningkatkan gastric reflux karena relaksasi cardiac spinchter yang menyebabkan rasa panas pada perut, penurunan motilitas (gerakan usus melambat) gastro intestinal yang menyababkan terjadinya konstipasi (susah BAB), pembuluh arteri dan dinding vena relaksasi dan dilatasi yang meningkatkan kapasitas vena dan menambah resiko terjadinya hemoroids/wasir.
    • Menjaga peningkatan suhu basal ibu
    • Merangsang perkembangan sistem alveolar payudara
    • Dengan hormon relaksin dapat melembutkan/mengendurkan jaringan ikat, ligamen-ligamen dan otot-otot yang mengakibatkan sakit punggung dan nyeri ligamen
4. PERUBAHAN SISTEM KEKEBALAN
  • Kadar serum IgA dan IgM meningkat selama kehamilan karena adanya peningkatan resiko infeksi
5. PERUBAHAN SISTEM PERKEMIHAN
  • BAK cenderung menetapkan frekuensinya mulai dari kehamilan 6-12 minggu, pada usia kehamilan selanjutnya perubahan jaringan bagian bawah rongga panggul akan meningkatkan frekuensi BAK dari biasanya.
  • Setelah 16 minggu pembesaran uterus akan membuat ureter menjadi dilatasi untuk menampung banyaknya urin
  • Ukuran ginjal sedikit bertambah besar, vaskularisasi meningkat karena pengaruh progesteron
  • Laju filtrasi glomerulus dan aliran plasma ginjal meningkat pada awal kehamilan dan menurun pada akhir kehamilan
  • Glukosaria (kadar glukosa dalam urin) meningkat pada kehamilan
6. PERUBAHAN SISTEM PENCERNAAN
  • Terjadi perubahan posisi lambung dan usus akibat perkembangan uterus
  • Penurunan tonus dan motilitas saluran gastro intestinal menyebabkan  waktu pengosongan lambung menjadi lebih lama
  • Penyerapan makanan meningkat
  • Terjadi konstipasi yang dapat meningkatkan terjadinya haemoroid
  • Adanya refluks sekret-sekret asam ke esofagus menyebabkan terjadinya pirosis (nyeri ulu hati)
  • Gusi menjadi melunak dan mudah berdarah (hiperemi)
7. PERUBAHAN SISTEM MUSKULOSKELETAL
  • Terdapat peningkatan mobilitas sendi sakroiliaka, sakrokoksigeal dan sendi pubis karena pengaruh hormonal
  • Perubahan postur menyebabkan rasa tidak nyaman di punggung bagian bawah
8. PERUBAHAN SISTEM KARDIOVASKULER
  • Peningkatan curah jantung pada kehamilan 16 minggu sekitar 40-50% dari biasanya
  • Peningkatan volume darah 25-30%, sel darah merah bertambah 20% yang menyebabkan hemodilusi
  • Denyut nadi meningkat
  • Cardiac output meningkat karena adanya peningkatan volume darah
  • Terdapat sedikit peningkatan tekanan darah sampai umur kehamilan 30 minggu
  • Peningkatan volume darah, bersamaan dengan distensi pada vena dan tekanan uterus menyebabkan oedema pada kaki, vulva dan saluran anal, sehingga beresiko terjadi varises vena dan sering hemoroid
  • Posisi terlentang menyebabkan terjadinya supine hypotensi syndrome
9. PERUBAHAN SISTEM INTEGUMEN/KULIT
  • Terjadi pigmentasi pada payudara, abdomen, vulva dan muka (chloasma)
  • Linea alba menjadi linea nigra
  • Muncul striae gravidarum
10. PERUBAHAN SISTEM METABOLISME
  • Terjadi perubahan metabolisme
  • Metabolisme basal meningkat
  • Masukan makanan sangat berpengaruh untuk metabolisme ibu dan janin
  • Ketidakseimbangan akan menyebabkan berbagai masalah seperti hiperemesis, diabetes dan lain-lain.
  • Retensi air meningkat akibat penurunan tekanan osmotik koloid interstisial
11. NUTRISI DAN DIET
  • Protein dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan uterus, plasenta, payudara. Sangat penting untuk material herediter, pertumbuhan dan perkembangan janin sehingga jumlah yang adekuat sangat diperlukan
  • Karbohidrat merupakan penyedia energi untuk sel-sel pada tubuh, simpanan energi (glikogen pada plasenta) untuk pertumbuhan fetus sehingga dibutuhkan asupan karbohidrat yang besar untuk energi
  • Lemak, konsenterasi lipid dan kadar kolesterol lipoprotein meningkat sebagai energi untuk ibu dan janin
  • Mineral, kebutuhan zat besi meningkat, kadar kalsium dan magnesium menurun
  • Vitamin, berfungsi untuk mengaktifkan enzim dalam tubuh sehingga suply vitamin dalam diet harus  adekuat
12. DARAH DAN PEMBEKUAN DARAH
  • Volume plasma, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu, mencapai maksimum pada 30-34 minggu sampai dengan persalinan
  • Massa RBC, meningkat mulai usia kehamilan 10 minggu
  • WBCs, meningkat selama kehamilan, persalinan dan kelahiran bayi
  • Platelets meningkat selama kehamilan dalam batas normal
  • Faktor-faktor pembekuan adalah meningkatnya fibrinogen (I, VII, VIII, IX, X), menurunnya faktor XI dan XII, sedangkan protrombin (F II) dan F XII tidak berubah
13. PERUBAHAN BB DAN IMT
  • Suatu metode untuk mengetahui penambahan BB optimal
  • Untuk rekomendasi penambahan BB
  • IMT BB(Kg)/ (TB(m))2
  • Kategori BMI, rendah (BMI < 19,8) 12,5 s/d 18, normal (BMI 19,8-26) 11,5 s/d 16, tinggi (BMI > 26-29) 7 s/d 11,5
  • 20 minggu pertama mengalami penambahan BB sekitar 2,5 kg
  • 20 minggu berikutnya terjadi penambahan sekitar 9 kg
  • Kemungkinan penambahan BB hingga maksimal 12,5 kg adalah :
Berat badan (kg)
Janin
Plasenta
Cairan amnion
Peningkatan berat uterus
Peningkatan berat payudara
Peningkatan volume darah
Cairan ekstra seluler
Lemak
3-4
0,6
0,8
0,9
0,4
1,5
1,4
3,5
Total
12,5 kg

