Monday, May 14, 2012

Jenis-jenis Obat Kategori A pada Kehamilan


Riboflavin
Dosis : Konsumsi riboflavin sangat bergantung pada berat tubuh, laju metabolisme, dan asupan kalori di dalam tubuh. Berdasarkan RDA, konsumsi perhari bagi pria adalah 1,7 mg dan bagi wanita adalah 1,3 mg, sedangkan bagi wanita hamil perlu tambahan 0,3 mg
Indikasi : Karena riboflavin memegang peranan besar dalam metabolime energi di dalam tubuh maka defisiensi vitamin ini akan jelas berpengaruh pada produksi energi tubuh.[5] Hal ini terjadi karena metabolisme pemecahan karbohidrat, lemak, dan protein tidak berjalan dengan efisien. Secara fisik, defisiensi ini dapat terlihat dari warna mata yang cenderung merah, peningkatan sensitifitas terhadap cahaya matahari, peradangan di mulut, dan bibir pecah-pecah. Efek lainnya juga terlihat pada kerusakan jaringan kulit, keriput, dan kuku pecah.[4]
Gejala awal defisiensi adalah sakit tenggorokan dan bibir pecah-pecah. Bila telah parah, penderita akan mengalami anemia, gangguan saraf, pembengkakan lidah. Defisiensi vitamin B2 ini sering dialami oleh para pecandu alkohol.

Difenhidramin
 adalah antihistamin yang menghambat pelepasan histamin (H1) dan asetilkolin (dry effect : ngilangin ingus dan air mata saat flu). Difenhidramin dapat digunakan untuk common cold (influenza), mabuk perjalanan (motion sickness), dan tremor. Efek samping : mengantuk, sehingga dapat menenangkan. Difenhidramin sering dipakai di psikiatri pada penderita tremor karena penggunaan CPZ (klorpromazin), parkinsonisme dsb karena pelepasan asetilkolin berlebihan. Difenhidramin tidak dianjurkan pada anak anak berusia kurang dari 6 tahun (jangan gunakan untuk menidurkan anak). Contoh nama dagang : Benadryl

dosis : secara oral 25 -50 mg tiap 6-8 jam
alergi rinitis ringan dan mabuk perjalanan 20-50 mg tiap 4-6 jam maksimal 300 mg/hari
membantu tidur di malam hari 50 mg sebelum tidur
pemberian secara lm dan lv 10-50 mg dosis tunggal tiap 2-4jam tidak lebih dari 400 mg/hari

potasium citrate
Potassium Citrate yang berfungsi untuk menurunkan sensitivitas dan rasa ngilu pada gigi.

Potasium citrate di dalamnya bersifat menyerap ke dalam struktur gigi sehingga dapat meredakan rasa ngilu di daerah sensitif lebih cepat dibandingkan pasta gigi biasa. Selain itu perlu diperhatikan juga bahan kandungan lainnya yaitu kombinasi Zinc & Triclosan, yang sifatnya mencegah terjadinya berbagai masalah gusi untuk mengurangi resiko gigi sensitif di kemudian hari.
Dosis : seperlunya



Vitamin B6 (Pyridoxine)
Fungsi: Membantu protein membentuk jaringan otot dan proses metabolisme lemak. Memfasilitasi pelepasan glikogen dari hati dan otot. Membantu proses produksi sel darah merah dan mengatur keseimbangan cairan tubuh.
Sumber: Biji bunga matahari, kedelai, daging ayam, hati, telur, kacang-kacangan, sayur hijau, pisang, dan buah-buahan lainnya.
Gejala kekurangan: problem pada jaringan syaraf dan otot.
Gejala kelebihan: kram pada kaki, melemahnya koordinasi pada tangan, fungsi otak yang tidak optimal.
Rekomendasi dosis harian: 2 mg.
IV.1.a. Penisilin
Obat-obat yang termasuk dalam golongan penisilin dapat dengan mudah menembus plasenta dan mencapai kadar
terapetik baik pada janin maupun cairan amnion. Penisilin relatif paling aman jika diberikan selama kehamilan,
meskipun perlu pertimbangan yang seksama dan atas indikasi yang ketat mengingat kemungkinan efek samping yang
dapat terjadi pada ibu.
-  Ampilisin:
Segi keamanan baik bagi ibu maupun janin relatif cukup terjamin. Kadar ampisilin dalam sirkulasi darah janin
meningkat secara lambat setelah pemberiannya pada ibu dan bahkan sering melebihi kadarnya dalam sirkulasi
ibu. Pada awal kehamilan, kadar ampisilin dalam cairan amnion relatif rendah karena belum sempurnanya ginjal
janin, di samping meningkatnya kecepatan aliran darah antara ibu dan janin pada masa tersebut. Tetapi pada
periode akhir kehamilan di mana ginjal dan alat ekskresi yangi lain pada janin telah matur, kadarnya dalam
sirkulasi janin justru lebih tinggi dibanding ibu. Farmakokinetika ampisilin berubah menyolok selama kehamilan.
Dengan meningkatnya volume plasma dan cairan tubuh, maka meningkat pula volume distribusi obat. Oleh
sebab itu kadar ampisilin pada wanita hamil kira-kira hanya 50% dibanding saat tidak hamil. Dengan demikian
penambahan dosis ampisilin perlu dilakukan selama masa kehamilan.
-  Amoksisilin :
Pada dasarnya, absorpsi amoksisilin setelah pemberian per oral jauh lebih baik dibanding ampisilin. Amoksisilin
diabsorpsi secara cepat dan sempurna baik setelah pemberian oral maupun parenteral. Seperti halnya dengan
ampisilin penambahan dosis amoksisilin pada kehamilan perlu dilakukan mengingat kadarnya dalam darah ibu
maupun janin relatif rendah dibanding saat tidak hamil. Dalam sirkulasi janin, kadarnya hanya sekitar seperempat
sampai sepertiga kadar di sirkulasi ibu.


IV.1.g. Eritromisin
Pemakaian eritromisin pada wanita hamil relatif aman karena meskipun dapat terdifusi secara luas ke hampir semua
jaringan (kecuali otak dan cairan serebrospinal), tetapi kadar pada janin hanya mencapai 1-2% dibanding kadarnya
dalam serum ibu. Di samping itu, sejauh ini belum terdapat bukti bahwa eritromisin dapat menyebabkan kelainan
pada janin. Kemanfaatan eritromisin untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia pada wanita hamil
serta pencegahan penularan ke janin cukup baik, meskipun bukan menjadi obat pilihan pertama. Namun ditilik dari
segi keamanan dan manfaatnya, pemakaian eritromisin untuk infeksi tersebut lebih dianjurkan dibanding antibiotika
lain, misalnya tetrasiklin.



PARACETAMOLDari sekian banyak obat anti pilek semuanya mengandung satu unsur utama, yaitu Parasetamol (paracetamol) atau Asetaminofen. Parasetamol sebenarnya sudah ditemukan sekitar 1880 saat ilmuwan bekerja mencari penanggulangan malaria, namun penemuan tersebut masih diabaikan. Pada tahun 1956 perusahaan Inggris Frederick Stearns & Co memproduksi Parasetamol dalam bentuk merek dagang Panadol (saya baru tahu kalo nama ini merek dagang yang sudah lama), dan dua tahun kemudian Panadol Elixir diproduksi sebagai obat untuk anak-anak. Di tahun 1963 paten Parasetamol berakhir dan menjadi nama generik hingga sekarang.

Hingga kini, paracetamol telah berkembang pesat dalam berbagai bentuk sediaan, teblet chewable, eliksir, drops dan suspensi drops yang dikemas khusus untuk bayi dan anak-anak. Umumnya obat ini diberikan untuk meringankan gejala demam, nyeri, dan rasa tak nyaman karena masuk angin, flu, atau karena imunisasi dan pertumbuhan gigi.

Dalam golongan obat analgetik, parasetamol atau nama lainnya asetaminofen memiliki khasiat sama seperti aspirin atau obat-obat non steroid antiinflamatory drug (NSAID) lainnya. Seperti aspirin, parasetamol berefek menghambat prostaglandin (mediator nyeri) di otak tetapi sedikit aktivitasnya sebagai penghambat postaglandin perifer.

Namun, tak seperti obat-obat NSAIDs, obat ini tidak memiliki aktivitas antiinflamasi (antiradang) dan tidak menyebabkan gangguan saluran cerna maupun efek kardiorenal yang tidak menguntungkan. Karenanya cukup aman digunakan pada semua golongan usia.

