Monday, May 21, 2012

PERENCANAAN KESEHATAN (HEALTH PLANNING)



Pengertian Perencanaan Kesehatan


Soadara/sodari YTH.... setiap mengunjungi Blog ini Jangan Lupa ya nge-Klik Iklan nya.....Terima kasih :)

Perencanaan  atau planning adalah proses pengambilan keputusan yang menyangkut apa yang akan dilakukan di masa mendatang, kapan, bagaimana dan siapa yang akan melakukannya.
Perencanaan adalah kemampuan untuk memilih satu kemungkinan dari berbagai kemungkinan yang tersedia dan yang dipandang paling tepat untuk mencapai tujuan (Billy E. GoetZ).
Perencanaan adalah pekerjaan yang menyangkut penyususnan konsep serta kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan demi masa depan yang lebih baik (Le Breton)
Perencanaan adalah upaya menyusun berbagai keputusan yang bersifat pokok yang dipandang paling penting yang akan dilaksanakan menurut urutannya guna mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Maloch dan Deacon)
Perencanaan adalah proses menetapkan berbagai hambatan yang diperkirakan ada dalam menjalankan suatu program guna dipakai sebagai pedoman dalam suatu organisasi (Ansoff dan Brendenbrg)
Perencanaan merupakan inti kegiatan manajemen, karena semua kegiatan manajemen diatur dan diarahkan oleh perencanaan tersebut. Dengan perencanaan itu memungkinkan para pengambil keputusan atau manajer untuk menggunakan sumber daya mereka secara berhasil guna dan berdaya guna. [1]
Perencanaan merupakan suatu fungsi penganalisaan tujuan yang telah di tetapkan terlebih dahulu menjadi urutan tindakan yang sistematis. Perencanaan merupakan suatu organisasi adalah suatu proses yang berkesinambungan, tidak akan pernah berhenti, karena organisasi akan terus menghasilkan tujuan-tujuan yang ingin dicapai oleh unit-unit pelaksanaan. [2]
Dari batasan-batasan yang telah ada dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa perencanaan adalah suatu kegiatan atau proses penganalisaan dan pemahaman sistem, penyusunan konsep dan kegiatan yang akan dilaksanakan untuk mencapai tujuan-tujuan demi masa depan yang baik. Dari batasan ini dapat ditarik kesimpulan-kesimpulan antara lain [1] :
a.       Perencanaan harus didasarkan kepada analisis dan pemahaman sistem dengan baik.
b.      Perencanaan pada hakekatnya menyusun konsep dan kegiatan yang akan  dilaksanakan untuk mencapai tujuan dan misi organisasi.
c.       Perencanaan secara implisit mengemban misi organisasi untuk mencapai hari depan yang lebih baik.
Secara sederhana dan awam dapat dikatakan bahwa perencanaan adalah suatu proses yang menghasilkan suatu uraian yang terinci dan lengkap tentang suatu program atau kegiatan yang akan dilaksanakan. Oleh sebab itu, hasil proses perencanaan adalah "rencana" (plan). [1]
Perencanaan kesehatan adalah sebuah proses untuk merumuskan masalah-masalah kesehatan yang berkembang di masyarakat, menentukan kebutuhan dan sumber daya yang tersedia, menetapkan tujuan program yang paling pokok dan menyusun langkah-langkah praktis untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.[2]
Perencanaan akan menjadi efektif jika perumusan masalah sudah dilakukan berdasarkan fakta-fakta dan bukan berdasarkan emosi atau angan-angan saja. Fakta-fakta diungkap dengan menggunakan data untuk menunjang perumusan masalah. Perencanaan juga merupakan proses pemilihan alternative tindakan yang terbaik untuk mencapai tujuan. Perencanaan juga merupakan suatu keputusan untuk mengerjakan sesuatu di masa akan datang, yaitu suatu tindakan yang diproyeksikan di masa yang akan datang. Salah satu tugas manajer yang terpenting di bidang perencanaan adalah menetapkan tujuan jangka panjang dan pendek organisasi berdasarkan analisis situasi di luar (eksternal) dan di dalam (internal) organisasi. [2]