14. PERUBAHAN SISTEM PERNAFASAN
  • Ketidaknyamanan dan gangguan memperberat penyakit saluran respirasi
  • Perubahan mukosa saluran respirasi
  • Diafragma naik atau terjadi desakan diafragma akibat dorongan rahim yang membesar
  • Pernafasan menjadi lebih pendek dan dalam (frekuensi 14-15 x/menit) akibat peningkatan penggunaan oksigen
  • Peningkatan konsumsi oksigen
  • Progesteron menyebabkan hiperventilasi
  • Penurunan kadar CO2 menyebabkan alkalosis
15. PERUBAHAN SISTEM PERSYARAFAN
  • Gangguan pada efisiensi tidur
  • Masalah pada pemusatan perhatian dan memori

ADAPTASI FISIOLOGIS TERHADAP KEHAMILAN
Adaptasi maternal melindungi fungsi fisiologis normal seorang wanita, memenuhi tuntutan metabolik kehamilan tubuh wanita, dan menyediakan kebutuhan untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Tanda Kehamilan : Presumsi à Perubahan yang dirasakan wanita (mis. Amenore, keletihan, nyeri payudara, pembesaran payudara, morning sickness), Kemungkinan à Perubahan yang diobservasi oleh pemeriksa (mis. Tanda Hegar, ballottement, tes kehamilan), Pasti à Mis. USG, bunyi DJJ (Denyut jantung janin).

Sistem Reproduksi Dan Payudara

Aksi Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium
• Aksi Hipotalamus-Hipofisis-Ovarium Selama hamil estrogen dan progesteron me↑ àmenekan sekresi FSH dan LH

• Maturasi folikel, ovulasi, dan menstruasi menjdi terhenti

• Setelah implantasi, ovum yang dibuahi dan vili korionik memproduksi hCG yang mempertahankan korpus luteum untuk produksi estrogen dan progesteron selama 8 - 10 minggu I kehamilan sampai plasenta dibentuk

Uterus
• Terjadi pembesaran uterus yang terjadi akibat:
a. peningkatan vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah

b. hyperplasia (produksi serabut otot dan jaringan fibroelastis yang baru) dan hipertrofi (pembesaran serabut otot dan fibroelastis yang sudah lama)

c. perkembangan desidua

• Pada minggu ke-7 ukuran uterus sebesar telur ayam negeri; pada minggu ke-10 sebesar buah jeruk; minggu ke-12 sebesar grapefruit (2x jeruk biasa). Setelah bulan ketiga, pembesaran uterus terutama disebabkan oleh tekanan mekanis akibat pertumbuhan janin. Kehamilan dapat terlihat setelah minggu ke-14, namun juga tergantung pada TB dan BB wanita. Postur juga mempengaruhi tipe dan derajat pembesaran abdomen

• Selama minggu-minggu awal kehamilan, aliran darah uterus dan limfe meningkat mengakibatkan edema dan kongesti panggul. Akibatnya uterus, serviks, dan istmus melunak secara progresif dan serviks menjadi agak kebiruan (tanda Chadwick).

• Sekitar minggu ke-7 dan ke-8 terlihat pola perlunakan uterus sbb: istmus melunak dan dapat ditekan (tanda Hegar), serviks melunak (tanda Goodel), dan fundus pada serviks mudah fleksi (tanda McDonald). Ini semua adalah tanda kehamilan.

• Karena semakin membesar, fundus menekan kandung kemih menyebabkan wanita mengalami urinary frequency (sering berkemih).