Selama bertahun-tahun digunakan, informasi tentang cara kerja parasetamol dalam tubuh belum sepenuhnya diketahui dengan jelas hingga pada tahun 2006 dipublikasikan dalam salah satu jurnal Bertolini A, et. al dengan topik Parasetamaol : New Vistas of An Old Drug, mengenai aksi pereda nyeri dari parasetamol ini. Ternyata di dalam tubuh efek analgetik dari parasetamol diperantarai oleh aktivitas tak langsung reseptor canabinoid CB1. Di dalam otak dan sumsum tulang belakang, parasetamol mengalami reaksi deasetilasi dengan asam arachidonat membentuk N-arachidonoylfenolamin, komponen yang dikenal sebagai zat endogenous cababinoid. Adanya N-arachidonoylfenolamin ini meningkatkan kadar canabinoid endogen dalam tubuh, disamping juga menghambat enzim siklooksigenase yang memproduksi prostaglandin dalam otak. Karena efek canabino-mimetik inilah terkadang parasetamol digunakan secara berlebihan.

Paracetamol sebernarnya jarang memberi efek samping yang serius apabila digunakan sesuai dengan petunjuk. Beberapa isu yangmenyebutkan bahwa obat ini terkait dengan asma pada anak-anak juga belum terbukti secara klinis. Hanya kadang obat ini bisa menimbulkan ruam atau gatal-gatal pada beberapa orang tertentu. Penggunaan yang berlebihan dan dalam jangka panjang perlu diwaspadai karena bisa memicu kerusakan hati. Perlu diperhatikan juga beberapa tanda overdosis dariparasetamol misalnya jika terdapat gejala mual, muntah, lemas dan keringat berlebih.


Beberapa poin penting yang perlu dicermati dalam penggunaan paracetamol :

- Hentikan penggunaan parasetamol bila demam berlangsung lebih dari 3 hari atau nyeri semakin memburuk lebih dari 10 hari, kecuali atas saran dokter.

- Bagi ibu hamil dan menyusui, konsultsikan dengan dokter jika hendak menggunakan obat ini.

- Orang dengan penyakit gangguan liver sebaiknya tidak menggunakan obat ini.

- Konsultasikan dengan dokter sebelum mengkombinasi parasetamol dengan obat-obat NSAID, antikoagulan (warfarin), ataupun kontrasepsi oral.

- Penggunaan parasetamol bersama alkohol dpat meningkatkan toksisitas hati.

- Konsumsi vitamin C dosis tinggi dapat meningkatkan kadar parasetamol dalam tubuh.



Paracetamol termasuk aman dikonsumsi tanpa efek candu seperti obat narkotika. Untuk orang dewasa umumnya dosis dikonsumsi sebesar 500mg, bisa dilihat pada komposisi berbagai merek obat pilek kandungan Asetaminofen ini antara 400-600mg selain kandungan lain dalam kadar rendah, tergantung merek obatnya. Meskipun aman jangan mengkonsumsi Parasetamol lebih dari 5 gram (weh, siapa yang minum 10 tablet lebih?) dalam sehari, apalagi untuk seorang pecandu alkohol, malah bisa menyebabkan kerusakan liver.

Jadi, jika anda pilek jangan ragu untuk minum obat jenis ini, karena aman dan anda tidak akan kecanduan, tidak seperti antibiotik yang harus hati-hati (HARUS dimakan habis dosisnya) dan harus atas resep dokter.
KETROS
Kelas Terapi
Antibiotik

Komposisi
Ketoprofen 100 mg

Indikasi
Nyeri pasca persalinan ; Nyeri pasca bedah sesar;  Dismenore (Nyeri haid); Nyeri pasca kuret

Efek Samping
Nyeri lambung, mual, muntah, diare, sakit kepala, pusing, gangguan visual, kemerahan kulit dan kerusakan fungsi ginjal

Peringatan dan Perhatian
·        Hati - hati untuk penderita hiperasiditas lambung
·        Hati - hati pada wanita hamil dan menyusui
·        Diberikan waktu makan untuk mengurangi gangguan pencernaan

Interaksi Obat
·        Pemakaian bersama warfarin, sulfonilurea/hidantoin dapat memperpanjang waktu protrombin dan perdarahan gastrointestinal
·        Pemakaian bersama metotreksat dilaporkan menimbulkan interaksi berbahaya, mungkin dengan menghambat sekresi tubuler dari metotreksat

Sediaan
Suppositoria

Dosis
2 kali sehari


ANTASIDA DOEN


KOMPOSISI :
Tiap tablet kunyah atau tiap 5 ml suspensi mengandung :
-
Gel Aluminium Hidroksida kering 258,7 mg (setara dengan Aluminium Hidroksida) 200 mg
-
Magnesium Hidroksida 200 mg

CARA KERJA OBAT :

Kombinasi Aluminium Hidroksida dan Magnesium hidroksida merupakan antasid yang bekerja menetralkan asam lambung dan menginaktifkan pepsin sehingga rasa nyeri ulu hati akibat iritasi oleh asam lambung dan pepsin berkurang. Di samping itu efek laksatif dari Magnesium hidroksida akan mengurangi efek konstipasi dari Aluminium Hidroksida.


INDIKASI :

Untuk mengurangi gejala-gejala yang berhubungan dengan kelebihan asam lambung, gastritis, tukak lambung, tukak pada duodenum dengan
gejala-gejala seperti mual, nyeri lambung, nyeri ulu hati, kembung dan perasaan penuh pada lambung.


KONTRA INDIKASI :

Penderita yang hipersensitif terhadap salah satu komponen obat.


DOSIS :
Tablet :
-
Anak-anak 6-12 tahun : sehari 3-4 kali 1/2 tablet.
-
Dewasa : sehari 3-4 kali 1-2 tablet. Diminum 1-2 jam setelah makan dan menjelang tidur.

Syrup :
-
Anak-anak 6-12 tahun : sehari 3-4 kali 1/2 sendokteh -1 sendok teh.
-
Dewasa : sehari 3-4 kali 1-2 sendok teh. Diminum 1 - 2 jam setelah makan dan menjelang tidur.

EFEK SAMPING :

Efek samping yang umum adalah sembelit, diare, mual, muntah dan gejala-gejala tersebut akan hilang bila pemakaian obat dihentikan.
 



PERINGATAN DAN PERHATIAN :
-
Jangan diberikan pada penderita dengan gangguan fungsi ginjal yang berat karena dapat menimbulkan hipermagnesia.
-
Tidak dianjurkan digunakan terus menerus lebih dari 2 minggu kecuali atas petunjuk dokter.
-
Bila sedang menggunakan obat tukak lambung lain seperti Simetidin atau antibiotika Tetrasiklin harap diberikan dengan selang waktu 1-2 jam.
-
Tidak dianjurkan pemberian pada anak-anak di bawah 6 tahun kecuali atas petunjuk dokter karena biasanya kurang jelas penyebabnya.
-
Hati-hati pemberian pada penderita diet fosfor rendah dan pemakaian lama karena dapat mengurangi kadar fosfor dalam darah.

INTERAKSI OBAT :

Pemberian bersama Simetidin atau Tetrasiklin dapat mengurangi absorpsi obat tersebut.


CARA PENYIMPANAN :

Simpan di tempat sejuk dan kering, terlindung dari cahaya.