Fungsi Perencanaan
Fungsi perencanaan adalah fungsi terpenting dalam manajemen. Fungsi ini akan menentukan fungsi – fungsi manajemen selanjutnya. Perencanaan merupakan landasan dasar dari fungsi manajemen. Tanpa perencanaan tidak mungkin fungsi manajemen lainnya dapat dilaksanakan dengan baik. Perencanaan manajerial terdiri dari perumusan strategi dan penerapan strategi. Dalam perumusan strategi, manajer kesehatan harus memiliki kemampuan ketrampilan konseptual, dan pada penerapan strategi, manajer kesehatan harus memiliki ketrampilan teknis.
Fungsi perencanaan dapat dilihat dari 4 aspek utama:
1.      Kontribusi pada tujuan
2.      Keutamaan perencanaan
3.      Penembusan rencana
4.      Efisiensi perencanaan

·         Kontribusi Pada Tujuan
Tujuan semua perencanaan adalah memfasilitasi perusahaan dalam mencapai semua tujuannya. Merupakan prinsip utama dalam mencapai tujuan bersama perusahaan.

·         Keutamaan Perencanaan
Perencanaan adalah perintah yang berfungsi untuk melakukan eksekusi berjalannya fungsi manajemen.
Walaupun perencanaan juga bersifat aksi, tapi juga bisa menunjang tujuan bersama perusahaan. Selain itu perencanaan harus dibuat sebelum fungsi manajemen yang lain. Tentu saja semua fungsi harus juga direncanakan agar berjalan secara efektif.
Perencanaan dan pengawasan tidak bisa dipisahkan. Kegiatan yang tidak direncanakan tidak dapat direncanakan, kontrol mengikuti jalur – jalur yang ada pada perncanaan.

·         Penembusan Rencana
Perencanaan merupakan fungsi dari manajer, meskipun karakter dan pelaksanaannya dari perencanaan bermacam – macam tergantung dengan otoritas dan kebijakan alami serta dibatasi oleh kekuatan. Hal tersebut secara virtual tidak mungkin untuk membatasi dari lingkupan pilihan perencanaan.
Pengenalan terhadap penembusan perencaaan melangkah jauh dalam mengklarifikasi pada bagian dari sejumlah siswa yang mempelajari ilmu manajemen menuju pembedaan antara pembuatan kebijakan (penyiapan penuntun untuk berfikir dalam membuat keputusan) dan pekerja administrasi, atau antara manajer dan pekerja administrasi atau pengawas. dikarenakan delegasi autoritas atau posisinya dalam organisasi, mungkin membutuhkan lebih banyak perencanaan atau perencanaan yang lebih penting dibandingkan yang lain, atau perencanaannya mungkin lebih mendasar dan lebih aplikatif pada porsi yang luas terhadap perusahaan / swasta dibanding terhadap yang lain. Bagaimanapun juga, semua rencana manajer - dari presiden hingga pengawas -. dibatasi oleh prosedur – prosedur garis pandu yang jelas dan tegas.

·         Effisiensi dari Rencana
Efisiensi terhadap rencana diukur menurut kontribusi sejumlah rencana terhadap beberapa tujuan dan obyektivitas sebagai hasil dari pengeluaran biaya dan kosekuensi lain yang diperlukan untuk merumuskan dan menjalankannya. Konsep efisiensi ini mempunyai implikasi terhadap rasio normal daripada pemasukan dan pengeluaran.
Banyak manajer memiliki berbagai recana yang mungkin tidak efisien jika biaya yang dikeluarkan lebih besar dari pada hasil yang dicapai. Rencana mungkin juga tidak efisien dalam mencapai obyek bila membahayakan kepentingan/kepuasan kelompok.