• Uterus keluar dari rongga panggul dan dapat dipalpasi di atas simfisis pubis antara minggu ke-12 dan ke-14; setinggi umbilikus pada minggu ke-20 gestasi; dan pada minggu ke-38 s.d ke-40 tinggi fundus turun karena janin mulai masuk PAP.

• Setelah bulan ke-4 kehamilan, kontraksi uterus dapat dirasakan melalui dinding abdomen (tanda Braxton-Hicks), yaitu kontraksi tidak teratur yang tidak menimbulkan nyeri.

• Kontraksi semakin jelas dan kuat setelah minggu ke-28 sampai akhir kehamilan. Aliran darah cepat seiring pembesaran uterus, pada kehamilan cukup bulan yang normal, 1/6 volume darah total ibu berada dalam sistem pendarahan uterus

• Dengan menggunakan alat ultrasound/stetoskop janin dapat didengar: (1) murmur/uterine souffle, suara bunyi aliran darah ibu seperti bergegas menuju plasenta, sinkron dg nadi ibu, (2) souffle funic yang sinkron dg frekuensi DJJ dan disebabkan oleh darah janin yang mengalir melalui plasenta, (3) frekuensi DJJ. Semua bunyi ini adalah tanda pasti kehamilan

• Ballottement, adalah gerakan pasif janin yang belum enganged (teknik mempalpasi suatu struktur terapungà jari pemeriksa dalam vagina mendorong dengan lembut ke atas;janin terdorong ke atas;kemudian turun kembali dan jari merasakan benturan lunak), dapat diidentifikasi antara minggu ke-16 dan ke-18

• Karena semakin membesar, fundus menekan kandung kemih menyebabkan wanita mengalami urinary frequency (sering berkemih)

• Quickening adalah tanda kemungkinan kehamilan dirasakan sebagai suatu denyutan dan sulit dibedakan dari peristalsis

• Friabilitas meningkat, serviks mudah berdarah bila berdarah atau disentuh

Vagina dan vulva
• Hormon kehamilan mempersiapkan vagina supaya distensi selama persalinan dengan memproduksi mukosa vagina yang tebal, jaringan ikat yang longgar, hipertrofi otot polos, dan pemanjangan vagina. Peningkatan vaskularisasi menimbulkan warna ungu kebiruan pada mukosa vagina dan serviks, disebut tanda Chadwick.

• Deskuamasi (eksfoliasi) sel-sel vagina yg kaya glikogen terjadi akibat stimulasi estrogen, sel-sel yg tanggal ini membentuk leukore (rabas vagina yang kental dan berwarna keputihan, berbau tak enak, tidak gatal atau mengandung darah)

• Selama kehamilan pH vagina menjadi lebih basa, dari 4 menjadi 6,5. Hal ini membuat bumil lebih rentan terhadap infeksi vagina. Diet yang mengandung gula yang banyak membuat lingkungan vagina menjadi semakin cocok untuk infeksi jamur

• Peningkatan vaskularisasi menyebabkan peningkatan sensitivitas yang dapat meningkatkan keinginan dan bangkitan seksual, khususnya pada trimester II kehamilan

• Peningkatan kongesti + relaksasi pembuluh darah dan uterus yang berat àtimbul edema dan varises vulva, biasanya membaik selama periode pasca-partum

• Pada nulipara, kedua labia mayora mendekat dan menutup introitus vagina; pada multipara memisah dan menganga setelah melahirkan. Sisa robekan himen terlihat setelah koitus, penggunaan tampon, atau melahirkan per vaginam

• Leukore: deskuamasi sel-sel vagina yang kaya glikogen terjadi akibat stimulasi esterogen dan progesteron pada serviks.

• Mukosa memenuhi saluran endoserviks membentuk sumbatan mukus, (operkulum) yang bekerja sebagai barrier thd infeksi selama masa hamil

Payudara
• Rasa penuh, peningkatan sensitivitas, rasa geli, dan rasa berat di payudara muncul sejak minggu ke-6 gestasi

• Sensitivitas bervariasi, dari rasa geli ringan s.d nyeri yang tajam

• Puting susu dan areola menjadi lebih berpigmen, warna merah muda sekunder pada areola, dan puting susu menjadi lebih erektil

• Hipertrofi kelenjar sebasea (lemak) yang muncul di areola primer (tuberkel Montgomery) dapat terlihat di sekitar puting susu. Kel sebasea ini berperan protektif sbg pelumas puting susu

• Selama trimester I dan II ukuran payudara meningkat progresif. Hormon luteal dan plasenta menigkatkan proliferasi duktus laktiferus dan jaringan labulus-alveolar

• Walaupun perkembangan kelenjar mammae secara fungsional lengkap pada pertengahan masa hamil, tetapi laktasi terhambat sampai kadar estrogen menurun, yaitu saat janin dn plasenta lahir

• Namun pada akhir minggu ke-6 dapat keluar prakolostrum yang cair, jernih, dan kental. Sekresi ini mengental yang kemudian disebut kolostrum, cairan sebelum menjadi susu, berwarna krem/putih kekuningan yang dapat dikeluarkan selama trimester III
Bottom of Form


0 comments:

Post a Comment