KEMASAN :

Dus 10 strip @ 10 tablet        No. Reg. GBL 9907109563A1
Botol plastik @ 1000 tablet    No. Reg. GBL 9907109563A1
Botol @ 60 ml                         No. Reg. GBL 9807106833A1
Isoniazid (INH) [ Index Informasi Obat ]
Deskripsi
- Nama & Struktur Kimia : Sinonim : INH; Isonicotinic Acid Hydrazid
- Sifat Fisikokimia : Isoniazid merupakan kristal putih, atau serbuk kristalin putih dan mempunyai kelarutan 125 mg/ml dalam air dan 20 mg/ml dalam alkohol pada suhu 25°C. Isoniazid oral dalam perdagangan merupakan sediaan tunggal, kombinasi tetap dengan rifampisin dan kombinasi tetap dengan rifampisin dan pirazinamid
- Keterangan : Isoniazid adalah suatu sintetik, derivat asam isonikotinik

Golongan/Kelas Terapi
Anti Infeksi

Nama Dagang
- Beniazid - Decadoxin - Decadoxin Forte - INH 400 Ciba
- INH Ciba - Inoxin Forte - Pehadoxin - Pehadoxin Forte
- Pulmolin - Pyravit - Pyrifort - Suprazid
- Suprazid Forte - INH (Generik)

Indikasi

Tuberkulosis, dalam kombinasi dengan obat lain

Dosis, Cara Pemberian dan Lama Pemberian

Oral (bentuk injeksi dapat digunakan untuk pasien yang tidak dapat menggunakan sedían oral maupun karena masalah absorbsi)

Bayi dan anak-anak :

Pengobatan pada LTBI (latent TB infection) : 10 – 20 mg/kg/hari dalam 1 – 2 dosis terbagi (maksimal 300 mg/hari) atau 20 – 40 mg/kg (maksimal 900 mg/ dosis) dua kali seminggu selama 9 bulan

Pengobatan infeksi TB aktif :

Terapi harian 10 – 15 mg/kg/hari dalam 1 – 2 dosis terbagi (maksimal 300 mg/hari)

Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 20 – 30 mg/kg (maksimal 900 mg)

Dewasa :

Pengobatan pada LTBI (latent TB infection) : 300 mg/hari atau 900 mg dua kali seminggu selama 6-9 bulan pada pasien yang tidak menderita HIV (terapi 9 bulan optimal, terapi 6 bulan berkaitan dengan penurunan biaya terapi) dan 9 bulan pada pasien yang Pengobatan infeksi TB aktif : Terapi harian 5 mg/kg/hari diberikan setiap hari (dosis lazim : 300 mg/hari); 10 mg/kg/hari dalam 1 – 2 dosis terbagi pada pasien dengan penyakit yang telah menyebar. Dua kali seminggu DOT (directly observed therapy) : 5 mg/kg (maksimal 900 mg); terapi 3 kali/minggu : 15 mg/kg (maksimal 900 mg)

Farmakologi

Absorpsi : cepat dan lengkap; kecepatan absorpsi dapat berkurang dengan adanya makanan

Distribusi : terdistribusi pada semua jaringan tubuh dan cairan tubuh termasuk cairan serebrospinal; menembus plasenta; masuk ke dalam air susu

Ikatan protein : 10%-50%

Metabolisme : Melalui hati dengan penurunan kecepatan metabolisme tergantung pada tipe asetilator

T½ eliminasi : asetilator cepat : 30-100 menit ; asetilator lambat : 2-5 jam; terjadi perpanjangan pada pasien dengan kerusakan hati dan ginjal yang berat

Waktu untuk mencapai kadar puncak, serum: 1- 2 jam

Ekskresi : urin ( 75% sampai 95%); melalui feses dan saliva

Rentang terapeutik : 1-7 mcg/ml (SI : 7-51 µmol/L); Toxic ; 20-710 mcg/mL (SI: 146-5176 µmol/L).

Stabilitas Penyimpanan

Lindungi sedíaan oral dari cahaya, udara dan panas yang berlebihan . Isoniazid tablet harus disimpan dalam wadah tertutup rapat,kedap cahaya pada temperatur kurang dari 40°C, lebih baik antara 15 - 30°C

Tablet yang mengandung kombinasi tetap rifampin, isoniazid dan pyrazinamid harus dilindungi dari kelembaban yang berlebihan dan disimpan pada suhu 15 - 30°C

Kontraindikasi

Drug induced liver disease (obat dapat menginduksi timbulnya penyakit hati). Hipersensitivitas terhadap isoniazid atau komponen lain dalam sediaan ; penyakit hati akut, riwayat kerusakan hati selama terapi dengan isoniazid

Efek Samping

Mual, muntah, konstipasi; neuritis perifer dengan dosis tinggi (diperlukan profilaksis piridoksin), neuritis optik, konvulsi,episode psikosis, vertigo; reaksi hipersensitivitas termasuk demam, eritema multiforma, purpura; gangguan darah termasuk agranulositosis, anemia haemolitik, anemia aplastik; hepatitis (terutama umur diatas 35 tahun); syndrom like-systemic lupus erythematosus, pellagra, hyper reflexia, hiperglikemia dan dilaporkan ginekomastia

Interaksi


- Dengan Obat Lain :

Efek sitokrom P450: substrat CYP2E1 (major); Menghambat CYP1A2 (lemah), 2A6 (sedang) , 2C8/9 (sedang) , 2C19 (kuat) , 2 D6 (sedang), 2E1 (sedang), 3A4 (kuat) ; induksi CYP2E1 (sesudah dihentikan)

Meningkatkan efek/toksisitas : penggunaan bersama disulfiram menyebabkan reaksi intoleransi akut. Isoniazid dapat meningkatkan kadar/efek amiodaron, ampfetamin, benzodiazepin, beta-blocker, calcium channel blocker, citalopram, deksmedetomidin, Meningkatkan efek/toksisitas : penggunaan bersama disulfiram menyebabkan reaksi intoleransi akut. Isoniazid dapat meningkatkan kadar/efek amiodaron, ampfetamin, benzodiazepin, beta-blocker, calcium channel blocker, citalopram, deksmedetomidin, antidepresan trisiklik,trimetadon,venlafaxin.Warfarin dan substrat dari CYP2A6,2C8/9,2C19, 2D6,2E1 , atau 3A4. Benzodiazepin tertentu (midazolam dan triazolam), cisaprid, alkaloid ergot, HMG-CoA reduktase inhibitor tertentu (lovastatin dan simvastatin), dan pimozide biasanya kontraindikasi dengan inhibitor CYP3A4 kuat. Mesoridazine dan thioridazine biasanya kontraindikasi dengan inhibitor CYP2D6 kuat. Jika digunakan dengan inhibitor CYP3A4 kuat, diperlukan penyesuaian dosis untuk sildenafil dan inhibitor PDE-5 yang lain.

Menurunkan efek: efek/kadar isoniazid diturunkan oleh garam aluminium atau antasida. Isoniasid dapat menurunkan efek/kadar subsrat prodrug CYP2D6 (seperti kodein, hidrokodone, oksikodon, tramadol)


- Dengan Makanan : Harus digunakan satu jam sebelum atau dua jam sesudah makan pada keadaan lambung kosong; peningkatan asupan makanan yang mengandung folat, niasin, magnesium. Tidak diperlukan pembatasan makanan yang mengandung tyramin.


Pengaruh


- Terhadap Kehamilan : Tidak diketahui apakah berbahaya bagi janin. Faktor risiko : C. Isoniazid menyebabkan embriosidal pada percobaan dengan hewan; efek teratogenik tidak ditemukan. Isoniasid menembus plasenta manusia. Karena resiko tuberkulosis terhadap fetus, maka pengobatan direkomendasikan bila si ibu menderita penyakit dengan kategori sedang hingga berat.


- Terhadap Ibu Menyusui : Isoniazid terdistribusi ke dalam air susu ibu.


- Terhadap Anak-anak : -


- Terhadap Hasil Laboratorium : Interaksi tes laboratorium dengan isoniazid: terjadi reaksi positif palsu pada pemeriksaan glukosa urin dengan Clinitest®


Parameter Monitoring

Tes fungsi hati, kultur sputum

Bentuk Sediaan

Tablet, Sirup

Peringatan

Kerusakan hati; kerusakan ginjal; status asetilator lambat ( meningkatkan risiko efek samping); epilepsi; riwayat psikosis; ketergantungan alkohol, malnutrisi, diabetes melitus, infeksi HIV (resiko neuritis perifer) ; kehamilan dan menyusui ; porfiria. Gangguan hati : pasien atau keluarganya harus diberitahu bagaimana mengenal tanda-tanda gangguan hati dan disarankan untuk menghentikan pengobatan serta segera memeriksakan diri jika muncul gejala yang menetap seperti mual, muntah, malaise atau jaundice (penyakit kuning).

Kasus Temuan Dalam Keadaan Khusus

AAP merekomendasikan suplemen piridoksin (1-2 mg/kg/hari) harus diberikan pada pasien malnutrisi, anak-anak dan dewasa yang kurang asupan makanan seperti daging dan susu, bayi yang sedang menyusui untuk mencegah neuropati perifer; pemberian sirup isoniazid dikaitkan dengan timbulnya diare.

Informasi Pasien

Jumlah dan frekuensi penggunaan obat tergantung dari beberapa faktor, seperti kondisi pasien, umur dan berat badan. Bila anda mempunyai pertanyaan yang berkaitan dengan jumlah dan/ frekuensi pemakaian obat tanyakan pada dokter atau apoteker.