Manfaat Perencanaan
Manfaat perencanaan bagi organisasi kesehatan adalah manajer dan staf organisasi kesehatan tersebut dapat mengetahui :
a.       Tujuan yang ingin di capai organisasi dan cara mencapainya
b.      Jenis dan struktur organisasi yang dibutuhkan.
c.       Sejauh mana efektivitas kepemimpinan dan pengarahan yang diperlukan.
d.      Bentuk dan standar pengawasan yang akan dilakukan.
e.       Aktivitas organisasi dalam mencapai tujuan dapat dilaksanakan secara teratur.
f.       Menghilangkan aktivitas yang tidak produktif.
g.      Mengukur hasil kegiatan.
h.      Sebagai dasar pelaksanaan fungsi manajemen lainnya.

Istilah Yang Identik Dengan Perencanaan
1. Peramalan
Peramalan (Forcasting) adalah suatu upaya mendga apa yang akan terjadi pada masa depan, yang juga merupakan ciri perencanaan. Tetapi peramalan bukan perencanaan, karena pada peramalan tidak ditemukan adanya unsur-unsur yang bersifat pasti dan karena itu dapat diperhitungkan.
2. Penyelesaian Masalah        
Penyelesaian masalah (problem solving) adalah suatu upaya menghilangkan hambatan atau masalah, yang juga merupakan ciri perencanaan. Tetapi penyelesaian masalah bukan perencanaan, karena pada penyelesaian masalah tidak terkandung uraian yang lengkap tentang bagaimana melaksanakan berbagai kegiatan.
3. Penyusunan program (programming)
Penyusunan program adalah satu upaya menysusn rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan, yang juga merupakan ciri perencanaan.
4. Penyusunan Rancangan
Penyususnan rancangan (designing) adalah suatu upaya menghasilkan pedoman (bagan) kerja, yang juga merupakan ciri perencanaan. Tetapi penyusunan rancangan bukan perencanaan, karena hasil akhir perencanaan tidak terbatas hanya pada penyusunan pedoman (bagan) kerja saja.

Aspek Perencanaan
Ada 3 aspek pokok yang di perhatikan dalam perencanaan :
1.      Hasil dari pekerjaan perencanaan.
Hasil perencanaan disebut plan, berbeda antara satu perencanaan kegiatan dengan perencana kegiatan yang lain Ex : rencana kesehatan atau rencana pendidikan.
2.      Perangkat pelaksanaan
Perangkat pelaksanaan (Mechanic of planning) adalah suatu organisasi yang ditugaskan/yang bertanggung jawabmenyelenggarakan pekerjaan pelaksanaan.


3.      Proses perencanaan
Proses perencanaan (process of planning) adalah langkah-langkah yang harus dilaksanakan pada pekerjaan perencanaan

Ciri-Ciri Perencanaan
1.      Bagian dari sistem administrasi
2.      Dilaksanakan secara terus menerus dan berkesinambungan.
3.      Berorentasi pada masa depan.
4.      Mampu menyelesaikan masalh.
5.      Mempunyai tujuan
6.      Bersifat mampu kelola.

Unsur – Unsur Perencanaan
Menurut Manullang (2009:41), rencana yang baik pada umumnya memuat enam unsur yaitu what, why, where, when, who, how. Selanjutnya menurut Hasibuan (2008 : 112), pertanyaan-pertanyaan ini harus dijawab secara ilmiah, artinya atas hasil analisis data, informasi, dan fakta, supaya rencana yang dibuat itu relatif baik, pelaksanaannya mudah dan tujuan yang diinginkan akan tercapai. Pertanyaan itu secara rinci berupa[4]:

1.      What (apa)
Apa yang akan dicapai, tindakan apa yang harus dikerjakan untuk mencapai sasaran, sarana dan prasarana apa yang diperlukan, harus ada penjelasan dan rinciannya

2.      Why (mengapa)
Mengapa itu menjadi sasaran, mengapa ia harus dilakukan dengan memberikan penjelasan, mengapa ia harus dikerjakan dan mengapa tujuan itu harus dicapai.
3.      Where (di mana)
Di mana tempat setiap kegiatan harus dikerjakan. Perlu dijelaskan dan diberikan alasan-alasannya berdasarkan pertimbangan ekonomis.