Gunakan pada saat lambung kosong, sedikitnya 1 jam sebelum atau 2 jam sesudah makan. Jika perlu, gunakan obat ini bersama makanan untuk menurunkan rasa tidak enak pada lambung

Pasien tidak boleh lupa minum obat, jangan menghentikan pemakaian obat ini tanpa berkonsultasi dengan dokter

Ketidakpatuhan pasien dalam menggunakan obat hingga pengobatan selesai akan mengakibatkan kegagalan terapi dan meningkatkan risiko memburuknya kesehatan.

Minimalisasi penggunaan alkohol. Alkohol dapat meningkatkan resiko hepatitis.

Segera memeriksakan diri ke dokter bila timbul lemah yg berkepanjangan,atau demam lebih dari 3 hari, nafsu makan berkurang,mual, muntah, warna kuning pada kulit dan mata, urin berwarna gelap,ruam, mati rasa atau terjadi rasa gatal pada kaki dan tangan.

Jangan menggunakan obat melebihi jumlah yang telah diresepkan, kecuali atas anjuran dokter.

Kondisi medis awal pasien harus diceritakan pada petugas kesehatan sebelum menggunakan obat ini.

Jangan menggunakan OTC atau obat resep yang lain tanpa memberitahu dokter yang merawat.

Jika pasien lupa minum obat, segera mungkin minum obat setelah ingat.

Jika terlewat beberapa jam dan telah mendekati waktu minum obat berikutnya jangan minum obat dengan dosis ganda, kecuali atas saran dari tenaga kesehatan .

Jika lebih dari satu kali dosis terlewat, mintalah nasehat dokter atau apoteker

Mekanisme Aksi

Tidak diketahui, namun diperkirakan terjadi penghambatan sintesis asam mikolat yang menyebabkan kerusakan dinding sel bakteri

Monitoring Penggunaan Obat

Tes fungsi hati secara periodik;kultur sputum dilakukan tiap bulan (hingga diperoleh hasil 2 kali kultur negatif) ; monitoring tanda-tanda prodromal hepatitis.

ASAM FOLAT
Mekanisme kerja:
Folat eksogen dibutuhkan untuk sintesis nukleo protein dan pemeliharaan eritropiesis normal. Asam folat menstimulasi produksi sel darah merah, sel darah putih, dan platelet pada anemia megaloblastik
Indikasi: Anemia megaloblastik yang disebabkan defisiensi asam folat.
Peringatan:
Jagang diberikan secara tunggal untuk anemia pernisiosa addison dan penyakit defisiensi vitamin B12 lainnya karena dapat menimbulkan degenerasi majemuk dari medula spinalis. Jangan digunakan untuk penyakit ganas kecuali anemia megaloblastik karena defisiensi folat merupakan komplikiasi penting beberapa tumor ganas adalah folate dependent.
Efek samping: asam folat relatif tidak toksik terhadap manusia. Efek samping yang umum terjadi adalah perubahan pola tidur, sulit berkonsentrasi, iritabilitas, aktivitas berlebih, depresi mental, anorexia, mual-mual, distensi abdominal, dan platulensi.
Interaksi obat:
 asam aminosalisilat: penurunan kadar folat serum dapat terjadi selama penggunaan konkuren.
Kontrasepsi oral: kontrasepsi oral dapat mempengaruhi metabolisme folat dan menyebabkan kekurangan folat, tetapi efeknya ringan dan tidak menebabkan anemia atau perubahan megaloblastik
Dihydrofolate reductase inhibitor: defisiensi hydrofolate reduktase yang disebabkan pemberian antagonis asam folat dapat mempengaruhi pengguna asam folat.
Sulfasalazine: terjadi tanda-tanda defisiensi folat.
Fenitoin: menurunkan kadar folat serum.

KALSIUM (CALSIUM)




1.1  Latar  Belakang
Kalsium adalah mineral yang terbanyak terdapat dalam badan kita iaitu lebih daripada 90% bahan keras dalam tulang dan gigi. Ia diperlukan untuk pembentukan dan bagi mengekalkan tulang yang kuat serta gigi yang sihat. Ia juga untuk pembekuan darah, penghantaran gerakbalas saraf, dan kontraksi otot. Peranan penting kalsium ialah mencegah penyakit osteoporasis.
            Kebanyakkan kalsium berasaskan makanan datang daripada bahan tenusu. Anggapan bahawa kalsium daripada tenusu tidak diserap sebenarnya tidak disokong oleh kajian saintifik.  Lain-lain sumber kalsium yang baik termasuk sardin, ikan salmon yang ditinkan, sayuran berdaun hijau, dan tofu.
Kekurangan kalsium boleh menyebabkan diantaranya; Kejang otot pada muka , tangan dan kaki, Tekanan darah dan rentak denyutan jantung tidak teratur dan Penyakit rickets pada kanak-kanak dan osteomalacia pada orang dewasa.


1.2  Tujuan

·         Untuk mengetahui apa itu kalsium,
·         Untuk mengetahui fungsi dan manfaat kalsium,
·         Untuk mengetahui kalsium yang ada pada tubuh (darah),
·         Untuk mengetahui deefisiensi akibat kekurangan atau kelebihan kalsium pada tubuh.






Bab 2 ISI


2.1 Kalsium                                                                 
            kalsium merupakan salah satu jenis mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh. Beberapa fungsi dari kalsium adalah sbb.

 *Untuk pembentukan tulang dan gigi yang dipengaruhi oleh vitamin d.
*Melindungi tubuh dari penyerapan zat radioaktif.
*Berperan dalam aktiivitas otot jantung.
*Berperan dalam aktivitas saraf dan otak.
*Membantu proses pembekuan darah.
*Mengaktifkan enzim.
              Apabila kita kekurangan kalsium, maka diri kita akan terancam mengalami beberapa penyakit, antara lain sbb:
- riketsia
- rakitis
- pertumbuhan terhambat
- hipokalsemia
- darah sukar membeku
- osteoporosis
             Kalsium dapat kita peroleh dari makanan, seperti: susu, daging, sayuran hijau, keju, dan kacang-kacangan. Di dalam tubuh kalsium yang kita konsumsi akan ditimbun dalam tulang, terutama dalam tulang spon. Penyerapan calsium akan meningkat dengan adanya vitamin D.
Penggunaan kalsium dalam tubuh akan diatur oleh kelenjar tiroid dan kelenjar paratiroid. Kelenjar tiroid menghasilkan hormon kalsitonin yang fungsinya menurunkan kadar kalsium dalam darah. Sedangkan, kelenjar paratiroid akan menghasilkan hormon paratiroid yang fungsinya meningkatkan kadar kalsium dalam darah.
              Jumlah kebutuhan kalsium untuk orang dewasa per hari adalah 0,8 gr. Untuk anak anak 1,4 gr per hari. Ibu hamil 1,5 gr per hari. Dan, ibu menyusui 2,0 gr per hari.
Kekurangan kalsium dapat menyebabkan penyakit seperti yang telah disebutkan di atas. Sedangkan, kelebihan kalsium dalam tubuh akan dapat menimbulkan hiperkalsemia serta kalsifikasi jaringan dan tulang rawan. Karena itu, konsumsilah kalsium dalam jumlah yang seimbang.
Kalsium sangat dibutuhkan oleh tubuh. Semua anggota tubuh kita memerlukan kalsium. Apabila kita kekurangan kalsium, pasti ada  yang akan terjadi pada tubuh.
Dalam satu hari tubuh ini memerlukan asupan kalsium sebesar 1000 mg. Sedangkan orang yang pola makannya sudah memenuhi syarat, dengan 4 sehat 5 sempurna ditambah segelas susu murni, asupan kalsiumnya hanya 250 mg. Berarti dalam satu hari, tubuh ini masih kekurangan kalsium sebesar 750 mg. Kekurangan kalsium yang tidak terlalu banyak akan terpenuhi oleh bank-bank kalsium seperti gigi dan tulang. Mungkin saat ini tidak akan terasa, akibat dari semuanya itu. Mungkin baru akan terasa dalam jagka waktu yang cukup lama, antara 10 sampai 15 tahun mendatang. Oleh karena itu, tubuh kita ini harus tercukupi asupan kalsium-nya.
Berarti dalam pembekuan darah pun, kalsium sangat berperan penting. Bisa dibayangkan, apabila tubuh kita ini kekurangan kalsium, darah tidak akan membeku dan akibat-nya akan sangat fatal. Dapat secara langsung ke otak yang kita dengar pecahnya pembuluh darah akibat kekurangan kalsium.