4.      When (kapan)
Kapan rencana akan dilakukan. Penjelasan waktu dimulainya pekerjaan baik untuk tiap-tiap bagian maupun untuk seluruh pekerjaan harus ditetapkan standar waktu untuk memilih pekerjaan-pekerjaan itu. Alasan-alasan memilih waktu itu harus diberikan sejelas- jelasnya.

5.      Who (siapa)
Siapa yang akan melakukannya, jadi pemilihan dan penempatan karyawan, menetapkan persyaratan dan jumlah karyawan yang akan melakukan pekerjaan, luasnya wewenang dari masing-masing pekerja.

6.      How (bagaimana)
Bagaimana mengerjakannya, perlu diberi penjelasan mengenai teknik-teknik pengerjaannya.

J.S. Tjeng Bing Tie (1964) dalam buku Dasar-dasar Manajemen yang ditulis M. Manulung berpendapat bahwa perencanaan mengandung unsur-unsur sebagai berikut:

1.      Tujuan Organisasi
Menjelaskan rencana apa yang menjadi tujuan, tujuan tersebut dapat bersifat materiil untuk mencari keuntungan sebesar-besarnya, maupun bersifat moral dalam rangka melaksanakan tugas pemerintah diantaranya dalam melayani masyarakat.



2.      Politik Organisasi
Merupakan peraturan atau pedoman yang digariskan bagi tindakan organisasi untuk mencapai tujuan dengan hasil baik.

3.      Prosedur
Memuat prosedur, yakni urutan pelaksanaan yang harus dilakukan dalam melakukan tindakan.

4.      Anggaran Belanja
Yaitu ikhtisar dari hasil-hasil yang diharapkan tercapai dan pengeluaran yang diperlukan untuk mencapai hasil tersebut, yang dinyatakan dalam angka.

5.      Program – Kegiatan
Merupakan rangkaian tindakan untuk waktu yang akan datang.

Suatu perencanaan yang komprehensif harus memperhatikan unsur – unsur penting sebagai berikut :
a.       Visi dan misi.
b.       Permasalahan, penyebab dan prioritasnya.
c.       Tujuan rencana pemecahan masalah.
d.      Kebijakan kesehatan.
e.       Rencana usulan kegiatan.
f.       Rencana pelaksanaan kegiatan dan perkiraan hambatan.

Jenis-Jenis Perencanaan Kesehatan
Perencanaan atau rencana itu sendiri banyak macamnya, antara lain :
1.      Dilihat dari jangka waktu berlakunya rencana :
a.       Rencana jangka panjang (long term planning), yang berlaku antara 10-25 tahun.
b.      Rencana jangka menengah (medium range planning), yang berlaku antara 5-7 tahun.
c.       Rencana jangka pendek (short range planning), umumnya hanya berlaku untuk 1 tahun.
2.      Dilihat dari tingkatannya :
a.       Rencana induk (masterplan), lebih menitikberatkan uraian kebijakan  organisasi. Rencana ini mempunyai tujuan jangka panjang dan mempunyai ruang lingkup yang luas.
b.      Rencana operasional (operational planning), lebih menitikberatkan pada pedoman atau petunjuk dalam melaksanakan suatu program.
c.       Rencana harian (day to day planning) ialah rencana harian yang bersifat rutin.
3.      Ditinjau dari ruang lingkupnya :
a.       Rencana strategis (strategic planning), berisikan uraian tentang kebijakan tujuan jangka panjang dan waktu pelaksanaan yang lama. Model rencana ini sulit untuk diubah.
b.      Rencana taktis (tactical planning) ialah rencana yang berisi uraian yang  bersifat jangka pendek, mudah menyesuaikan kegiatan-kegiatannya, asalkan tujuan tidak berubah.
c.       Rencana menyeluruh (comprehensive planning) ialah rencana yang  mengandung uraian secara menyeluruh dan lengkap.
d.      Rencana terintegrasi (integrated planning) ialah rencana yang mengandung uraian yang menyeluruh bersifat terpadu, misalnya dengan program lain diluar kesehatan.
Meskipun ada berbagai jenis perencanaan berdasarkan aspek-aspek tersebut diatas namun prakteknya sulit untuk dipisah-pisahkan seperti pembagian tersebut. Misalnya berdasarkan tingkatannya suatu rencana termasuk rencana induk tetapi juga merupakan rencana strategis berdasarkan ruang lingkupnya dan rencana jangka panjang berdasarkan jangka waktunya.

Proses Perencanaan
Perencanaan dalam suatu organisasi adalah suatu proses, dimulai dari identifikasi masalah, penentuan prioritas masalah, perencanaan pemecahan masalah, implementasi (pelaksanaan pemecahan masalah) dan evaluasi. Dari hasil evaluasi tersebut akan muncul masalah-masalah baru kemudian dari masalah-masalah tersebut dipilih prioritas masalah dan selanjutnya kembali ke siklus semula.
Di bidang kesehatan khususnya, proses perencanaan ini pada umumnya menggunakan pendekatan pemecahan masalah (problem solving). Secara terinci, langkah-langkah perencanaan kesehatan adalah sebagai berikut :
1.       Identifikasi Masalah
Perencanaan pada hakekatnya adalah suatu bentuk rancangan pemecahan masalah. Oleh sebab itu, langkah awal dalam perencanaan kesehatan adalah mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan masyarakat di lingkungan unit organisasi yang bersangkutan. Sumber masalah kesehatan masyarakat dapat diperoleh dari berbagai cara antara lain :
a.       Laporan-laporan kegiatan dari program-program kesehatan yang ada.
b.      Survailance epidemiologi atau pemantauan penyebaran penyakit.
c.       Survei kesehatan yang khusus diadakan untuk memperoleh masukan perencanaan kesehatan.
d.      Hasil kunjungan lapangan supervisi, dan sebagainya.

2.      Menetapkan Prioritas Masalah
Kegiatan identifikasi masalah menghasilkan segudang masalah kesehatan yang menunggu untuk ditangani. Oleh karena keterbatasan sumber daya baik biaya, tenaga dan teknologi maka tidak semua masalah tersebut dapat dipecahkan sekaligus (direncanakan pemecahannya). Untuk itu harus dipilih masalah mana yang "feasible" untuk dipecahkan. Proses memilih masalah ini disebut memilih atau menetapkan prioritas masalah. Pemilihan prioritas dapat dilakukan melalui 2 cara, yakni :
2.1 Teknik Skoring
Yakni memberikan nilai (scor) terhadap masalah tersebut dengan menggunakan ukuran (parameter) antara lain :
a.       Prevalensi penyakit (prevalence) atau besarnya masalah.
b.      Berat ringannya akibat yang ditimbulkan oleh masalah tersebut (severity).
c.       Kenaikan atau meningkatnya prevalensi (rate increase).
d.      Keinginan masyarakat untuk menyelesaikan masalah tersebut (degree of unmeet need).
e.       Keuntungan sosial yang diperoleh bila masalah tersebut diatasi (social benefit).
f.       Teknologi yang tersedia dalam mengatasi masalah (technical feasiblity).
g.      Sumber daya yang tersedia yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah (resources availability), termasuk tenaga kesehatan.
Masing-masing ukuran tersebut diberi nilai berdasarkan justifikasi kita, bila masalahnya besar diberi 5 paling tinggi dan bila sangat kecil diberi nilai 1. Kemudian nilai-nilai tersebut dijumlahkan. Masalah yang memperoleh nilai tertinggi (terbesar) adalah yang diprioritaskan, masalah yang memperoleh nilai terbesar kedua memperoleh prioritas kedua dan selanjutnya.
2.2 Teknik Non Skoring
Dengan menggunakan teknik ini masalah dinilai melalui diskusi kelompok, oleh sebab itu juga disebut "nominal group tecnique (NGT)". Ada 2 NGT yakni :
2.2.1 Delphi Technique
Yaitu masalah-masalah didiskusikan oleh sekelompok orang yang mempunyai keahlian yang sama. Melalui diskusi tersebut akan menghasilkan prioritas masalah yang disepakati bersama.
2.2.2 Delbeq Technique
Menetapkan prioritas masalah menggunakan teknik ini adalah juga melalui diskusi kelompok namun peserta diskusi terdiri dari para peserta yang tidak sama keahliannya maka sebelumnya dijelaskan dulu sehingga mereka mempunyai persepsi yang sama terhadap masalah-masalah yang akan dibahas. Hasil diskusi ini adalah prioritas masalah yang disepakati bersama.