2.2  Kalsium dalam Tubuh
Tubuh orang dewasa diperkirakan mengandung 1000 gram kalsium. Sekitar 99% kalsium ini berada didalam tulang dalam bentuk hidroksiapatit dan 1% lagi berada didalam cairan ekstraseluler dan jaringan lunak. Didalam cairan ekstraseluler, konsentrasi ion kalsium (Ca 2+) adalah 10-3 M, sedangkan didalam sitosol 10-6 M.
Kalsium memegang 2 peranan fisiologik yang penting didalam tubuh. Didalam tulang, garam-garam kalsium berperan menjaga integritas struktur kerangka, sedangkan didalam cairan ekstraseluler dan sitosol, Ca 2+ sangat berperan pada berbagai proses biokimia tubuh. Kedua kompartemen tersebut selalu berada dalam keadaan yang seimbang.
Didalam serum, kalsium berada dalam 3 fraksi, yaitu Ca 2+ sekitar 50%, kalsium yang terikat albumin sekitar 40% dan kalsium dalam bentuk kompleks, terutama sitrat dan fosfat adalah 10%. Kalsium ion dan kalsium kompleks mempunyai sifat dapat melewati membran semipermeabel, sehingga akan difiltrasi di glomerulus secara bebas. Reabsorpsi kalsium di tubulus ginjal terutama terjadi di tubulus proksimal, yaitu sekitar 70%, kemudian 20% di ansa Henle dan sekitar 8% di tubulus distal. Pengaturan ekskresi kalsium di urin, terutama terjadi di tubulus distal. Sekitar 90% kalsium yang terikat protein, terikat pada albumin dan sisanya terikat pada globulin. Pada pH 7,4, setiap gr/dl albumin akan mengikat 0,8 mg/dl kalsium. Kalsium ini akan terikat pada gugus karboksil albumin dan ikatannya sangat tergantung pada pH serum. Pada keadaan asidosis yang akut, ikatan ini akan berkurang, sehingga kadar Ca + akan meningkat, dan sebaliknya pada alkalosis akut.
Secara fisiologik, Ca 2+ ekstraseluler memegang peranan yang sangat penting, yaitu :
a. Berperan sebagai kofaktor pada proses pembekuan darah, misalnya untuk faktor VH, IX,    X dan protrombin.
b. Memelihara mineralisasi tulang.
c. Berperan pada stabilisasi membran plasma dengan berikatan pada lapisan fosfolipid dan menjaga permeabilitas membran plasma terhadap ion Na+. Penurunan kadar Ca2+ serum akan meningkatkan permeabilitas membran plasma terhadap Na+ dan menyebabkan peningkatan respons jaringan yang mudah terangsang.
Kadar Ca2+ didalam serum diatur oleh 2 horrnon penting, yaitu PTH dan 1,25(OH)2 Vitamin D. Didalam sel, pengaturan homeostasis kalsium sangat kompleks.Sekitar 90-99% kalsium intraseluler, berada didalam mitokondria dan mikrosom. Rendahnya kadar Ca 2 didalam sitosol, diatur oleh 3 pompa yang terletak pada membran plasma, membran mikrosomal dan membran mitokondria yang sebelah dalam. Pada otot rangka dan otot jantung, kalsium berperan pada proses eksitasi dan kontraksi jaringan tersebut. Pada otot rangka, mikrosom berkembang sangat baik menjadi retikulum sarkoplasmik dan merupakan gudang kalsium yang penting didalam sel yang bersangkutan. Depolarisasi membran plasma akan diikuti dengan rnasuknya sedikit Ca 2+ ekstraseluler kedalam sitosol dan hal ini akan mengakibatkan terlepasnya Ca 2+ secara berlebihan dari retikulum sarkoplasmik kedalam sitosol. Kemudian Ca 2+ akan berinteraksi dengan troponin yang akan mengakibatkan interaksi aktin-miosin dan terjadilah kontraksi otot. Proses relaksasi otot, akan didahului oleh reakumulasi Ca 2+ oleh vesikel retikulum secara cepat dari dalam sitosol, sehingga kadar Ca 2+ didalam sitosol akan kembali normal.
Sel utama kelenjar paratiroid sangat sensitif terhadap kadar Ca 2+ didalam serum. Peran PTH pada reabsorpsi Ca di tubulus distal, resorpsi tulang dan peningkatan absorpsi kalsium di usus melalui peningkatan kadar 1,25(OH)2Vitamin D, sangat penting untuk menjaga stabilitas kadar Ca 2+ didalam serum. Selain itu, peningkatan PTH akan menurunkan renal tubular phosphate threshold (TmP/GFR) sehingga fosfat yang diserap dari usus dan dimobilisasi dari tulang akan diekskresi oleh ginjal.
Seluruh sel dalam tubuh manusia memerlukan kalsium, akan tetapi sebagian besar kalsium digunakan untuk kekuatan tulang dan gigi. Kalsium adalah mineral yang paling banyak terdapat dalam tubuh, 40% dari seluruh mineral yang ada adalah kalsium atau setara dengan 1200 gram. Sumber utama kalsium untuk masyarakat pada negara-negara maju adalah susu dan hasil olahannya yang mengandung sekitar 1150 mg kalsium per liter. Sumber lain kalsium adalah sayuran berwarna hijau dan kacang-kacangan. Roti dan bijian, menyumbang asupan kalsium yang nyata karena konsumsi yang sering. Ikan dan makanan sumber laut mengandung kalsium lebih banyak dibanding daging sapi maupun ayam.
Tubuh manusia dewasa mengandung sekitar 1200 g kalsium, jumlah tersebut sekitar 1 – 2% dari berat tubuh. Sebanyak 99% kalsium terdapat pada jaringan yang mengandung mineral seperti tulang dan gigi, yang berada dalam bentuk kalsium fosfat (bersama dengan sejumlah kecil kalsium karbonat), yang berfungsi membentuk kekuatan dan struktur tulang. Seiring dengan pernyataan tersebut, menurut Ilich- Ernst dan Kerstetter (2000), tubuh manusia dewasa mengandung sekitar 1000 hingga 1500 gram kalsium (tergantung pada jenis kelamin, ras, ukuran tubuh), yang mana 99% ditemukan pada tulang dalam bentuk hidroksiapatit. Kebutuhan kalsium sangat ditentukan oleh kebutuhan tulang dan aktivitas fisik. Kalsium merupakan zat gizi mikro yang sangat penting. Zat gizi ini pada umumnya memperlihatkan pengaruh menguntungkan pada tulang untuk segala usia, walaupun hasilnya tidak selalu konsisten.
Peranan utama kalsium adalah untuk pembentukan dan pemeliharaan tulang dan gigi, selain itu kalsium juga berperan dalam berbagai proses dalam tubuh. Kalsium berperan penting dalam proses pembekuan darah dan kontraksi otot. Apabila kalsium dalam darah terdapat di bawah titik kritis, otot tidak dapat rileks setelah kontraksi, sehingga tubuh memperlihatkan gejala kejang-kejang. Titani biasanya akan timbul apabila konsentrasi kalsium dalam darah turun dari kadar normalnya yaitu 9,4 mg/dl menjadi kira-kira 6 mg/dl (35% di bawah kadar normal) dan apabila kadarnya menjadi kira-kira 4 mg/dl, biasanya akan menyebabkan kematian. Sebaliknya, apabila kadar kalsium dalam darah meningkat melebihi kadar normal, sampai kira-kira 12 mg/dl, sistem saraf akan tertekan dan aktivitas refleks pada sistem saraf menjadi lamban, memendekkan interval denyut jantung, menimbulkan konstipasi dan menurunkan nafsu makan. Efek penekanan akan lebih nyata apabila kadar kalsium meningkat di atas 15 mg/dl dan apabila kadar kalsium dalam darah meningkat hingga kira-kira 17 mg/dl, kristal kalsium fosfat cenderung mengendap di seluruh tubuh.
Kalsium membutuhkan lingkungan yang asam agar dapat diserap secara efisien. Penyerapan terutama terjadi pada bagian atas usus halus. Usus halus cenderung selalu dalam kondisi asam karena menerima keasaman dari perut yang kadangkala menjadi netral oleh karena adanya pelepasan cairan dari pankreas. Penyerapan kalsium pada permukaan usus halus tergantung pada keaktifan hormon vitamin D. Tubuh manusia menyerap sekitar 20% hingga 40% kalsium dari makanan yang dikonsumsi, akan tetapi apabila tubuh membutuhkan kalsium dalam jumlah ekstra tinggi (bayi dan ibu hamil), penyerapan meningkat mencapai 50% hingga 70%. Remaja cenderung menyerap kalsium lebih banyak daripada orang lanjut usia.
          Tulang manusia mengalami peluruhan dan pembentukan secara berkesinambungan. Pada saat usia muda, pembentukan tulang berlangsung lebih cepat dibandingkan resorpsinya. Sementara itu, pada usia tua resorpsi berlangsung lebih cepat dibandingkan formasinya. Oleh karena itu pada usia tua terjadi proses kehilangan massa tulang.

            Perkembangan maksimal massa tulang selama pertumbuhan dan reduksi tulang pada saat usia lanjut adalah dua masalah utama dalam strategi pencegahan osteoporosis. Untuk mencapai tujuan ini, terdapat tiga pedoman utama yang direkomendasikan :
(1) mengonsumsi gizi yang cukup untuk memperbaiki bahan dasar untuk pembentukan tulang,
(2) olahraga secara teratur untuk memelihara stimulus tubuh pada perkembangan dan pemeliharaan tulang,
(3) mempertahankan kecukupan hormonal untuk pemanfaatan kalsium dan pemeliharaan tulang.

              Kalsium adalah mineral utama di dalam tulang, dan 99% kalsium dalam tubuh terdapat di dalam jaringan tulang. Massa jaringan tulang adalah faktor penentu risiko kerapuhan tulang baik pada anak-anak maupun dewasa. Lebih dari 40% massa puncakpembentukan tulang dewasa terjadi pada saat remaja. Pada periode ini terjadi perubahangaya hidup, termasuk pada pemenuhan asupan kalsium.

             Pada masa remaja diperlukan asupan gizi yang cukup untuk mencapai pertumbuhan fisik optimal. Hal ini diperlukan mengingat kecepatan pertumbuhan fisik saat remaja adalah ke dua tercepat setelah masa bayi. Pada masa ini sekitar 20% tinggi badan dan 50% berat badan seseorang telah tercapai. Untuk memaksimalkan retensi kalsium tubuh, wanita remaja umur 12 – 15 tahun memerlukan konsumsi sedikitnya 1300 mg kalsium setiap hari. Hasil studinya juga menunjukkan bahwa asupan kalsium sebesar 1200 mg per hari hanya menghasilkan 57% dari retensi kalsium maksimum.



    2.2.1 Faktor Pendukung dan Penghambat
            Penyerapan kalsium dalam tubuh dipengaruhi banyak faktor, terdiri dari faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung penyerapan kalsium adalah kondisi keasaman permukaan, aktivitas dan motilitas saluran pencernaan normal, asupan kalsium dan fosfor seimbang, cukup vitamin D, tubuh memerlukan kalsium dalam jumlah lebih tinggi, asupan kalsium rendah, adanya hormon paratiroid (meningkatkan aktivitas sintesis vitamin D) dan adanya laktosa.

              Sebagai faktor penghambat penyerapan kalsium adalah terdapatnya kondisi basa pada saluran pencernaan bagian bawah, serat makanan dalam jumlah besar, penggunaan pencahar, proporsi fosfor lebih besar daripada kalsium, adanya asam fitat, oksalat dan asam lemak yang tidak dapat diserap (mengikat kalsium dalam usus), defisiensi vitamin D, menopause, usia lanjut dan adanya tanin dari teh.

            Hampir seluruh kalsium di dalam tubuh terdapat dalam tulang yang berperan sentral dalam pembentukan struktur kekuatan tulang dan gigi. Hanya sedikit sekali (1%) terdapat dalam jaringan lunak, cairan ekstra sel dan plasma yang diperlukan dalam banyak peran metabolisme dan pengaturan. Apabila jumlahnya di bawah 1%, maka tubuh akan melepaskan kalsium dari tulang ataupun gigi untuk memenuhi kebutuhannya.

             Tubuh orang dewasa mengandung sekitar 1000 – 1300 g kalsium (kurang dari 2% berat tubuh). Kandungan normal kalsium darah adalah 9 – 11 mg per 100 ml darah. Sekitar 48% serum kalsium berbentuk ionik dan 46% terdapat dalam senyawa protein darah. Selebihnya terdapat dalam bentuk senyawa komplek yang mudah berdifusi, seperti dalam bentuk sitrat.

             Oleh karena belum adanya indikator yang cocok dari kecukupan gizi kalsium, maka perkiraan defisiensi kalsium didasarkan pada besarnya kecukupan asupan makanan dibandingkan dengan asupan yang dianjurkan. Akan tetapi, pendekatan ini masih diperdebatkan, karena belum adanya kesepakatan para ahli pada asupan kalsium yang dianjurkan. Dalam pelaksanaannya, perkiraan proporsi populasi pada setiap negara dengan ketidakcukupan asupan kalsium didasarkan pada asupan yang direkomendasikan dari setiap negara itu sendiri. Dengan menggunakan pendekatan ini dilaporkan bahwa banyak kelompok populasi belum mencapai asupan kalsium yang dianjurkan di sejumlah negara-negara barat.

              Sebagai contoh, di Jerman (sekitar separuh wanita dewasa dan sepertiga pria dewasa), Swiss (sebagian besar wanita dewasa) serta di Italia (50% sampel manula >60 tahun), asupan kalsiumnya masih lebih rendah dari yang dianjurkan dari setiap negara tersebut. Di Irlandia, lebih dari 50% wanita berusia 12-18 tahun dan di Amerika Serikat pada wanita berusia 9-18 tahun dan 31 tahun juga belum dapat mencukupi asupan kalsium yang dianjurkan. Di Belanda sebanyak 8-25% pria dan wanita dewasa, belum mencapai 80% dari kecukupan asupan kalsium yang dianjurkan.

             Status kalsium yang rendah menggambarkan terjadinya pengurangan massa tulang yang banyak terjadi di negara-negara barat. Dari hasil perkiraan yang diperoleh dari kriteria diagnosis WHO (berdasarkan pada kandungan mineral tulang), sekitar 4-6 juta wanita dan 1-2 juta pria manula di Amerika Serikat menderita osteoporosis.

    2.2.2  Tes Kimia Darah
Kebanyakan laporan laboratorium memperlihatkan tes kimia darah. Tes ini mengukur berbagai zat kimia dalam darah kita untuk melihat apakah tubuh kita berfungsi dengan baik. untuk informasi tentang Hitung Darah Lengkap dan untuk informasi tentang Tes Gula dan Lemak Darah.
Setiap laboratorium mempunyai nilai rujukan untuk hasil tes. Biasanya, laporan laboratorium mencantumkan nilai rujukan ini dan menandai hasil tes yang berada di luar nilai rujukan. untuk informasi mengenai hasil tes laboratorium.

Kalsium adalah bagian utama dari tulang dan gigi. Kalsium juga dibutuhkan agar saraf dan otot bekerja dengan baik, serta untuk reaksi kimia dalam sel. Tubuh kita mengatur jumlah kalsium dalam darah. Namun tingkat protein dalam darah dapat mempengaruhi hasil tes kalsium (lihat albumin di bawah). Hasil tes kalsium yang rendah pada Odha biasanya disebabkan oleh tingkat protein yang rendah akibat kekurangan gizi (malanutrisi) atau wasting . Tingkat kalsium yang tidak normal bisa jadi karena masalah pencernaan.