3.      Menetapkan Tujuan
Menetapkan tujuan perencanaan pada dasarnya adalah membuat ketetapan-ketetapan tertentu yang ingin dicapai oleh perencanaan tersebut. Penetapan tujuan yang baik apabila dirumuskan secara konkret dan dapat diukur. Pada umumnya dibagi dalam tujuan umum dan tujuan khusus.
3.1 Tujuan Umum
Adalah suatu tujuan masih bersifat umum dan masih dapat dijabarkan ke dalam tujuan-tujuan khusus dan pada umumnya masih abstrak.
Contoh :
Meningkatnya status gizi anak balita di kecamatan Cibadak.
3.2 Tujuan Khusus
Adalah tujuan-tujuan yang dijabarkan dari tujuan umum. Tujuan khusus merupakan jembatan untuk tujuan umum, artinya tujuan umum yang ditetapkan akan tercapai apabila tujuan-tujuan khususnya tercapai.
Contoh :
Apabila tujuan umum seperti contoh tersebut di atas dijabarkan ke dalam tujuan khusus menjadi sebagai berikut :
·         Meningkatnya perilaku ibu dalam memberikkan makanan bergizi kepada anak balita.
·         Meningkatnya jumlah anak balita yang dittimbang di Posyandu.
·         Meningkatnya jumlah anak yang berat badannya naik, dan sebagainya.

4.      Menetapkan Rencana Kegiatan
Rencana kegiatan adalah uraian tentang kegiatan-kegiatan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan-tujuan yang telah ditetapkan. Pada umumnya kegiatan mencakup 3 tahap pokok, yakni :
·         Kegiatan pada tahap persiapan, yakni keggiatan-kegiatan yang dilakukan sebelum kegiatan pokok dilaksanakan, misalnya rapat-rapat koordinasi, perizinan dan sebagainya.
·         Kegiatan pada tahap pelaksanaan yakni keegiatan pokok program yang  bersangkutan.
·         Kegiatan pada tahap penilaian, yakni keggiatan untuk mengevaluasi seluruh  kegiatan dalam rangka pencapaian program tersebut.

5.      Menetapkan Sasaran (Target Group)
Sasaran (target group) adalah kelompok masyarakat tertentu yang akan digarap oleh program yang direncanakan tersebut. Sasaran program kesehatan biasanya dibagi dua, yakni :
a.       Sasaran langsung, yaitu kelompok yang langsung dikenai oleh program tersebut.
Misalnya kalau tujuan umumnya : Meningkatkan status gizi anak balita seperti   tersebut di atas maka sasaran langsungnya adalah anak balita.
b.      Sasaran tidak langsung adalah kelompok yang menjadi sasaran antara program tersebut namun berpengaruh sekali terhadap sasaran langsung.
Misalnya : seperti contoh tersebut di atas, anak balita sebagai sasaran langsung sedangkan ibu anak balita sebagai sasaran tidak langsung. Ibu anak balita, khususnya perilaku ibu dalam memberikan makanan bergizi kepada anak sangat menentukan status gizi anak balita tersebut.

6.      Waktu
Waktu yang ditetapkan dalam perencanaan adalah sangat tergantung dengan jenis perencanaan yang dibuat serta kegiatan-kegiatan yang ditetapkan dalam rangka mencapai tujuan. Oleh sebab itu, waktu dan kegiatan sebenarnya dapat dijadikan satu dan disajikan dalam bentuk matriks, yang disebut gant chart.