2.3 Manfaat Kalsium
Sebuah penelitian bertajuk ” Journal of Nutrition Education and Behaviour” menyebutkan bahwa remaja dan orang dewasa sering kali mengalami kekurangan kalsium karena kurangnya konsumsi susu. Sering kali meeka juga tidak begitu peduli terhadap petingnya kalsium bagi tubuh. Penelitian ini tidak menitikberatkan seputar susu saja tetapi lebih kepada kalsium itu sendiri.
Kalsium merupakan mineral yang paling banyak terdapat didalam tubuh manusia. Kira-kira 99% kalsium terdapat di dalam jaringan keras yaitu pada tulang dan gigi. 1% kalsium terdapat pada darah, dan jaringan lunak. Tanpa kalsium yang 1% ini, otot akan mengalami gangguan kontraksi, darah akan sulit membeku, transmisi saraf terganggu, dan sebagainya.
Untuk memenuhi 1% kebutuhan ini, tubuh mengambilnya dari makanan yang dimakan atau dari tulang. Apabila makanan yang dimakan tidak dapat memenuhi kebutuhan, maka tubuh akan mengambilnya dari tulang. Sehingga tulang dapat dikatakan sebagai cadangan kalsium tubuh. Jika hal ini terjadi dalam waktu yang lama, maka tulang akan mengalami pengeroposan tulang.
Para peneliti juga menemukan bahwa laki-laki dan perempuan selama masa transisi remaja menuju dewasa awal hanya mengkonsumsi kalsium sekitar 153 miligram dan 194 miligram. Kadar konsumsi tersebut jelas jauh di bawah batas ideal konsumsi kalsium manusia yang ditetapkan World Health Organization yakni 1.300 miligram (usia 9-18 tahun), 1.000 miligram (19-50 tahun), dan 1.200 miligram (di atas 51).
 masalah yang bisa kita dapatkan jika kekurangan kalsium menurut data yang dikeluarkan WHO, kekurangan kalsium bisa menyebabkan 200 jenis penyakit. Memang untuk ukuran Indonesia, terlebih harga susu yang sangat mahal, kebutuhan akan 1.000 miligram kalsium sangat sulit untuk dipenuhi. Maka dari itu, tidak aneh apabila sebagian besar masyarakat Indonesia kekurangan kalsium.
Kekurangan kalsium jelas menjadi masalah bagi tubuh terutama tulang. Pertumbuhan tulang menurut beberapa peneliti hanya bisa terjadi sampai di usia 20 tahun. Padahal remaja seumuran itu justu berhenti mengkonsumsi susu. Di Indonesia, kebiasaan minum susu hanya terjadi pada masa bayi dan balita saja. Setelah itu, mayoritas masyarakat Indonesia tidak peduli akan pentingnya konsumsi kalsium ini.

2.4 Penyakit Akibat Kekurangan atau Kelebihan Kalsium
            Seperti yang disebutkan diatas, kekurangan kalsium bisa menyebabkan 200 jenis penyakit. Beberapa penyakit yang mungkin timbul diantaranya adalah
·         Nyeri otot tulang
Kekurangan kalsium menyebabkan pergerakan yang tidak normal pada seluruh otot licin dan otot jantung, sehinga tubuh kehilangan kelincahan, pengendalian keseimbangan, gerakan dan kemampuan koordinasi. Gerakan tubuh ditentukan oleh stimulasi otot tulang, sementara rangsangan otot tulang timbul karena peran kalsium yang sangat penting. Jika asupan kalsium dalam tubuh tidak memadai, maka akan terjadi nyeri pada otot tulang.
·         Keropos tulang/osteoporosis
Kalsium dalam tubuh berperan sebagai elemen ang memberi kekerasan pada tulang. Oleh karena itu, kalsium mampu membentuk kerangka yang mampu menanggung berat badan. Jika dalam tulang tidak terdapat endapan kalsium yang cukup, maka akan terjadi kekacauan dalam metabolisme sel tulang, hingga volume tulang berkurang.
·         Kekebalan tubuh berkurang
Kekuranan kalsium mampu memicu terjadinya penurunan kekebalan tubuh. Karena dengan kekurangan imunitas tubuh terhadap serangan penyakit, maka dengan sangat mudah terjangkit berbagai penyakit yang seharusnya bisa ditangkal oleh system kekebalan tubuh.
·         Daya ingat berkurang
Ion kalsium berperan penting dalam proses pengeluaran dan pengiriman sinyal syaraf. Rangsangan pada syaraf otak besar berhubungan erat dengan transmisi ion kalsium di dalam dan diluar neuron. Ketika organisme kekurangan kalsium, dendosignal syaraf juga mengalami hambatan mekanisme rangsangan dalam tubuh manusia juga mengalami kerudakan. Gejala pada anak anak mudah kaget, menangis di malam hari, resah, sulit tidur dan super aktif.
·         Ganguan dalam jantung
Jantung mengemban tugas untuk mempertahankan nyawa. Meski hanya sebesar kepalan tangan, jantung mampu mengantarkan darah setiap saat kesetiap sel dalam tubuh. Kemampuan ini berasal dari konstraksi otot jantung secara terus menerus. Padahal konstraksi dan ekspansi jantung serta penyimpanan dan pengunaan energinya tidak lepas dari pengaruh kalsium.
Adapun penyakit akibat kekurangan kalsiun darah atau kadar kalsium darah yang rendah dikenal Sebagai penyakit Hipokalsemia. Hipokalsemia (kadar kalsium darah yang rendah) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalsium di dalam darah kurang dari 8,8 mgr/dL darah. Penyebabnya bisa di karenakan Konsentrasi kalsium darah  menurun sebagai akibat dari berbagai masalah.
Hipokalsemia paling sering terjadi pada penyakit yang menyebabkan hilangnya kalsium dalam jangka lama melalui air kemih atau kegagalan untuk memindahkan kalsium dari tulang.
Sebagian besar kalsium dalam darah dibawa oleh protein albumin, karena itu jika terlalu sedikit albumin dalam darah akan menyebabkan rendahnya konsentrasi kalsium dalam darah.
Akibat kekurangan kalsium dapat menimbulkan bebrapa penyakit seperti disebutkan di atas. Maka dari itu mulailah menkonsumsi kalsium demi menjaga tubuh anda dari penyakit. Anda dapat memperoleh kalsium tidak hanya dari susu saja, sayuran hijau seperti bayam, brokoli dam sawi, ikan teri kering udang kering, tahu kacang-kancangan, salmon, sardine merupakan makanan yang mengandung kalsium yang berguna bagi tubuh.

             Kelebihan kadar kalsium dalam darah dapat pula menyebabkan suatu disfungsi tertentu. Penyakit akibat kelebihan kadar kalsium dalam darah dikenal sebagai penyakit Hiperkalsemia. Hiperkalsemia (kadar kalsium darah yang tinggi) adalah suatu keadaan dimana konsentrasi kalsium dalam darah lebih dari 10,5 mgr/dL darah.
Hiperkalsemia dapat disebabkan oleh meningkatnya penyerapan pada saluran pencernaan maupun karena meningkatnya asupan kalsium. Orang-orang yang mengkonsumsi sejumlah besar kalsium (seperti yang kadang dilakukan oleh penderita ulkus peptikum yang minum banyak susu dan juga mengkonsumsi antasid yang mengandung kalsium), dapat menderita hiperkalsemia. Suatu overdosis vitamin D dapat mempengaruhi konsentrasi kalsium darah, yaitu dengan meningkatkan penyerapan kalsium dari saluran pencernaan. Penyebab paling sering dari hiperkalsemia adalah hiperparatiroidisme, yaitu suatu keadaan dimana terjadi pengeluaran hormon paratiroid secara besar-besaran oleh satu atau lebih dari keempat kelenjar paratiroid.







 





Bab 3 PENUTUP

3.1 Kesimpulan
          Kalsium merupakan suatu zat yang sangat penting dan dibutuhkan oleh tubuh. Kadar kalsium baik dalam tubuh maupun dalam darah harus sesuai, yang dimaksudkan disini adalah kadarnya tidak kekurangan ataupun kelebihan. Kalsium juga berperan dalam sistem homeostasis yakni pengaturan keseimbangan tubuh.

Tuesday, April 3, 2012

EKSTRAKSI FORCEPS (Extraction forceps)

EKSTRAKSI FORCEPS

Ekstraksi forceps atau ekstraksi cunam adalah suatu persalinan buatan dimana janin dilahirkan dengan tarikan cunam yang dipasang di kepala janin.


Cunam / Forceps
Cunam terdiri dari dua sendok, sendok kanan dan sendok kiri
Sendok kanan / forces kanan adalah cunam yang dipegang di tangan kanan penolong dan dipasang di sebelah kanan ibu
Sendok kiri / forceps kiri adalah cunam yang dipegang di tangan kiri penolong dan dipasang di sebelah kiri ibu.


- Daun cunam: bagian yang dipasang di kepala janin saat melakukan ekstraksi forceps. Terdiri dari dua lengkungan (curve) , yaitu lengkung kepala janin (cephalic curve) dan lengkung panggul (cervical curve).
- Tangkai Cunam: adalah bagian yang terletak antara daun cunam dan kunci cunam
- Kunci cunam: kunci cunam ada beberapa macam, ada yang interlocking, system sekrup, dan system sliding.
- Pemegang cunam, bagian yang dipegang penolong saat melakukan ekstraksi.
Indikasi Dalam Melakukan Ekstraksi Forceps:
1. Indikasi Relatif
Pada indikasi relative, forceps dilakukan secara elektif (direncanakan), ada dua:
1.1. Indikasi menurut De Lee
Forceps dilakukan secara elektif, asal syarat untuk melakukan ekstraksi terpenuhi
1.2. Indikasi menurut Pinard
Indikasi menurut Pinard hampir sama dengan menurut De Lee, namun ibu harus dipimpin dulu mengejan selama 2 jam.
2. Indikasi Absolut
2.1. Indikasi Ibu : Ekstraksi forceps dilakukan pada ibu-ibu dengan keadaan pre-eklampsi, eklampsi, atau ibu-ibu dengan penyakit jantung, paru, partus kasep
2.2. Indikasi Janin: pada keadaan gawat janin
2.3. Indikasi waktu: pada kala dua lama
Jenis Ekstraksi Forceps Menurut Pemasangannya:
1. High Forceps
Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin belum masuk pintu atas panggul (floating). Saat ini tidak dilakukan lagi karena sangat berbahaya bagi janin ataupun ibu. Sectio cesarean lebih direkomendasikan
2. Mid Forceps
Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin sudah masuk pintu atas panggul (engaged), namun belum mencapai dasar panggul. Saat ini tidak dilakukan lagi. Sectio Cesarea ataupun vakum lebih direkomendasikan
3. Low Forceps/ Outlet Forceps
Forceps yang dilakukan pada saat kepala janin sudah mencapai dasar panggul. Cara ini yang masih sering dipakai hingga saat ini
Syarat Dalam Melakukan Ekstraksi Forceps:
1. Pembukaan lengkap
2. Presentasi belakang kepala
3. Panggul luas / tidak ada DKP
4. Ketuban sudah pecah
5. Kepala sudah engaged, sudah berada di dasar panggul
6. Janin tunggal hidup
Cara Pemasangan Cunam ada dua:
1. Pemasangan sefalik (Cephalic forceps)
Dimana cunam dipasang biparietal, atau sumbu panjang cunam sejajar dengan diameter mento-occiput kepala janin. Pemasangan sefalik adalah cara yang paling aman baik untuk ibu maupun janin
2. Pemasangan pelvic (Pelvic forceps)
Dimana pemasangannya dalam keadaan sumbu panjang cunam sejajar dengan sumbu panjang panggul.
Pemasangan forceps yang sempurna , jika memenuhi kriteria berikut:
1. Forceps terpasang biparietal kepala , atau sumbu panjang forceps sejajar dengan sumbu diameter mento-oksiput kepala janin, melintang terhadap panggul
2. Sutura sagitalis berada di tengah kedua daun forceps yang terpasang, dan tegak lurus dengan cunam
3. Ubun ubun kecil berada kira-kira 1 cm di atas bidang tersebut
Persiapan dalam ekstraksi forceps:
1. Persiapan ibu :
a. litotomi set,
b. cunam,
c. vulva dicukur,
d. kandung kemih dikosongkan,
e. infuse bila diperlukan,
f. narkose,
g. gunting episiotomy
h. hecting set
i. uterotonika
2. Persiapan untuk janin
a. Kain bersih
b. Alat resusitasi
3. Persiapan untuk dokter
a. Alat pelindung diri
b. Ilmu pengetahuan yang cukup
Prosedur/ Langkah Dalam Melakukan Forceps:
1. Membayangkan forceps sebelum dipasang
2. Memasang forceps
3. Mengunci forceps
4. Memeriksa kembali pemasangan
5. Traksi percobaan
6. Traksi definitive
7. Melepaskan cunam
Contoh kasus: Seorang pasien , primigravida, dengan PEB pembukaan lengkap dengan UUK kanan depan, dengan penurunan HIII+
Ad.1. Membayangkan
Setelah persiapan selesai, penolong berdiri di depan vulva , memegang kedua cunam dalam keadaan tertutup dan membayangkan bagaimana cunam terpasang pada kepala


Ad.2. Memasang forceps
Pada pasien ini UUK janin adalah UUK kanan depan, jadi forceps yang dipasang adalah forceps kiri terlebih dahulu, yaitu forceps yang dipegang tangan kiri penolong dan dipasang di sisi kiri ibu.
Forceps kiri dipegang dengan cara seperti memegang pensil , dengan tangkai forceps sejajar dengan paha kanan ibu, sambil empat jari tangan kanan penolong masuk ke dalam vagina. Forceps secara perlahan dipasang dengan bantuan ibu jari tangan kanan. Jadi bukan tangan kiri yang mendorong forceps masuk ke dalam vagina.
Setelah forceps kiri terpasang, asisten membantu memegang forceps kiri tersebut agar tidak berubah posisi. Dan penolong segera memasang forceps kanan, yaitu forceps yang dipegang oleh tangan kanan penolong, dan dipasang di sisi kanan ibu. Forceps kanan dipegang seperti memegang pensil, dengan tangkai forceps sejajar dengan paha kiri ibu, sambil empat jari tangan kiri penolong masuk ke dalam vagina. Forceps dipasang dengan tuntunan ibu jari tangan kiri penolong. Setelah forceps terpasang , dilakukan penguncian


Ad.3. Penguncian Forceps
Penguncian dilakukan setelah forceps terpasang. Bila penguncian sulit dilakukan, jangan dipaksa, tapi periksa kembali apakah pemasangan telah benar, dan dicoba pemasangan ulang. Apabila forceps kir yang dipasang duluan, maka penguncian dilakukan secara langsung, dan bila forceps kanan yang dipasang duluan , maka forceps dikunci secara tidak langsung.

Ad.4. Pemeriksaan Ulang
Setelah forceps terpasang dan terkunci, dilakukan pemeriksaan ulang, apakah forceps telah terpasang dengan benar, dan tidak ada jalan lahir / jaringan yang terjepit
Ad.5. Traksi Percobaan
Setelah yakin tidak ada jaringan yang terjepit, maka dilakukan traksi percobaan. Penolong memegang pemegang forceps dengan kedua tangan , sambil jari telunjuk dan tengah tangan kiri menyentuh kepala janin, lalu dilakukan tarikan. Apabila jari telunjuk dan tengan tangan kiri tidak menjauh dari kepala janin, berarti forceps terpasang dengan baik, dan dapat segera dilakukan traksi definitive. Apabila jari telunjuk dan tengah tangan kiri menjauh dari kepala janin, berarti forceps tidak terpasang dengan baik, dan harus dilakukan pemasangan ulang.

Ad.6. Traksi defrinitif
Traksi definitive dilakukan dengan cara memegang kedua pemegang forceps dan penolong melakukan traksi. Traksi dilakukan hanya menggunakan otot lengan. Arah tarikan dilakukan sesuai dengan bentuk panggul. Pertama dilakukan tarikan cunam ke bawah, sampai terlihat occiput sebagai hipomoklion, lalu tangan kiri segera menahan perineum saat kepala meregang perineum. Kemudian dilakukan traksi ke atas hanya dengan menggunakan tangan kanan sambil tangan kiri menahan perineum. Kemudian lahirlah dahir, mata, hidung, mulut bayi.


Ad.7. Melepaskan cunam
Setelah kepala bayi lahir, maka cunam dilepaskan dan janin dilahirkan seperti persalinan biasa.

Pemasangan Forceps dikatakan gagal apabila:
1. Forceps tidak dapat dipasang
2. Forceps tidak dapat dikunci
3. Tiga kali traksi janin tidak lahir
Komplikasi ekstraksi forceps:
Terhadap Ibu: perdarahan, trauma jalan lahir, infeksi
Terhadap janin: fraktur tulang kepala, cedera cervical, lecet pada muka, asfiksia




DAFTAR PUSTAKA

1.   1. Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan , dan Keluarga Berencana untuk Pendidik Bidan. Jakarta : ECG.
     2. Prawirohardjo, Sarwono. 2002. Asuhan Maternal dan Nonatal.
Jakarta : YBPSP.

Ilmu Kesehatan Masyarakat ( Public Health )

Bagi sebagian orang mungkin banyak yang sudah tidak asing lagi mendengar kata "IKM" atau Ilmu Kesehatan Masyarakat, namun ...