7.      Organisasi dan Staf
Dalam bagian ini digambarkan atau diuraikan organisasi sekaligus staf atau personel yang akan melaksanakan kegiatan-kegiatan atau program tersebut. Disamping itu juga diuraikan tugas (job description) masing-masing staf pelaksana tersebut. Hal ini penting karena masing-masing orang yang terlibat dalam program tersebut mengetahui dan melaksanakan kewajiban.

8.      Rencana Anggaran
Adalah uraian tentang biaya-biaya yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan, mulai dari persiapan sampai dengan evaluasi. Biasanya rincian rencana biaya ini dikelompokkan menjadi :
a.       Biaya personalia
b.      Biaya operasional
c.       Biaya sarana dan fasilitas
d.      Biaya penilaian


9.      Rencana Evaluasi
Rencana evaluasi sering dilupakan oleh para perencana padahal hal ini sangat penting. Rencana evaluasi adalah suatu uraian tentang kegiatan yang akan dilakukan untuk menilai sejauh mana tujuan-tujuan yang telah ditetapkan tersebut telah tercapai.

Sesuai pendapat A.M. Williams, sebagaimana dalam buku Soewarno Handayaningrat (1996:135), proses perencanaan meliputi[5]:
1.      Menentukan/ menetapkan dengan jelas maksud dan tujuan, menentukan kebijaksanaan-kebijaksanaan yang akan dilakukan, maksud dan tujuan adalah sasaran yang ingin dicapai.
2.      Menentukan alternatif, memperhatikan factor-faktor yang dihadapi yaitu kejadian-kejadian yang akan datang, termasuk waktu yang diperlukan, kondisi/situasi untuk menentukan pilihan dari alternatif-alternatif yang ada.
3.      Mengatur sumber-sumber yang diperlukan, antara lain man, money, equipment, materials, time will be need.
4.      Menentukan organisasi, metode dan prosedur
5.      Menentukan/menetapkan rencana itu sendiri.

Menurut Siagian (1996: 111-115), proses perencanaan dapat ditinjau dari atau fungsi perencanaan dapat dilaksanakan dengan baik melalui tiga cara, yaitu:
1.      Mengetahui sifat atau ciri-ciri suatu rencana yang baik, yaitu:
a.       Rencana harus mempermudah tercapainya tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
b.      Rencana harus dibuat oleh orang-orang yang sungguh-sungguh memahami tujuan organisasi.
c.       Rencana harus dibuat oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mendalami teknik-teknik perencanaan.
d.      Rencana harus disertai oleh suatu perincian yang teliti, artinya rencana harus diikuti oleh programming.
e.       Rencana tidak boleh terlepas sama sekali dari pemikiran pelaksana.
f.       Rencana harus bersifat sederhana, dimana rencana itusistematik, prioritas jelas, bahasa mudah dipahami oleh semua kegiatan pokok yang akan dilaksanakan sudah tercakup.
g.      Rencana harus luwes, meskipun pola dasar harus bersifat permanen dan tidak berubah, tapi tergantung keadaan yang dihadapi untuk mengadakan perubahan dan penyesuaian.
h.      Di dalam rencana terdapat tempat pengambilan resiko.
i.        Rencana harus bersifat praktis (Pragmatis), artinya suatu rencana harus dapat dicapai dengan memperhitungkan tujuan, kapasitas organisasi, faktor lingkungan, dan lain-lain.
j.        Rencana harus merupakan forecasting, rencana harus merupakan peramalan atas keadaan yang mungkin dicapai.

2.      Memandang proses perencanaan sebagai suatu rangkaian perencanaan yang harus dijawab dengan memuaskan, yaitu:
a.       Apakah kegiatan yang harus dijalankan dalam pencapaian tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
b.      Dimana kegiatan tertentu tersebut akan dilaksanakan.
c.       Dalam perencanaan harus tergambar sistem prioritas yang akan digunakan, penjadwalan waktu, target phase-phase tertentu yang akan dicapai.
d.      Bagaimana cara melaksanakan kegiatan-kegiatan ke arah tercapainya tujuan.
e.       Dalam perencanaan harus tergambar tentang pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab.

3.      Memandang proses perencanaan sebagai suatu masalah yang harus dipecahkan dengan menggunakan teknik-teknik ilmiah, yaitu:
a.       Mengetahui sifat hakiki dari masalah yang dihadapi.
b.      Kumpulkan data, yang dimaksud data adalah fakta yang relevan dengan tujuan yang hendak dicapai, informasi dari unit organisasi yang lebih rendah, saran dari anggota organisasi yang akan menjadi pelaksana, ide bawahan dan kritik dari dalam dan luar organisasi.
c.       Analisa data.
d.      Penentuan beberapa alternative.
e.       Memilih cara yang kelihatannya terbaik.
f.       Pelaksanaan pembuatan rencana tersebut.
g.      Penilaian hasil yang dicapai

Sifat Suatu Rencana Yang Baik
Menurut Manullang (2009 : 44) rencana yang baik, haruslah mengandung sifat-sifat sebagai berikut :
1.      Pemakaian kata-kata yang sederhana dan terang. Kata-kata dalam kalimat-kalimat yangaaa dipergunakan oleh suatu rencana haruslah sederhana dan mudah dimengerti untuk meniadakan penafsiran yang berbeda.
2.      Fleksibel, rencana tersebut harus dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang berubah yang tidak diduga sebelumnya
3.      Mempunyai stabilitas,
4.      Ada dalam perimbangan, artinya pemberian waktu dan faktor-faktor produksi kepada setiap unsur organisasi seimbang dengan kebutuhannya.
5.      Meliputi semua tindakan yang diperlukan, rencana harus meliputi segala-galanya hingga terjamin koordinasi dari tindakan seluruh unsur-unsur organisasi.


Menurut Hasibuan (2008 : 111), syarat rencana yang baik yaitu :
1.      Rencana harus mempunyai tujuan yang jelas, objektif, rasional, dan cukup menantang untuk diperjuangkan
2.      Rencana harus mudah dipahami dan penafsirannya hanya satu.
3.      Rencana harus dapat dipakai sebagai pedoman untuk bertindak ekonomis rasional.
4.      Rencana harus menjadi dasar dan alat untuk pengendalian semua tindakan.
5.      Rencana harus dapat dikerjakan oleh sekelompok orang.
6.      Rencana harus menunjukkan urutan-urutan dan waktu pekerjaan.
7.      Rencana harus fleksibel, tetapi tidak mengubah tujuan.
8.      Rencana harus berkesinambungan
9.      Rencana harus meliputi semua tindakan yang akan dilakukan.
10.  Rencana harus berimbang artinya pemberian tugas harus seimbang dengan penyediaan fasilitas.
11.  Dalam rencana tidak boleh ada pertentangan antar departemen,hendaknya saling mendukung untuk tercapainya tujuan perusahaan.
12.  Rencana harus sensitif terhadap situasi, sehingga terbuka kemungkinan untuk mengubah teknik pelaksanaannya tanpa mengalami perubahan pada tujuannya.
13.  Rencana harus ditetapkan dan diimplementasikan atas hasil analisisdata, informasi dan fakta.








DAFTAR PUSTAKA
1.      Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Cet. ke-2. Jakarta : Rineka Cipta.
2.      Muninjaya, Gde. 2004. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC
3.      Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat : Ilmu dan Seni. Jakarta: PT Rineka Cipta.
4.      Hasibuan Malayu SP. 2005. Manajemen: Dasar, Pengertian dan Masalah, Edisi revisi, cetakan 4. Jakarta : Bumi Aksara.
5.      Handayaningrat Soewarno. 1996. Pengantar Study Ilmu Administrasi dan Manajemen. Jakarta: Haji Masagung.

No comments:

Post a Comment

Ilmu Kesehatan Masyarakat ( Public Health )

Bagi sebagian orang mungkin banyak yang sudah tidak asing lagi mendengar kata "IKM" atau Ilmu Kesehatan Masyarakat, namun ...